Menurut penelitian yang dilakukan We Are Social, perusahaan media asal Inggris yang bekerja sama dengan Hootsuite, rata-rata orang Indonesia menghabiskan tiga jam 23 menit sehari untuk mengakses media sosial. Dari laporan berjudul “Essential Insights Into Internet, Social Media, Mobile, and E-Commerce Use Around The World” yang diterbitkan tanggal 30 Januari 2018, dari total populasi Indonesia sebanyak 265,4 juta jiwa, pengguna aktif media sosialnya mencapai 130 juta dengan penetrasi 49 persen.
Dari hasil survei WeAreSocial dan Hootsuite kembali, Instagram merupakan platform media sosial dengan jumlah pengguna terbanyak ke tujuh di dunia dan terbesar ke empat di Indonesia.
Instagram saat ini merupakan sosial media yang tengah naik daun dengan pengguna aktif perbulannya mencapai 1 Miliar pengguna dengan kenaikan sekitar 200 juta dari tahun 2017 dan menempati urutan ke 4 sosial media yang paling banyak digunakan di Indonesia setelah youtube, Facebook dan Whatsapp. Berarti ada kenaikan sekitar 900 juta pengguna dari tahun 2013.
Saat ini fungsi Instagram tidak hanya untuk berbagi foto untuk teman dan keluarga tetapi sudah telah bergeser sebagai media komunitas bisnis, bahkan jumlah akun komunitas bisnis di Indonesia mencapai 25 juta. Oleh karena itu Instagram merupakan sosial media yang sangat di perhitungkan dalam berbinis. Berikut ini adalah 10 data statistika penting tentang instagram yang erat kaitannya dengan stategi pemasaran dan manajemen instagram untuk bisnis.
Menurut hasil survei WeAreSocial.net dan Hootsuite, Instagram merupakan platform media sosial dengan jumlah pengguna terbanyak ke tujuh di dunia. Selain sebagai jejaring sosial untuk berbagi foto, Instagram digunakan untuk memasarkan produk bisnis. Total pengguna Instagram di dunia mencapai angka 1 Miliar pada Juni 2018.
Pengguna aktif Instagram terbesar berasal dari Amerika Serikat sebanyak 110 juta. Disusul Brasil dengan 57 juta pengguna aktif dan Indonesia berada di urutan ketiga dengan 53 juta. Di Indonesia, Instagram merupakan media sosial yang paling sering digunakan keempat setelah Youtube, Facebook, dan Whatsapp
Bagaimana di tahun 2019 ini? Pertumbuhan pengguna internet pada 2019 sangatlah mengesankan. Tidaklah heran, ketika Instagram mengalami pemadaman atau down hampir semua pengguna di seluruh dunia melaporkan masalah error tersebut termasuk di Indonesia.
Menurut survei WeAreSocial.net dan Hootsuite, Instagram merupakan platform media sosial dengan jumlah pengguna terbanyak ke tujuh di dunia. Selain sebagai jejaring sosial untuk berbagi foto, Instagram digunakan untuk memasarkan produk bisnis.
Total pengguna Instagram di dunia mencapai angka 1 miliar akun aktif meskipun perusahaan kemudian mengklarifikasi bahwa angka ini tidak mewakili pengguna yang aktif.
Sedangkan angka iklan terbaru menunjukkan bahwa kinerja platform kuat ini berlanjut hingga 2019, dengan pengguna aktif tumbuh lebih dari 4 persen dalam 3 bulan terakhir untuk menjangkau iklan 895 juta pengguna aktif di seluruh dunia pada saat penulisan.
Jumlah pengguna media sosial di seluruh dunia telah tumbuh menjadi hampir 3,5 miliar pada awal 2019, dengan 288 juta pengguna baru dalam 12 bulan terakhir mendorong angka penetrasi global menjadi 45 persen. Penggunaan media sosial masih jauh dari merata di seluruh dunia, dan tingkat penetrasi di beberapa bagian Afrika masih dalam satu digit.
Lantas ada berapa banyak pengguna Instagram di Indonesia? Dikutip dari Statista, Indonesia memiliki jumlah pengguna aktif atau sekitar 62 juta orang.
Amerika Serikat menempati peringkat pertama dengan 120 juta pengguna aktif bulanan yang mengakses aplikasi berbagi foto dan mengedit. Brazil berada di peringkat ketiga dengan 69 juta pengguna aktif Instagram, di susul India dengan 75 juta pengguna aktif bulanan.
Berjualan di Instagram – Perlu Anda tahu, Instagram awalnya dirintis oleh Kevin Systrom dan Mike Krieger. Namun seiring berjalannya waktu, Facebook akhirnya mengambil alih Instagram senilai hampir $1 Miliar pada tanggal April 2012. Setelah kerjasama itu, Instagram otomatis semakin berkembang dengan pesat.
Jika Anda seorang pengusaha, Anda tentu bisa melihat ini sebagai sebuah peluang yang menjanjikan.
Sekarang ini sudah banyak pengusaha yang sukses memanfaatkan Instagram untuk keberlangsungan karir. Mereka bahkan bisa menghasilkan omset puluhan bahkan ratusan juta per bulan dari sosial media yang satu ini. Wow!
Nah, apakah Anda ingin mengabaikan peluang ini begitu saja? Saya yakin Anda tidak sebodoh itu. Sebagai bahan pertimbangan lainnya, akan kami jelaskan beberapa alasan kenapa Anda harus memulai berjualan di Instagram.
Saat ini, Instagram sudah menjadi salah satu sosial media yang sangat popular. Diawal kemunculannya pada tahun 2015 saja, sudah terdapat 400 juta pengguna aktif. Tahun 2016 sudah 600 juta dan tahun 2017 meningkat tajam yaitu sekitar 1 milyar! Jumlah ini tentu akan terus meningkat seiring berjalannya waktu.
Masa kejayaan Instagram saat ini harus Anda gunakan dengan sebaik mungkin. Jangan sampai ketika traffic menurun, Anda malah baru jualan.
Ini juga menjadi alasan paling utama mengapa Anda harus berjualan di Instagram sekarang juga. Ya, sekarang juga! Tanpa tapi, tanpa nanti…
Mungkin Anda pernah mendengar istilah ‘Satu Gambar dapat Menceritakan Segalanya’, pada kenyataannya istilah itu memang benar. Berdasarkan beberapa penelitian, manusia lebih cenderung menyukai visual daripada tulisan. 90% informasi yang diproses oleh otak biasanya berupa informasi visual atau gambar.
Anda pasti lebih sering mengungkapkan sifat atau karakter seseorang dengan melihatnya sewaktu pertama kali bertemu. Jika penampilannya kucel dan dekil, maka otak langsung memberikan sugesti bahwa orang tersebut kurang merawat diri atau jorok. Disinilah visual memainkan alam bawah sadar seseorang.
Bukti lainnya, Anda pasti akan mudah bosan ketika membaca sebuah tulisan tanpa disertai gambar pendukung.
Kehadiran Instagram menjawab permasalahan ini. Di tengah ketenaran sosial media lain yang menonjolkan konten berupa teks, Instagram malah muncul sebagai sosial media yang mengutamakan konten berupa gambar.
Hal ini membuat para penggunanya tidak cepat lelah ataupun bosan. Yang ada, pengguna malah ingin scrolling dan berlama-lama melihat timeline.
Jika Anda mempromosikan produk dengan gambar yang bagus disertai deskripsi yang menjual, sudah pasti dagangan Anda akan laku keras layaknya kacang goreng.
Kelebihan berkomunikasi dengan gambar inilah yang menjadi alasan kuat kenapa Anda harus berjualan di Instagram secara online.
Gambar diatas adalah akun yang cukup bagus untuk dijadikan contoh visual branding. Dengan memadukan unsur gambar dan penataan yang rapi, akun seperti ini akan lebih cepat memikat hati seseorang.
Inilah persepsi mereka saat melihat akun Instagram yang bagus dan menarik:
“Wah, keren ini akun. Gambarnya bagus. Kalau aku pake produknya mungkin aku juga bakal ketularan keren nih. Haha.. Jadi pengen beli.”
Selain itu, Anda juga bisa dikatakan telah membuat sebuah portofolio online yang bisa dilihat oleh siapa saja. Bila Anda ingin menambah keterangan atau deskripsi, Anda hanya perlu menambahkan biography yang menjual seperti contoh diatas.
Bila bisnismu dibidang jasa fotografi, kamu bisa memamerkan hasil karyamu dengan leluasa. Orang-orang bisa menilai kualitas dari karya-karya Anda. Jika karya Anda sesuai dengan ekspektasi mereka, Anda tentu bisa mendapat orderan yang melimpah dengan berjualan di Instagram.
Menurut beberapa riset, pengguna di Instagram memiliki hubungan dan interaksi yang lebih tinggi dibanding pengguna sosial media lain seperti facebook atau twitter.
Hal ini tentu erat kaitannya dengan konten di Instagram yang lebih menonjolkan gambar. Dengan tampilan yang simpel, pengguna Instagram juga lebih mudah untuk berinteraksi (like, komentar, tonton video, repost dan chatting).
Tidak heran bila banyak konten yang mudah sekali ‘viral’ di Instagram. Jika konten sudah viral, biasanya banyak pengguna akan menjadi followers dan akhirnya membeli. Ini tentu sangat menggiurkan untuk sebuah bisnis.
Bila Anda memiliki produk dengan harga jual tinggi, maka Instagram bisa menjadi pilihan yang terbaik.
Pada awal kemunculan Instagram, mayoritas penggunanya menggunakan iPhone, biasanya mereka berasal dari kalangan menengah ke atas. Seiring berjalannya waktu, smartphone android juga bisa ikut merasakannya.
Berjualan di Instagram bisa mencakup semua kalangan dari semua pengguna smartphone.
Apa produk Anda dan siapa target marketnya? Jika Anda masih bingung menjawabnya, maka pikirkanlah sejenak.
Anda benar-benar harus mengetahui hal ini agar bisnis Anda semakin maju dari hari ke hari. Jika Anda menyepelekan ini, bisnis Anda kemungkinan akan jalan ditempat.
Setelah mengetahui target market, langkah selanjutnya Anda harus memerhatikan demografi dari sosial media yang ingin Anda gunakan.
Untuk demografi Instagram biasanya memiliki rentang usia antara 18-29 tahun.
Rentang usia tersebut merupakan anak muda yang aktif di social media, melek teknologi, kekinian dan suka kepo. Usia ini juga lebih suka berbelanja online dibanding rentang usia yang lain.
Bila target market Anda itu sasarannya anak muda, gunakanlah Instagram. Ini adalah pilihan terbaik berjualan di Instagram yang patut dan wajib Anda coba.
Dengan menampilkan foto produk yang ciamik dan berkualitas tinggi, pengguna Instagram cenderung akan mempercayai apa yang Anda jual. Mereka merasa produk Anda mempunyai value atau nilai lebih dibanding produk lain yang sejenis.
Bila Anda menetapkan harga yang tinggi, mungkin itu tidak menjadi masalah.
Hal ini tentu sangat berbeda jika Anda fokus berjualan di e-Commerce yang cenderung sensitif terhadap harga.
Bila diibaratkan di dunia nyata, e-Commerce adalah pasar dan sosial media (terutama Instagram) adalah supermarket.
Di pasar harganya mungkin lebih murah, namun mungkin suasananya becek dan banyak copetnya. Sedangkan di supermarket harganya mungkin sedikit lebih mahal, namun kondisinya lebih kondusif.
Anda bisa berbelanja dengan suasana yang bersih, nyaman dan aman. Meskipun pelanggan tahu harga pasarnya itu berapa, tetapi mereka rela membayar lebih karena value yang diberikan supermarket.
Dari dua tempat ini, Anda tentu bisa menyimpulkan siapa target marketnya dan kenapa mereka rela membeli.
Berjualan di Instagram juga bisa menghindari perang harga dari penjual lain sehingga Anda bisa mendapat profit yang lebih banyak.
Anda tidak perlu khawatir jika barang dagangan kurang laku di Instagram. Mungkin strategi Anda salah atau mungkin belum pernah mempromosikan produk-produk yang Anda jual.
Jadi, coba ubah strateginya dan coba promosikan produk Anda. Untuk promosi produk, ada beberapa teknik yang bisa dilakukan. Anda bisa melakukan promosi melalui endorsement, giveaway, fitur hastag, atau menggunakan Instagram ads.
Jika Anda melakukannya secara konsisten, banyak pengguna yang mengenali produk Anda dan akhirnya membeli.
Banyak pengguna Instagram yang memposting foto sambil menggunakan atau mengenalkan sebuah produk seseorang secara cuma-cuma.
Nah, ini kesempatan emas untuk Anda. Jika produk Anda dirasa unik atau keren, pelanggan Anda mungkin rela memposting foto bersama produk Anda. Mereka malah biasanya akan bangga jika produk Anda sudah terkenal.
Setelah itu, pelanggan tersebut biasanya akan mendapat banyak likes dan komentar. Akhirnya, produk Anda otomatis sudah dipromosikan secara tidak langsung.
Bila pelanggan Anda tidak mau mengunggahnya di akun pribadinya, seringkali mereka memberikan foto testimoni setelah produk sampai. Anda bisa gunakan foto tersebut untuk diunggah di akun bisnis Anda. Dengan begitu, Anda akan membangun kepercayaan pengguna Instagram lainnya untuk mampir ke akun Anda.
Jika Anda memberikan service yang memuaskan, pembeli yang sudah membeli produk biasanya akan kembali kepada Anda. Mereka-mereka ini yang bisa menjadi pelanggan tetap, bahkan mungkin menjadi seorang reseller/dropshipper. Mereka akan melakukan repeat order kepada Anda dan akhirnya omset Anda akan semakin meningkat.
Ada banyak sekali fitur yang ditawarkan oleh Instagram. Anda tidak perlu bingung menggunakannya karena semua fitur di Instagram sangat mudah untuk digunakan. Fitur-fitur ini juga bisa memaksimalkan penjualan Anda.
Berikut ini adalah beberapa fitur yang bisa Anda coba:
Nah, itu dia beberapa alasan kenapa Anda harus memulai berjualan di Instagram. Semuanya sudah kami jelaskan, Anda hanya perlu untuk memulai dan melangkah.
Jika Anda melewatkan kesempatan emas ini, Anda bisa tertinggal jauh oleh kompetitor Anda. Hal seperti ini tidak ingin Anda alami bukan?
Kami membutuhkan data username dan password untuk login dan manage akun Anda NON STOP hingga pesanan anda selesai. Kami akan bantu carikan follower yang tertarget untuk Anda. Dan Anda tetap bisa beraktifitas seperti biasa tanpa harus terganggu dengan sistem kami.
Bahkan selama masa PROMO, kami akan menyapa langsung follower secara persuasif dengan menjaga kenyamanan privacy follower. Terbukti dapat meningkatkan closing rate yang sangat signifikan. Layanan ini kami sediakan GRATIS selama masa PROMO.
Tarif layanan kami adalah Rp.500 per follower (PROMO Rp.250 per follower), minimal pesanan adalah 500 follower. Untuk layanan Direct Message kepada follower adalah Rp 200.000 per bulan (PROMO GRATIS)
REKENING KAMI : BCA, MANDIRI, BNI, BRI, BSM, MEGA, BTN atas nama Primanda Rama Yusendo
** jika ingin INSTANT/JASA SUNTIK tanpa membutuhkan password bisa KLIK DISINI
KEUNTUNGAN* MENGGUNAKAN JASA KAMI :
1. Hemat Waktu (anda tinggal fokus pada penjualan / update konten yang relevan)
2. Followers Benar Benar Real Human dan Tertarget (bukan robot atau akun palsu)
3. Target Market Akurat (bisa diserahkan sepenuhnya pada kami atau request target khusus)
4. Proses Non Stop Optimasi, Sehingga Lebih Maksimal Hasilnya (namun tetap aman karena proses natural)
5. *Omzet Meningkat (cek syarat dan ketentuan berlaku dibawah)
6. *Bergaransi Followers Tidak Akan Turun (cek syarat dan ketentuan berlaku dibawah)
7. JUJUR & AMANAH (silahkan ikuti semua akun media sosial kami dibawah)