1. Telaah Q.S. Ar-Rum (30): 41
Ayat (Arab):
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
Terjemahan:
“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).”
Pesan utama: Ayat ini menjelaskan bahwa kerusakan alam dan lingkungan terjadi akibat ulah manusia sendiri. Maka manusia harus sadar dan kembali menjaga kelestarian lingkungan.
2. Inti Pesan Q.S. Al-A’raf (7): 85
“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi setelah (Allah) menciptakannya dengan baik.”
Pesan utama: Allah memerintahkan manusia untuk menjaga bumi dan tidak merusaknya, karena bumi sudah Allah ciptakan dengan sebaik-baiknya.
3. Penerapan di Sekolah:
Menjaga kebersihan kelas dan halaman sekolah.
Membuang sampah pada tempatnya dan memilah sampah organik/anorganik.
Menghemat penggunaan air dan listrik di sekolah.
Menanam serta merawat tanaman di lingkungan sekolah.
Melakukan kegiatan peduli lingkungan seperti kerja bakti.
4. Hadis tentang lingkungan:
Makna simbolik “menanam bibit kurma meski kiamat hampir tiba”:
➝ Hadis ini bermakna bahwa manusia harus selalu berbuat kebaikan dan menjaga lingkungan walaupun dalam keadaan sulit. Artinya, jangan berhenti berbuat baik, sekecil apapun.
Bentuk “duri” di jalan yang kita temui sehari-hari:
➝ Segala sesuatu yang mengganggu, mengotori, atau membahayakan orang lain. Contohnya: sampah plastik berserakan, pecahan kaca, paku, batu di jalan, kabel berserakan, atau genangan air yang membuat licin.
👉 Jadi, inti jawabannya: Kita diperintahkan menjaga bumi, tidak merusak lingkungan, dan selalu berbuat kebaikan meskipun kecil, seperti menanam pohon atau membuang sampah pada tempatnya.