Pengertian
Ecofaucet diambil dari bahasa Inggris, Economical yang berarti hemat dan Faucet yang berarti keran air. Ecofaucet atau Keran Penghemat Air merupakan keran air yang dimodifikasi rangkaiannya untuk membatasi penggunaan air yang berlebihan.
Latar Belakang
Salah satu permasalahan lingkungan yang terjadi di SMA Negeri 13 Bandung adalah kerap terjadi krisis air wudu, sehingga kegiatan beribadah yang akan berlangsung menjadi terhambat.
Oleh karena itu, kelompok 1 XII 3 memikirkan penyelesaian masalah tersebut dengan membuat keran air otomatis yang dapat membatasi debit air yang digunakan, sehingga pemakaian air menjadi lebih efisien. Keran air otomatis ini dinamakan 'Ecofaucet' yang merupakan singkatan dari Economical yang berarti hemat dan faucet yang berarti keran.
Manfaat
Mengatur limit air yang digunakan
Penggunaannya lebih efisiensi
Menyelesaikan permasalah air yang ada di SMAN 13 Bandung
Alat dan Bahan
Alat
Solder
Cutter
Gunting
Lem tembak
Bahan
Kabel 1 meter
Rechargable battery 18650
Timah solder
Isi lem tembak
Modul relay 1 channel 5V
Automatic solenoid valve
Sensor infra merah
Battery holder
Solar panel 6V
Modul TP4056
Adaptor 12V
Solatip pipa
Kabel ties
Kaca akrilik
Keran
Kabel seri
Isolasi pipa
Dobel nepel
Sambungan pipa drat ½ ke½ inch
Saklar
Mur torn plastic
Langkah-langkah
Dalam pembuatan keran air otomatis 'Ecofaucet' memuat beberapa langkah-langkah seperti berikut:
1. Pembuatan baterai dengan solar panel
-) Siapkan bahan-bahannya terdiri dari solar panel, kabel, Modul TP 40 untuk proteksi, dan holder baterai isi 4
-) Sambungkan kabel ke solar panel dan juga Modul TP, pastikan plus minus keduanya sama. Jadi, plus di solar panel sama Modul TP, begitu juga dengan minus-пуa
-) Kemudian dari modul TP ke baterai disambungkan dengan kabel ke plus minus pada solar panel, pastikan plus minus-nya itu sama
2. Pembuatan ASV dengan modul
-) Sambungkan kabel di Modul TP ke Modul Relay. Bagian positif di Modul TP disambungkan ke Pin VCC yang ada pada Modul Relay dan bagian yang negatif disambungkan ke Pin Ground di VCC
-) Setelah itu pin yang terdapat pada sensor digabungkan dengan pin yang betada pada Modul Relay. Pastikan pin VCC Ground dan out masing-masing sama/sinkron, katena jika salah bisa terjadi korsleting pada modul
-) Sambungkan pin NO di Modul Relay ke, salah satu kaki ASV menggunakan kabel, dan sambungkan Modal TP ke kaki ASV yang lain
3. Pembuatan Housing
-) Buatlah pola balok dengan ukuran panjang 8,5 cm, lebar 7,5 cm, dan tinggi 9 cm pada kaca akrilik.
-) Buatlah pola sekat dengan ukuran 2 cm x 8.5 cm pada kaca akrilik dan dibuat sebanyak tiga buah
-) Kemudian pola tersebut dipotong menggunakan gerinda dan digabungkan setiap sisinya menggunakan lem tembak
4. Penggabungan
-) Masukkan seluruh kompartemen keran otomatis ke dalam housing sesuai dengan sekat-sekat yang sudah dibuat sebelumnya
-) Kompartemen-kompartemen yang dimasukkan ke dalam housing diikat menggunakan kabel ties supaya lebih rapih dan juga tidak bergoyang-goyang