Sebenarnya pembuatan nastar sangat sederhana, namun membutuhkan trik dan keuletan di setiap pembuatannya. Tentunya jika bentuk nastar kurang cantik akan kurang menggugah selera, meski rasanya enak. Terutama bagi kalian yang membuat nastar untuk di jual. Kesalahan yang umum dan sering terjadi pada pembuatan nastar adalah kueh nastar yang retak, oleh karena itu saya merangkum trik agar nastar tidak retak.
1. Tambahkan bahan olesan setesah ¾ matang
Tips yang pertama yaitu sebaiknya panggang terlebih dahulu nastar sampai ¾ matang. Setelah itu baru keluarkan nastar dari oven dan baluri dengan bahan olesan telur. Setelah itu panggang lagi nastar. Olesan ini perlu dilakukan beberapa kali untuk menghasilkan nastar yang benar-benar mulus dan cantik.
2. Jangan terlalu lembek
Para pembuat kueh tentunya sudah paham perbandingan antara tepung dengan mentega. Nah dalam pembuatan nastar agar tidak pecah, kalian harus tau benar dan memberikan perbandingan yang tepat antara mentega dan tepung.
3. Selai nanas yang terlalu lembek
Pemilihan isian dalam pembuatan kueh nastar ternyata sangat penting. Selai nanas yang terlalu lembek akan membuat nastar terlalu basah dan meletup, hingga akhirnya membuat kueh nastar pecah. Banyak sekali pilihan prodak selai nanas di pasaran, jadi bisa pilih yang sesuai keperluan yaaaa. Namun jika kalian sudah terlanjur membeli selai nanas yang lembek, kalian bisa sangrai selai nanas di atas teflon agar kadar airnya mengurang.
4. Suhu oven yang terlalu tinggi
Kueh nastar sangat jauh berbeda dengan cake atau roti yang membutuhkan suhu tinggi agar bisa mengembang. Suhu oven yang terlalu tinggi ternyata bisa membuat adonan kue nastar jadi retak. Jadi gunakanlah suhu oven yang rendah untuk memanggang kueh nastar.
Penulis,
Rani Oktaviani
https://bit.ly/nastarantipecah
Sejarah Kaasstengels.
Taukah kamu kastengel merupakan salah satu kue kering termahal???
Di negeri asalnya Belanda, kastengel bukan merupakan kue yang ada ketika hari raya. Kue kastengel di Belanda dijasikan sebagai alat pengganti mata uang. Hal ini terjadi karana, bahan dasar kastengen yaitu keju yang sangat mahal. Sehingga dianggap sebagai makanan bergengsi khususnya di kota Krabbedjike. Penduduk kota Krabbedjike melakukan jual beli dengan cara barter menggunakan kaasstengels.
Kaasstengels berasal dari bahasa Belanda yang mempunyai arti Kaas yaitu keju dan stengel yeitu batang. Sehingga Kaasstengels dapat diartikan sebagai kue kering yang mempunyai keju di dalam dan di luar adonannya yang berbentuk memanjang dengan ukuran kurang lebih 3-4 cm. Jenis keju yang digunakan beraneka ragam, ada keju Gouda, Eda, atau keju Cheddar.
Di Belanda, kaasstengels memiliki panjang sekitar 30 cm. Penyajian kastengel di sana mirip penyajian roti baguette asal Perancis. Yaitu disantap dengan sup panas, atau dipotong-potong untuk jadi pelengkap seporsi salad.
Kaasstengels masuk ke indonesia pada masa kolonial Belanda. Pada masa ini, kaasstengels disajikan di rumah-rumah pejabar atau pegawai Belanda yang menikahi perempuan Indonesia. Karena proses itulah kemudian, kastengel masih awet dinikmati di Indonesia, terutama di hari raya.
Wanita Belanda maupun wanita pribumi yang akan mengolahnya kesulitan dalam mencari oven yang berukuran besar seperti oven-oven di dapur Belanda. Karena hal inilah, adonan kaasstengels akhirnya dibentuk dalam potongan kecil-kecil agar bisa muat ke dalam loyang, yaitu sepanjang 3-4 cm saja.
Penulis,
Rani Oktaviani
https://bit.ly/alloktavia