💚 1. Empathize
Pada tahap Empathize, kami mencoba memahami permasalahan yang berkaitan dengan daur ulang dan pengelolaan sampah di lingkungan sekitar. Tema yang diberikan kepada kelompok kami adalah Katalog Digital Daur Ulang, sehingga kami perlu mencari salah satu contoh kegiatan atau produk daur ulang yang dapat dimasukkan ke dalam katalog.
Dari permasalahan yang ada, kami melihat bahwa sampah organik seperti sisa buah dan sayuran masih sering dibuang begitu saja. Padahal, beberapa jenis sampah organik masih dapat dimanfaatkan dan diolah menjadi sesuatu yang berguna. Oleh karena itu, kami mempelajari berbagai contoh pemanfaatan sampah organik yang dapat dijadikan isi dari katalog digital.
Salah satu produk yang kemudian kami bahas adalah eco enzyme. Eco enzyme berkaitan dengan pemanfaatan sisa organik sehingga sesuai untuk dimasukkan sebagai salah satu contoh dalam katalog digital daur ulang. Pada tahap ini, kami mencari informasi mengenai eco enzyme agar dapat mengetahui pengertian, bahan, proses pengolahan, manfaat, dan pemanfaatannya.
🔎 2. Define
Pada tahap Define, kami menentukan permasalahan yang akan menjadi dasar pembuatan katalog. Dari hasil pemahaman sebelumnya, kami menemukan bahwa masih banyak orang yang belum mengetahui bahwa sampah organik dapat dimanfaatkan kembali melalui berbagai cara.
Selain itu, informasi mengenai cara mengolah sampah organik menjadi sesuatu yang bermanfaat belum tentu mudah ditemukan atau dipahami oleh siswa. Karena itu, dibutuhkan sebuah media yang dapat menyampaikan informasi mengenai daur ulang secara sederhana, menarik, dan mudah diakses.
Permasalahan tersebut kemudian kami hubungkan dengan tema Katalog Digital Daur Ulang. Agar katalog memiliki isi yang lebih spesifik, kami mengangkat eco enzyme sebagai salah satu contoh pengolahan sampah organik yang akan dibahas di dalam katalog.
Dengan demikian, permasalahan utama yang ingin kami angkat adalah bagaimana menyajikan informasi tentang pemanfaatan sampah organik, khususnya eco enzyme, dalam bentuk katalog digital yang menarik dan mudah dipahami.
💡 3. Ideate
Pada tahap Ideate, kami mulai mencari ide untuk mengembangkan tema Katalog Digital Daur Ulang menjadi sebuah produk digital yang informatif. Kami menentukan bahwa katalog akan berisi informasi mengenai salah satu bentuk pemanfaatan sampah organik, yaitu eco enzyme.
Katalog digital dirancang tidak hanya berisi penjelasan berupa teks, tetapi juga dilengkapi dengan gambar atau ilustrasi yang sesuai agar lebih menarik. Isi katalog dapat disusun mulai dari pengertian eco enzyme, alasan pemanfaatan sampah organik, bahan yang diperlukan, proses pembuatannya, manfaat, hingga pemanfaatannya.
Kami juga mempertimbangkan media yang akan digunakan untuk membuat katalog. Katalog dapat dirancang menggunakan aplikasi seperti Canva dan kemudian ditampilkan melalui media digital seperti Google Sites atau media sosial sekolah.
Ide utama dari produk ini adalah mengubah informasi mengenai pengelolaan sampah menjadi katalog digital yang sederhana, menarik, dan edukatif, sehingga pembaca tidak hanya mengetahui tentang eco enzyme tetapi juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya memanfaatkan sampah organik.
🖥️ 4. Prototype
Pada tahap Prototype, kami mulai membuat bentuk awal dari katalog digital berdasarkan ide yang telah dibuat. Kami menyusun isi katalog secara berurutan agar pembaca dapat mengikuti informasi dengan mudah.
Halaman pertama dapat berupa cover dengan judul “Katalog Digital Daur Ulang: Eco Enzyme”. Setelah itu, terdapat bagian latar belakang yang menjelaskan permasalahan sampah organik dan alasan mengapa sampah tersebut perlu dimanfaatkan.
Selanjutnya, kami memasukkan pengertian eco enzyme agar pembaca mengetahui produk yang dibahas. Kemudian terdapat bagian bahan dan alat, cara atau proses pembuatan, serta manfaat dan pemanfaatan eco enzyme.
Pada bagian akhir, kami dapat menambahkan pesan atau ajakan untuk lebih peduli terhadap lingkungan, terutama dalam mengurangi sampah dan memanfaatkan kembali limbah organik.
Dalam membuat prototype, kami memperhatikan tata letak, ukuran tulisan, gambar, serta pemilihan desain agar katalog tidak terlalu penuh dan tetap nyaman dibaca. Tampilan katalog dibuat dengan nuansa yang berhubungan dengan alam dan lingkungan sehingga sesuai dengan konsep daur ulang.
✅ 5. Test
Pada tahap Test, katalog digital yang telah dibuat kemudian diperiksa untuk mengetahui apakah produk sudah sesuai dengan tema Katalog Digital Daur Ulang dan topik eco enzyme.
Kami mengevaluasi isi katalog, mulai dari kelengkapan informasi, penggunaan bahasa, urutan materi, hingga tampilan visual. Kami juga memastikan bahwa informasi yang diberikan dapat dipahami oleh pembaca dan tidak terlalu banyak menggunakan istilah yang sulit.
Selain itu, kami dapat meminta teman atau guru untuk memberikan masukan mengenai katalog yang telah dibuat. Jika terdapat bagian yang kurang jelas, desain yang terlalu ramai, atau informasi yang masih kurang, kami melakukan perbaikan berdasarkan hasil evaluasi tersebut.
Setelah melalui proses pengujian dan perbaikan, katalog diharapkan dapat menjadi media digital yang informatif, menarik, dan mudah dipahami, serta dapat membantu memperkenalkan eco enzyme sebagai salah satu contoh pemanfaatan sampah organik.
🌿 Kesimpulan
Melalui metode Design Thinking, kami mengembangkan tema yang diberikan, yaitu Katalog Digital Daur Ulang, menjadi sebuah katalog dengan pembahasan mengenai eco enzyme. Eco enzyme digunakan sebagai salah satu contoh pengolahan sampah organik yang dapat diperkenalkan melalui katalog.
Dengan adanya katalog digital ini, informasi mengenai pemanfaatan sampah organik dapat disampaikan dengan cara yang lebih kreatif dan mudah diakses. Selain menjadi media informasi, katalog ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan tidak langsung menganggap sampah sebagai sesuatu yang tidak memiliki nilai. 🌱♻️