Pramuka, singkatan dari Praja Muda Karana, adalah wadah bagi generasi muda yang suka berkarya dan berpetualang.
Ekstrakurikuler ini bukan sekadar baris-berbaris atau berseragam cokelat, melainkan sebuah sekolah kehidupan yang mengajarkan berbagai keterampilan dan membentuk karakter sejati. Anggota Pramuka dilatih untuk mandiri (mampu mendirikan tenda, memasak di alam terbuka, survival), disiplin (melalui Peraturan Baris Berbaris), dan bertanggung jawab (dengan menepati janji Tri Satya dan Dasa Dharma).
Melalui kegiatan seperti kemah, hiking, tali-temali, dan sandi, kita belajar bekerja sama dalam tim (jiwa korsa), memimpin, dan yang terpenting, mencintai alam serta sesama manusia. Pramuka membentuk jiwa yang tangguh, setia, dan siap sedia untuk mengabdi pada bangsa dan negara.
Di Pramuka, setiap tantangan adalah pelajaran, dan setiap kebersamaan adalah kenangan abadi.
Palang Merah Remaja (PMR) adalah wadah pembinaan anggota muda Palang Merah Indonesia (PMI), tempat di mana jiwa kemanusiaan dan kepedulian tumbuh subur.
Ekstrakurikuler ini melatih siswa untuk menjadi kader kesehatan dan penolong pertama di lingkungan sekolah dan masyarakat. Anggota PMR dibekali keterampilan vital seperti Pertolongan Pertama (PP), Perawatan Keluarga, dan pengetahuan tentang kesehatan remaja serta kebersihan lingkungan.
Lebih dari sekadar keterampilan teknis, PMR membentuk karakter yang relawan, sukarela, dan penuh empati. Mereka adalah garda terdepan di Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), siap siaga membantu teman yang sakit atau terluka tanpa memandang perbedaan.
Ekstrakurikuler Paskibra adalah kawah candradimuka untuk membentuk generasi muda yang disiplin, tangguh, dan berjiwa nasionalis.
Lebih dari sekadar keterampilan baris-berbaris (PBB) yang presisi, Paskibra melatih anggota untuk memiliki mental yang kuat, kedisiplinan tinggi, dan fokus yang tajam. Melalui latihan yang keras dan teratur, setiap anggota belajar tentang kekompakan tim, tanggung jawab (terutama sebagai petugas upacara bendera sekolah), dan pentingnya kepemimpinan.
Paskibra adalah wadah nyata untuk menumbuhkan cinta tanah air dan patriotisme. Ketika bendera merah putih dikibarkan dengan gagah, itu bukan hanya tentang gerakan, tetapi tentang penghormatan tulus pada simbol negara.
Ekstrakurikuler Paduan Suara adalah rumah bagi harmoni, tempat setiap suara unik disatukan untuk menciptakan resonansi yang indah dan memukau. Di sini, anggota dilatih untuk menguasai teknik vokal yang benar, termasuk pernapasan, intonasi, dan artikulasi. Namun, lebih dari itu, Paduan Suara mengajarkan esensi kolaborasi dan disiplin tinggi. Anggota belajar memahami partitur, mendengarkan timbre vokal yang berbeda (sopran, alto, tenor, bass), dan menyatu dalam harmoni tanpa menonjolkan diri.
Kegiatan ini secara rutin mempersiapkan penampilan untuk berbagai acara, mulai dari upacara sekolah hingga kompetisi tingkat daerah atau nasional. Mengikuti Paduan Suara akan menumbuhkan rasa percaya diri di atas panggung, meningkatkan kedisiplinan, dan memupuk semangat kebersamaan dalam tim untuk menghasilkan sebuah karya seni suara yang sempurna.
Ekstrakurikuler Orkestra adalah tempat di mana bakat individu melebur menjadi satu simfoni yang harmonis.
Ini adalah sebuah perpaduan unik antara disiplin klasik dan ekspresi musikal, melibatkan berbagai instrumen mulai dari alat musik gesek (biola, cello), tiup kayu, tiup logam, hingga perkusi. Di bawah arahan seorang konduktor, setiap anggota dilatih untuk menguasai teknik instrumennya dengan presisi tinggi, sambil menumbuhkan kemampuan mendengarkan dan koordinasi tim yang luar biasa.
Ekstrakurikuler Keroncong adalah jendela bagi siswa untuk menyelami harmoni warisan budaya musik Indonesia yang lembut dan syahdu.
Di tengah gempuran musik modern, keroncong hadir sebagai ruang pelestarian identitas bangsa. Anggota ekstrakurikuler ini akan belajar memainkan instrumen khas, seperti ukulele (cak dan cuk), gitar melodi, biola, dan kontrabas, yang bersama-sama menciptakan ritme 'keroncong-keroncong' yang unik.
Kegiatan ini tidak hanya mengajarkan keterampilan bermusik, tetapi juga menumbuhkan apresiasi terhadap seni tradisi dan disiplin dalam menguasai pola ritme yang khas. Anggota keroncong dilatih untuk berkolaborasi dalam sebuah orkes, menghasilkan lantunan lagu langgam dan stambul yang menenangkan, serta sesekali mengadaptasi lagu populer dengan sentuhan keroncong yang lebih fresh.
Ekstrakurikuler Teater adalah panggung di mana imajinasi menjadi hidup, tempat siswa belajar menjadi manusia seutuhnya—dengan segala emosi, konflik, dan dialognya.
Di Teater, siswa tidak hanya belajar berakting; mereka mempelajari keseluruhan proses produksi seni pertunjukan: mulai dari olah vokal dan olah tubuh, penghayatan karakter, hingga aspek non-akting seperti penulisan naskah, tata rias, tata busana, dan tata panggung.
Aktivitas ini merupakan media yang sangat efektif untuk membangun kepercayaan diri, melatih kemampuan komunikasi verbal dan non-verbal yang kuat, serta mengembangkan empati melalui pendalaman berbagai peran dan perspektif kehidupan. Teater mengajarkan bahwa keberhasilan sebuah pertunjukan terletak pada kerja tim yang solid, menghasilkan penampilan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menyampaikan pesan mendalam kepada penonton.