1.Tape pulu bolong
Saat ini sudah menjadi khas bagi masyarakat karena belakangan memiliki nilai ekonomi. Sejak dahulu, sering disajikan dalam pelbagai ritual adat dan terutama pada perayaan lebaran. Banyak rumah tangga di Soppeng yang menjadikan tape sebagai salah satu sumber pendapatan tambahan. Tape diproduksi secara tradisional dan dijual di pasar lokal maupun di kota-kota besar. Permintaan akan tape tinggi, terutama dalam acara pernikahan, upacara adat, dan perayaan keagamaan. Tape merupakan hasil fermentasi bahan pangan seperti singkong atau ketan yang menghasilkan produk beragi yang kaya akan probiotik. Proses fermentasi ini menghasilkan asam laktat yang membantu dalam pencernaan dan meningkatkan kesehatan saluran pencernaan. Tape juga mengandung enzim dan vitamin B kompleks yang bermanfaat bagi tubuh. Keistimewaan tape terletak pada daya tahannya yang lama. Proses fermentasi tape menghasilkan asam asetat dan asam laktat, yang membantu mengawetkan makanan ini dalam jangka waktu yang cukup lama. Hal ini membuat tape menjadi makanan yang tahan lama dan dapat disimpan untuk waktu yang lama tanpa mengalami kerusakan.
2.Sokko pipi
Dengan warna dan tekstur yang khas, memiliki aroma dan cita rasa yang lezat. Ketan hitam dikukus dengan hati-hati sehingga menghasilkan butiran ketan yang kenyal dan mengkilap. Ketan hitam ini dihidangkan sebagai nasi, yang diberi tambahan sedikit garam untuk memberikan sentuhan gurih yang lezat. Sarapan sokko pipi dan telur asin juga memberikan energi yang cukup untuk memulai hari dengan baik. Kombinasi karbohidrat dari nasi ketan hitam dan protein dari telur asin memberikan kestabilan energi yang tahan lama, sehingga memberikan kekuatan dan ketahanan tubuh dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Kombinasi tradisional ini memadukan keunikan cita rasa dan kenikmatan dalam satu hidangan yang sempurna untuk memulai hari dengan penuh semangat.
Petani Soppeng menggunakan pengetahuan dan kearifan lokal dalam memilih varietas padi, teknik penanaman, serta perawatan yang tepat untuk beras ketan hitam. Budidaya beras ketan hitam menjadi simbol dari kearifan lokal masyarakat Bugis dalam menjaga keseimbangan ekosistem pertanian
3.Tumbu pulu bolong
Merupakan salah satu hidangan lebaran khas Bugis seperti di Soppeng. Sajian ini berbahan dasar beras ketan dan santan. Kualitas rasa dan tekstur akan lebih bagus jika menggunakan ketan hitam. Proses pembuatan tumbu’ ditumbuk pada cetakan dengan wadah bulat seperti pipa, bisa juga menggunakan batang bambu yang sudah dibersihkan. Selesai dicetak, kemudian dibungkus daun pisang, diikat, dan direbus sampai matang. Memasaknya pun menghabiskan waktu yang cukup lama hingga matang sempurna. Tumbu’ pulu bolong memiliki nilai budaya yang kuat dalam masyarakat Bugis Soppeng, sering diberikan sebagai hadiah atau oleh-oleh dalam kunjungan ke rumah orang lain. Kehadiran Tumbu’ pulu bolong dalam budaya masyarakat Soppeng memperkaya warisan kuliner tradisional, bukan hanya sekadar makanan, tetapi juga simbol dari kebersamaan, persatuan, dan kearifan lokal.
4.Doko’-doko’ Cangkuning
Doko’ artinya bungkus yang diisi dengan adnonan yang disebut cangkuning. Cangkuning berbentuk bola-bola kecil (ukuran 2 centimeter) yang terbuat dari beras ketan hitam, dicampur parutan kelapa muda dan serutan gula merah. Identik dengan balutan daun pisang berbentuk kerucut, dan diminati oleh banyak kalangan. Dalam tradisi Bugis, Doko’-doko’ Cangkuning sering dihadirkan sebagai hidangan selamat datang atau hidangan penyambutan tamu istimewa. Makanan ini menjadi simbol keramahan, kehangatan, dan kegembiraan dalam menyambut tamu. Dengan menyajikan Doko’-doko’ Cangkuning, masyarakat Bugis ingin menunjukkan keramahan mereka dan menyampaikan rasa hormat serta kehormatan terhadap tamu yang datang. Selain itu, Doko’-doko’ Cangkuning juga sering dihidangkan dalam upacara pernikahan adat Bugis. Makanan ini menjadi bagian dari prosesi pernikahan dan melambangkan kebahagiaan serta harapan untuk kehidupan yang manis dan penuh keberkahan bagi pasangan yang menikah. Dalam perayaan pernikahan, Doko’-doko’ Cangkuning juga diberikan kepada tamu sebagai tanda penghargaan atas kehadiran mereka dalam momen yang berharga tersebut.