Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Kambo, dibentuk berdasarkan Surat keputusan (SK) Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Palopo Nomor 50/SK/PAREKRAF/IX/2021 Tanggal 07 September 2021. POKDARWIS KAMBO dibentuk sebagai wadah pemerhati kepariwisataan Kambo yang tumbuh dari inisiatif kelompok mesyarakat khususnya pemuda. Visi yang diusung oleh Pokdarwis Kambo adalah menjadikan Kambo sebagai kampung wisata yang layak kunjung, berwawasan lingkungan dan berdampak secara sosial ekonomi. Kepengurusan yang baru berkomitmen mewujudkan Sapta Pesona dan CHSE sebagai kampung wisata berkelanjutan.
Nama Desa : Kambo
Kecamatan : Mungkajang
Kelurahan : Kambo
Topografi : Pegunungan dan lembah
Luas Wilayah : 11.42 km2
Jungle tracking menuju Puncak Sarangsarang menampilkan keragaman hayati khas Sulawesi dan perkebunan rakyat berupa durian, langsat, rambutan dan cengkeh. Daya tarik paling istimewa di puncak ini adalah suguhan gumpalan awan yang menyelimuti kawasan puncak (negeri di atas awan).
Bukit bintang adalah tempat paling indah menyaksikan wilayah Kota Palopo dari ketinggian saat malam hari, dan tempat yang paling tepat menyaksikan sunrise Teluk Bone saat fajar menyingsing. Dengan akses yang cukup mudah, Bukit Bintang menjadi primadona bagi wisatawan yang ingin menghabiskan waktu di Kambo.
Mayoritas penduduk Kambo adalah petani. Mereka memiliki kebun durian, langsat dan rambutan, selain juga memelihara tanaman cengkeh, lengkuas, jahe dan sayur-sayuran.
Jungle tracking menuju Puncak Sarangsarang menampilkan keragaman hayati khas Sulawesi dan perkebunan rakyat berupa durian, langsat, rambutan dan cengkeh. Daya tarik paling istimewa di puncak ini adalah suguhan gumpalan awan yang menyelimuti kawasan puncak (negeri di atas awan).
Bukit bintang adalah tempat paling indah menyaksikan wilayah Kota Palopo dari ketinggian saat malam hari, dan tempat yang paling tepat menyaksikan sunrise Teluk Bone saat fajar menyingsing. Dengan akses yang cukup mudah, Bukit Bintang menjadi primadona bagi wisatawan yang ingin menghabiskan waktu di Kambo.
Mayoritas penduduk Kambo adalah petani. Mereka memiliki kebun durian, langsat dan rambutan, selain juga memelihara tanaman cengkeh, lengkuas, jahe dan sayur-sayuran.
Jungle tracking menuju Puncak Sarangsarang menampilkan keragaman hayati khas Sulawesi dan perkebunan rakyat berupa durian, langsat, rambutan dan cengkeh. Daya tarik paling istimewa di puncak ini adalah suguhan gumpalan awan yang menyelimuti kawasan puncak (negeri di atas awan).
Bukit bintang adalah tempat paling indah menyaksikan wilayah Kota Palopo dari ketinggian saat malam hari, dan tempat yang paling tepat menyaksikan sunrise Teluk Bone saat fajar menyingsing. Dengan akses yang cukup mudah, Bukit Bintang menjadi primadona bagi wisatawan yang ingin menghabiskan waktu di Kambo.
"Selamat Desa Wisata Kambo berhasil masuk dalam 50 besar desa wisata terbaik di ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022.
Saya sangat takjub, pertama pemandangan ini sangat indah dan epik serta ikonik. Pemandangan ini juga jadi daya tarik yang sangat bisa dikemas dalam konsep sunrise dan sunset"
- Sandiaga Uno (Menteri Pariwisata dan Ekonomi