Surga snorkeling dan island hopping.
Kawasan Wisata Mandeh adalah destinasi unggulan di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, yang dikenal sebagai “Raja Ampat-nya Sumatera”. Kawasan ini menawarkan perpaduan panorama laut biru, pulau-pulau kecil, teluk yang tenang, terumbu karang yang indah, serta perbukitan hijau yang mengelilinginya. Dari puncak Mandeh, pengunjung dapat menikmati pemandangan teluk yang sangat ikonik dan fotogenik.
Selain menikmati panorama, wisatawan dapat melakukan berbagai aktivitas seperti snorkeling, diving, island hopping, banana boat, kayak, hingga berfoto di spot-spot alam yang menawan. Kawasan ini juga dekat dengan perkampungan nelayan, sehingga menghadirkan pengalaman wisata budaya dan kuliner laut segar.
Wisata Mandeh
Spot selam favorit dengan dinding karang yang indah dan air jernih.
antai tenang dengan pasir lembut dan air biru jernih.
Kampung pesisir yang asri dengan suasana tradisional dan panorama laut
Pantai berpasir putih bersih dengan pemandangan laut yang memikat
Kawasan Wisata Mandeh merupakan salah satu destinasi bahari paling terkenal di Sumatera Barat yang mengalami perkembangan pesat dalam dua dekade terakhir. Pada awalnya, kawasan ini hanyalah deretan perkampungan nelayan dan gugusan pulau kecil yang menyebar di sekitar Teluk Carocok Tarusan. Masyarakat setempat hidup sederhana sebagai nelayan, petani, dan pelaku usaha kecil, sementara potensi keindahan alam Mandeh masih belum banyak dikenal di luar wilayah Pesisir Selatan.
Memasuki awal tahun 2000-an, keberadaan teluk yang tenang, dinding perbukitan hijau, serta pulau-pulau seperti Cubadak, Setan, dan Sironjong mulai menarik perhatian para pegiat wisata bahari dan pengunjung yang datang secara sporadis. Kejernihan air, kekayaan terumbu karang, serta kombinasi pemandangan laut dan bukit yang dramatis membuat banyak pihak melihat Mandeh sebagai kawasan wisata masa depan.
Momentum besar terjadi pada tahun 2015 ketika pemerintah secara resmi menetapkan Mandeh sebagai Kawasan Wisata Bahari Terpadu (KWBT) Mandeh. Pencanangan ini menjadi titik balik penting bagi perkembangan kawasan. Sejak itu, perhatian pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten diarahkan untuk membangun akses jalan, memperbaiki infrastruktur, menata area wisata, serta memperluas promosi Mandeh sebagai destinasi unggulan.
Pembangunan infrastruktur, terutama jalan menuju puncak kawasan yang menyajikan panorama teluk Mandeh dari ketinggian, menjadikan akses wisata semakin mudah. Tidak hanya fasilitas fisik, berbagai program pemberdayaan masyarakat juga dilakukan untuk mengembangkan konsep ekowisata dan community-based tourism, sehingga penduduk lokal dapat menjadi bagian utama dalam pengelolaan homestay, jasa kapal wisata, kuliner, hingga pemandu wisata.
Seiring promosi besar-besaran yang menyebut Mandeh sebagai “Raja Ampat-nya Sumatera”, minat wisatawan meningkat tajam. Beragam aktivitas wisata berkembang: island hopping, snorkeling, diving, banana boat, trekking bukit, hingga fotografi panorama. Banyak pengunjung datang untuk melihat keindahan sironjong kecil yang terkenal dengan spot lompat tebing, pasir putih di sejumlah pulau, serta kawasan dinding karang yang menarik untuk selam.
Pertumbuhan ekonomi masyarakat pun mengikuti perkembangan pariwisata. Penduduk mulai membuka homestay, usaha katering laut, penyewaan boat, hingga spot foto dan wahana wisata. Mandeh yang dulunya sunyi kini menjadi pusat aktivitas wisata bahari yang hidup sepanjang tahun.
Dengan perpaduan keindahan alam, kekayaan bawah laut, sejarah kawasan, serta keterlibatan penuh masyarakat lokal, Mandeh kini telah bertransformasi menjadi salah satu destinasi ikon Sumatera Barat. Dari kawasan pesisir yang sederhana, Mandeh tumbuh menjadi kawasan wisata bahari terpadu yang dikenal secara nasional bahkan internasional, dan terus berkembang sebagai sumber kesejahteraan baru bagi warganya.
WebGIS Kawasan Wisata Mandeh