Search this site
Embedded Files
WAROENG IDE

KAOS CUSTOM

BICARA LEWAT KAOS

KAOS CUSTOM

bands, idola, curhat dll

BELI

KAOS GROUP - KOMUNITAS

fans, custom design, komunitas, company, promo dll

BELI

WAROENG IDE


adalah industri kecil custom t shirt yang berada di Semarang, biasa mengerjakan bermacam pesanan kaos untuk komunitas, maupun satuan dengan design custom.

pengerjaan kaos atas dasar permintaan pelanggan, mau murah sampai yang mewah.

Ide berawal dari seorang yang teman berjulukan "LEK MEN KEBO" yang susah di ajak ngobrol ketika berkumpul, tapi sangat rajin membaca tulisan di reklame2 dan baliho2 di jalanan.

seolah tulisan yang terpampang jelas dan menggelitik lebih mampu membuatnya bersuara,..

Soo,.. kenapa malu suarakan idemu di kaosmu..??

PERLU DIINGAT WAROENG IDE LEKMEN KEBO BUKAN ONLINE SHOP YANG BERGERAK SEBAGAI MAKELAR / BROKER, KARENA SEMUA DIKERJAKAN DI TEMPAT KAMI.

silahkan ikuti map mbah google di bawah sendiri untuk menemukan tempat kami.

live interview, konsultasi design, bahan kaos, jenis sablon, bisa kunjungi workshop waroeng ide

JL PERUM DOLOG TLOGOSARIWETAN RT5 RW4 SEMARANG

089650220708

LOKASI

KEPO SEJARAH KAOS

Kaus oblong atau disebut juga sebagai T-shirt adalah jenis pakaian yang menutupi sebagian lengan, seluruh dada, bahu, dan perut. Kaus oblong biasanya tidak memiliki kancing, kerah, ataupun saku. Pada umumnya, kaus oblong berlengan pendek (melewati bahu hingga sepanjang siku) dan berleher bundar. Bahan yang umum digunakan untuk membuat kaus oblong adalah katun atau poliester (atau gabungan keduanya).

Mode kaus oblong meliputi mode untuk wanita dan pria, dan dapat dipakai semua golongan usia, termasuk bayi, remaja, ataupun orang dewasa. Kaus oblong pada mulanya digunakan sebagai pakaian dalam. Sekarang kaus oblong tidak lagi hanya digunakan sebagai pakaian dalam tetapi juga sebagai pakaian sehari-hari.

T-Shirt atau kaus oblong pada awalnya digunakan sebagai pakaian dalam tentara Inggris dan Amerika pada abad 19 sampai awal abad 20. Asal muasal nama inggrisnya, T-shirt, tidak diketahui secara pasti. Teori yang paling umum diterima adalah nama T-shirt berasal dari bentuknya yang menyerupai huruf "T", atau di karenakan pasukan militer sering menggunakan pakaian jenis ini sebagai "training shirt"

KAOS KAOS KAOS

Masyarakat umum belum mengenal penggunakan kaus atau T-Shirt dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan, para tentara yang menggunakan kaus oblong tanpa desain ini pun hanya menggunakannya ketika udara panas atau aktivitas-aktivitas yang tidak menggunakan seragam. Ketika itu warna dan bentuknya (model) itu-itu melulu. Maksudnya, benda itu berwarna putih, dan belum ada variasi ukuran, kerah dan lingkar lengan

T-shirt alias kaus oblong ini mulai dipopulerkan sewaktu dipakai oleh Marlon Brando pada tahun 1947, yaitu ketika ia memerankan tokoh Stanley Kowalsky dalam pentas teater dengan lakon “A Street Named Desire” karya Tenesse William di Broadway, AS. T-shirt berwarna abu-abu yang dikenakannya begitu pas dan lekat di tubuh Brando, serta sesuai dengan karakter tokoh yang diperankannya. dan film Rebel Without A Cause (1995) yang dibintangi James Dean. Pada waktu itu penonton langsung berdecak kagum dan terpaku. Meski demikian, ada juga penonton yang protes, yang beranggapan bahwa pemakaian kaus oblong tersebut termasuk kurang ajar dan pemberontakan. Tak pelak, muncullah polemik seputar kaus oblong.

PROKLAMATOR KAOS..???

Polemik yang terjadi yakni, sebagian kalangan menilai pemakaian kaus oblong – undershirt – sebagai busana luar adalah tidak sopan dan tidak beretika. Namun di kalangan lainnya, terutama anak muda pasca pentas teater tahun 1947 itu, justru dilanda demam kaus oblong, bahkan menganggap benda ini sebagai lambang kebebasan anak muda. Dan, bagi anak muda itu, kaus oblong bukan semata-mata suatu mode atau tren, melainkan merupakan bagian dari keseharian mereka.

Polemik tersebut selanjutnya justru menaikkan publisitas dan popularitas kaus oblong dalam percaturan mode. Akibatnya pula, beberapa perusahaan konveksi mulai bersemangat memproduksi benda itu, walaupun semula mereka meragukan prospek bisnis kaus oblong. Mereka mengembangkan kaus oblong dengan pelbagai bentuk dan warna serta memproduksinya secara besar-besaran. Citra kaus oblong semakin menanjak lagi manakala Marlon Brando sendiri – dengan berkaus oblong yang dipadu dengan celana jins dan jaket kulit – menjadi bintang iklan produk tersebut.

Mungkin, dikarenakan oleh maraknya polemik dan mewabahnya demam kaus oblong di kalangan masyarakat, pada tahun 1961 sebuah organisasi yang menamakan dirinya “Underwear Institute” (Lembaga Baju Dalam) menuntut agar kaus oblong diakui sebagai baju sopan seperti halnya baju-baju lainnya. Mereka mengatakan, kaus oblong juga merupakan karya busana yang telah menjadi bagian budaya mode

Demam kaus oblong yang melumat seluruh benua Amerika dan Eropa pun terjadi sekita tahun 1961 itu. Apalagi ketika aktor James Dean mengenakan kaus oblong dalam film Rebel Without A Cause, sehingga eksistensi kaus oblong semakin kukuh dalam kehidupan di sana.

Perlahan namun pasti, T-shirt mulai menjadi bagian dari busana keseharian yang tidak hanya dipakai untuk pakaian dalam, tetapi juga menjadi pakaian luaran. Pada pertengahan tahun 50an, T-shirt sudah mulai menjadi bagian bagian dari dunia fashion. Namun baru pada tahun 60an ketika kaum hippies mulai merajai dunia, T-shirt benar-benar menjadi state of fashion itu sendiri. Sebagai sebuah simbol (lagi-lagi) anti kemapanan, para hippies ini menggunakan T-shirt/kaus sebagai salah satu simbolnya. Semenjak saat itulah revolusi T-shirt terjadi secara total. Para penggiat bisnis menyadari bahwa T-shirt dapat menjadi medium promosi yang amat efektif serta efesien. Segala persyaratan sebagai medium promosi yang baik ada di T-shirt. Murah, mobile, fungsional, dapat dijadikan suvenir, dan seterusnya.

Di saat yang bersamaan, kelompok-kelompok tertentu macam hippies, komunitas punk, atau organisasi politik, juga menyadari bahwa T-shirt dapat menjadi medium propaganda yang sempurna selain medium yang telah ada. Statement apapun dapat tercetak diatasnya, tahan lama, dan penyebarannya mampu melewati batas-batas yang tidak dapat dicapai oleh medium lain, seperti poster misalnya.

Dengan segala kesempurnaannya, T-shirt tidak lagi menjadi sederhana. Jelas, secara fungsional benda tersebut masih berlaku sebagai sebuah sandang. Namun dibalik itu semua, T-shirt memiliki value yang melebihi dari fungsi dasarnya. Desain T-Shirt yang terus berkembang sampai sekarang selaras dengan perkembangan manusia dan teknologi yang memang terus berkembang. Sejarah akan terus mencatat desain berbagai kaus seperti tie dye yang lekat dengan flowers generation, komunitas punk yang lekat dengan T-Shirt sobek, polos bahkan dengan desain typohraphy yang mencolok, dan siapa yang tidak kenal dengan kaus I Love New York yang fenomenal itu.

KAPAN SIH MULAI ADA DI INDONESIA ..????

Di Indonesia, konon, masuknya benda ini karena dibawa oleh orang-orang Belanda. Namun ketika itu perkembangannya tidak pesat, sebab benda ini mempunyai nilai gengsi tingkat tinggi, dan di Indonesia teknologi pemintalannya belum maju. Akibatnya benda ini termasuk barang mahal.

Namun, kaus oblong baru menampakkan perkembangan yang signifikan hingga merambah ke segenap pelosok pedesaan sekitar awal tahun 1970. Ketika itu wujudnya masih konvensional. Berwana putih, bahan katun-halus-tipis, melekat ketat di badan dan hanya untuk kaum pria. Beberapa merek yang terkenal waktu itu adalah Swan dan 77. Ada juga merek Cabe Rawit, Kembang Manggis, dan lain-lain. Dan tren kaus oblong rupa-rupanya direkam pula oleh Kartunis GM Sudarta melalui tokoh Om Pasikom dan kemenakannya dengan tajuk "Generasi Kaus Oblong" (Harian Kompas, 14 Januari 1978).

Tahun 1990 an adalah tahun dimana dunia kaus Indonesia diramaikan oleh maraknya insan-insan kreatif yang menjual kaus dengan design sendiri dan memproduksi sendiri, serta menjual di toko sendiri. Mereka inilah yang dikenal sebagai Distro Clothing. Distro sendiri merupakan singkatan dari "Distribution Outlet" yang berarti toko yang mendistribusikan atau menjual barang-barang unik termasuk kaus.

Jadi negara kita termasuk ketinggalan ya gaess..??

contoh kaos company cotton 24s polyflex digital sablon

BELI

contoh logo company

TUMBAS

ide suka2

BUY

sablon plasitol multi warna, mulai 85000 / pc, minimal order 12pcs

DI BELI

kaos gaul suka2 simple design mulai 65 rebu / pc, ukuran, warna, jenis kaos,

TUKU

bikin nyengir orang, bebasin aja,

v neck ladies, mulai 70 rebuan

ORDER

kaos kompak design extreme, kecil, besar, multi warna polyflex, mulai 100 rebuan

PESAN

dibikinin design buat logo, sample kaos bahan import (gildan, nsa, doxa aparel dll) 30s, 24s, mulai 100 rebuan

tanyaaa

BELI

BELI

TAKON AH..

BELI












PAKE BUKALAPAK JUGA OKE

IG WAROENG IDE - LEKMEN KEBO

GAK DI SEMARANG ? PAKE TOPED AJA

" PENGEN MALU JANGAN TANYA = PENGEN TANYA JANGAN MALU = PENGEN JANGAN MALU TANYA = MALU JANGAN PENGEN NANYA "

Google Sites
Report abuse
Google Sites
Report abuse