Artikel ini membahas beberapa sejarah dibalik lukisan yang saya lukis selama ini, Dan tentunya sejarah dari lukisan-Lukisan ini menyimpan beberapa cerita yang sangat menarik untuk dibahas dan dibaca. Contoh lukisan-lukisan yang saya buat : Stuyvesant Street, Rose Crescent, Gdańsk, The Golden Lion, Home In Balat, Brooklyn NYC dan beberapa lukisan-lukisan yang lainya.
My Art Gallery
The art gallery that I created is a digital art gallery where the artwork is displayed online.
This gallery is DESIGNED to Bring the BEAUTY and INNOVATION of ART from all over the world, Directly to YOUR SCREEN. This ART GALLERY was established with the aim of EXPANDING access to ARTWORKS, REACHING a WIDER AUDIENCE, and SUPPORTING talented ARTISTS from all BACKGROUNDS.
Explore the
My Painting Collection
History Of Painting
Old buildings and cities
Suyvesant Street awalnya membentang ke timur melalui pertanian atau "bowery" Petrus Stuyvesant dari Bowery Road, yang sekarang menjadi Fourth Avenue , ke rumah bangsawan Stuyvesant. Rumah bangsawan terbakar pada bulan Oktober 1778 dan keluarga tersebut menjual sisa pemakaman dan kapel, yang sekarang menjadi situs Gereja St. Markus di-the-Bowery .
Selama sebagian besar abad ke-18 dan ke-19, Jalan Stuyvesant tetap menjadi jalan raya dan jalan pasar yang penting, tetapi saat ini jalan tersebut menjadi jalan kuno dengan rumah keluarga tunggal dan gedung apartemen, dan sering digunakan untuk syuting film "Old New York". Seluruh sisi utara Jalan Stuyvesant, dari #21 hingga #37, dan sisi selatan dari #42 hingga 46, adalah bagian dari Distrik Bersejarah St. Mark yang dibuat pada tahun 1969 oleh Komisi Pelestarian Bangunan Terkenal Kota New York untuk melindungi kawasan tersebut. sekitar Gereja St. Markus. Selain itu, Rumah Ikan Hamilton di 21 Stuyvesant Street, juga dikenal sebagai Rumah Ikan Stuyvesant, merupakan landmark Kota New York yang dimiliki oleh Cooper Union dan ditempati oleh presidennya.
Rencana Komisaris tahun 1811 menyerukan penggunaan jaringan listrik secara ketat di Manhattan, tetapi Stuyvesant Street merupakan pengecualian dalam rencana tersebut. Memasuki abad ke-20, Stuyvesant Street membentang ke timur hingga Second Avenue, menghadap Gereja St. Mark di-the-Bowery , tetapi bagian jalan antara 10th Street dan Second Avenue, tepat di depan gereja, sekarang menjadi Taman Abe Lebewohl . Karena alasan pola jalan, sebidang kecil tanah ini telah diubah menjadi tempat duduk pada tahun 1938 oleh Administrasi Kemajuan Pekerjaan dan disebut Taman St. Mark, tetapi pada tahun 1970-an tempat itu menjadi kotor dan penuh narkoba. Marilyn Appleberg, presiden Asosiasi Blok Jalan ke-10 dan Stuyvesant, menemukan bahwa lahan ini sebenarnya berada di bawah naungan Departemen Pertamanan kota , yang bertanggung jawab atas pemeliharaannya. Pada tahun 1980 dia, bersama dengan Beth Flusser dan Abe Lebewohl , pemilik Second Avenue Deli di dekatnya , memulai petisi untuk menyelamatkan taman tersebut. Pada tanggal 4 Maret 1996, Lebewohl ditembak dan dibunuh saat menangani transaksi bank di bank lingkungan. Pada tahun yang sama taman tersebut mengalami renovasi yang telah lama ditunggu-tunggu oleh Departemen Pertamanan. Appleberg berjuang agar nama taman diubah untuk menghormati Lebewohl dan dia kembali menang. Pada tahun 2012, Masyarakat Desa Greenwich untuk Pelestarian Sejarah memberi Appleberg Penghargaan Desa sebagai pengakuan atas banyak upayanya di lingkungan tersebut.
Bagian lain dari jalan asli antara Jalan Ketiga dan Keempat menjadi lokasi gedung seluas blok, 45 Fourth Avenue, yang dibangun pada tahun 1960 untuk menjadi bagian dari kampus Cooper Union.
Di sebelah timur Second Avenue, masih terdapat beberapa bangunan yang tapak kakinya mengikuti jalur timur-barat Stuyvesant Street. Contohnya termasuk 322 East 12th Street dan 407 East 12th Street.
www.wikipedia.org
Sisi luar Rose Crescent tetap berupa teras panjang bangunan dengan design seragam, yang pada tahun 1826 disebut 'baru didirikan'. Ini adalah ciri khas bangunan domestik bata putih pada awal C19 di Cambridge. Itu adalah lokasi bekas halaman Rose Tavern, yang sekarang hancur. (Pevsner)
Menurut Survei Monumen Sejarah Komisi Kerajaan Cambridge tahun 1959 (hal.330):
Rumah dan Toko, No. 1-11, semuanya di sisi utara dan timur jalan setapak antara Trinity Street dan Market Hill, terdiri dari tiga lantai dengan ruang bawah tanah. Dindingnya terbuat dari batu bata, atapnya dilapisi papan. The Crescent menempati halaman dan mendekati bekas Rose Tavern, yang ditunjukkan dalam rencana Cambridge William Custance tahun 1798. Tidak ada struktur penginapan yang bertahan. Teras, sebuah perekonomian terencana berupa pertokoan dan tempat tinggal, pernah dibangun dengan desain yang seragam: digambarkan sebagai 'baru didirikan' dalam Cambridge Chronicle tanggal 4 Agustus 1826.
Rose Crescent menarik karena pengembangan toko-toko kecil komersial awal abad ke-19, bagian depan toko kayu dibangun dengan desain berulang dengan beberapa perbedaan. Yang bertahan sangat lengkap hanya dengan beberapa gangguan di kemudian hari, meskipun sebagian besar kaca asli jendela pajangan dan lampu kipas telah hancur.
www.pturingcambridge.org
Abad ke-7: Gdańsk dikenal sebagai perkampungan nelayan dan dikembangkan menjadi pusat perdagangan yang penting karena letaknya yang strategis.
Abad ke-10: Tahun 997 dinyatakan sebagai tahun kelahiran Gdańsk. Pada saat itu, misi Katolik pertama dibawa oleh Uskup Praha, Adalbert, ke desa nelayan kecil di Gdańsk.
Abad ke-13: Ksatria Teuton membuat serangan berbahaya ke Gdańsk tahun 1308. Pada tahun 1361, Gdańsk bergabung dengan aliansi ekonomi Hansa dan menjadi kota pelabuhan yang makmur.
Abad ke-15: Polandia-Lituania mengalahkan Ksatria Teuton pada Pertempuran Grunwald pada tahun 1410 dan menghentikan ekspansi Jerman.
Abad ke-16: Masa keemasan Gdańsk sebagai kota pelabuhan dan pusat perdagangan serta budaya.s
Abad ke-10: Tahun 997 dinyatakan sebagai tahun kelahiran Gdańsk. Pada saat itu, misi Katolik pertama dibawa oleh Uskup Praha, Adalbert, ke desa nelayan kecil di Gdańsk.
Abad ke-13: Ksatria Teuton membuat serangan berbahaya ke Gdańsk tahun 1308. Pada tahun 1361, Gdańsk bergabung dengan aliansi ekonomi Hansa dan menjadi kota pelabuhan yang makmur.
Abad ke-15: Polandia-Lituania mengalahkan Ksatria Teuton pada Pertempuran Grunwald pada tahun 1410 dan menghentikan ekspansi Jerman.
Abad ke-16: Masa keemasan Gdańsk sebagai kota pelabuhan dan pusat perdagangan serta budaya
www.capturingcambridge.org
Sumber. Instagram @wanda_arts16
Tentu, mari kita telusuri sejarah lengkap kota Lisbon, Portugal:
Lisbon: Kota dengan Riwayat Panjang dan Kaya
Lisbon, ibukota Portugal, adalah kota yang telah menyaksikan pergantian berbagai peradaban selama ribuan tahun. Sejarahnya yang panjang dan kompleks telah membentuk identitas kota ini menjadi sebuah perpaduan unik antara tradisi dan modernitas.
Zaman Kuno
* Asal-usul: Meskipun ada legenda yang mengaitkan penemuan Lisbon dengan Ulysses, para ahli sejarah lebih percaya bahwa kota ini didirikan oleh orang-orang Fenisia sekitar tahun 1200 SM. Nama asli Lisbon dalam bahasa Fenisia adalah "Allis Ubbo" yang berarti "pelabuhan tenang".
* Penguasaan Romawi: Setelah itu, Lisbon jatuh ke tangan bangsa Romawi dan menjadi kota penting dalam jaringan perdagangan mereka. Nama Lisbon dalam bahasa Latin adalah "Ulyssippo" atau "Olissipona".
Abad Pertengahan
* Penguasaan Moor: Pada abad ke-8, Lisbon dikuasai oleh orang-orang Moor dan menjadi bagian dari wilayah kekuasaan Islam di Semenanjung Iberia. Arsitektur Moor meninggalkan jejak yang masih dapat dilihat hingga kini.
* Pengembalian ke Kekuasaan Kristen: Pada abad ke-12, Raja Afonso Henriques dari Portugal berhasil merebut kembali Lisbon dari kekuasaan Moor dalam Perang Salib Kedua. Kemenangan ini menandai dimulainya era keemasan Kerajaan Portugal.
Zaman Penjelajahan
* Pusat Perdagangan: Setelah merebut kembali Lisbon, Portugal menjadi kekuatan maritim yang disegani di Eropa. Lisbon tumbuh menjadi pusat perdagangan rempah-rempah dan barang berharga lainnya dari koloni-koloni Portugal di seluruh dunia.
* Gempa Bumi Dahsyat: Sayangnya, pada tahun 1755, Lisbon dilanda gempa bumi dahsyat yang menghancurkan sebagian besar kota. Peristiwa ini menjadi salah satu bencana alam paling mematikan dalam sejarah.
Masa Modern
* Rekonstruksi: Setelah gempa bumi, Lisbon dibangun kembali dengan gaya arsitektur baru yang menggabungkan elemen klasik dan modern. Kota ini menjadi simbol ketahanan dan semangat juang rakyat Portugal.
* Netralitas dalam Perang Dunia: Selama Perang Dunia II, Portugal berhasil mempertahankan netralitasnya dan menjadi tempat perlindungan bagi banyak pengungsi.
* Demokratisasi: Pada tahun 1974, Revolusi Anyelir membawa Portugal menuju demokrasi dan mengakhiri masa pemerintahan diktator Salazar.
Warisan Budaya yang Kaya
Sejarah panjang Lisbon telah meninggalkan warisan budaya yang kaya, tercermin dalam:
* Arsitektur: Campuran gaya arsitektur Moor, Manueline, Baroque, dan Neo-Klasik terlihat jelas di berbagai bangunan bersejarah seperti Menara Belém, Monasterio dos Jerónimos, dan Katedral Lisbon.
* Musik Fado: Musik Fado yang melankolis dan penuh emosi adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Lisbon.
* Masakan: Masakan Portugis, khususnya hidangan khas Lisbon seperti pastel de nata, sangat dipengaruhi oleh sejarah perdagangan rempah-rempah.
Lisbon Hari Ini
Hari ini, Lisbon adalah kota modern yang dinamis, namun tetap mempertahankan pesona sejarahnya. Kota ini menawarkan beragam atraksi wisata, mulai dari kastil kuno hingga museum seni kontemporer. Lisbon juga menjadi tujuan populer bagi para wisatawan yang mencari pengalaman kuliner yang autentik dan suasana yang santai.
www.gemini.com
Sumber. Instagram @wanda_arts16
Tentu, mari kita telusuri sejarah The Golden Lion, salah satu pub paling bersejarah di London, yang terletak di kawasan St. James.
The Golden Lion: Lebih dari Sekadar Pub
The Golden Lion bukan hanya sekadar tempat untuk menikmati segelas bir. Pub ini memiliki sejarah yang kaya dan menarik, terjalin erat dengan sejarah teater dan kehidupan sosial London.
Asal Usul dan Sejarah Awal
* Akar Historis: Meskipun bangunan yang berdiri sekarang relatif baru, sejarah The Golden Lion dapat ditelusuri kembali hingga abad ke-16. Nama "Golden Lion" sendiri sudah digunakan sebagai nama pub sejak lama, menunjukkan popularitas simbol singa sebagai lambang kekuatan dan kemakmuran.
* Hubungan dengan Teater: Salah satu hal yang paling menarik tentang The Golden Lion adalah hubungannya yang dekat dengan St. James's Theatre. Teater ini berdiri tepat di sebelah pub dan keduanya berbagi koneksi yang unik. Para pengunjung teater seringkali mampir ke pub untuk menikmati minuman setelah pertunjukan.
* Rekonstruksi: Bangunan The Golden Lion yang kita lihat sekarang sebenarnya adalah hasil rekonstruksi. Bangunan asli telah dibongkar dan dibangun kembali beberapa kali sepanjang sejarahnya.
Masa Kejayaan dan Perubahan
* Tempat Berkumpul Para Seniman: Pada abad ke-19 dan awal abad ke-20, The Golden Lion menjadi tempat berkumpul bagi para seniman, penulis, dan tokoh terkenal lainnya. Mereka seringkali berdiskusi dan bertukar pikiran di pub ini.
* Era Musik Rock: Pada tahun 1970-an, The Golden Lion mengalami transformasi menjadi tempat musik rock yang populer. Band-band terkenal seperti Led Zeppelin seringkali mengunjungi pub ini.
* Kembali ke Akar: Setelah melewati berbagai perubahan, The Golden Lion kembali ke akarnya sebagai pub tradisional dengan suasana yang hangat dan nyaman.
Pesona yang Tak Terlupakan
* Interior Klasik: Interior pub ini didominasi oleh kayu gelap dan kaca berwarna, menciptakan suasana yang klasik dan elegan.
* Memorabilia Teater: Di lantai atas pub, terdapat sebuah bar khusus yang didedikasikan untuk St. James's Theatre. Di sini, pengunjung dapat melihat berbagai memorabilia dari teater tersebut.
* Lokasi Strategis: Letaknya yang strategis di kawasan St. James membuat The Golden Lion mudah dijangkau oleh para wisatawan dan penduduk lokal.
The Golden Lion Hari Ini
Hingga saat ini, The Golden Lion tetap menjadi salah satu pub paling populer di London. Pub ini tidak hanya menawarkan minuman yang lezat, tetapi juga pengalaman sejarah dan budaya yang unik. Bagi para penggemar teater, musik, atau sejarah, mengunjungi The Golden Lion adalah suatu keharusan.
Singkatnya, The Golden Lion adalah lebih dari sekadar pub. Ini adalah saksi bisu perjalanan panjang sejarah London, sebuah tempat di mana para seniman dan tokoh terkenal pernah berkumpul, dan sebuah simbol dari budaya Inggris yang kaya.
Apakah Anda ingin tahu lebih banyak tentang sejarah pub ini atau tempat-tempat menarik lainnya di sekitar St. James?
www.gemini.com
Bagikan Artikel Ini
Dan kunjungi media sosial saya
Kontribusi
Apakah Anda memiliki informasi tentang Tempat dan Poto yang Saya cantumkan di Artikel ini? Jika ya, harap beri tahu kami melalui halaman Kontak atau dengan mengirim Email ke wandaarts16@gmail.com
Copyright © 2026 WanDa Arts. All Reserved