Prabumulih, 4-6 April 2026 Vihara Vajra Bhumi Prabu Menggelar Pelimpahan Jasa Di Padmaloka VVBP, Kegiatan Fangshen, Pertobatan Satya Buddha dan Upacara Api Homa Arya Avalokitesvara dalam rangka memperingati Qing Ming dan Hari Kebesaran Avalokitesvara Bodhisattva yang dipimpin oleh Acarya Shi Lian Yang Dari Jakarta


4 April 2026 Vihara Vajra Bhumi Prabu Menggelar Pelimpahan Jasa Di Padmaloka VVBP yang dipimpin Oleh Acarya Shi Lian Yang, Qingming Festival, yang juga dikenal sebagai Hari Sapu Makam, merupakan salah satu tradisi penting dalam budaya Tionghoa yang diperingati setiap tahun, biasanya jatuh pada awal April. Festival ini memiliki makna mendalam sebagai momen untuk menghormati dan mengenang leluhur yang telah meninggal dunia.


Secara etimologis, “Qing Ming” berarti “jernih dan terang”, yang melambangkan suasana musim semi yang cerah serta harapan akan kehidupan yang bersih dan penuh kebajikan. Festival ini sudah ada sejak lebih dari 2.500 tahun yang lalu dan berakar dari tradisi kuno masyarakat Tiongkok dalam menghormati arwah leluhur.


Pada perayaan Qing Ming, keluarga-keluarga Tionghoa biasanya mengunjungi makam leluhur untuk melakukan berbagai ritual. Kegiatan utama yang dilakukan antara lain membersihkan makam, menata ulang batu nisan, serta memberikan persembahan berupa makanan, teh, buah, dan bunga. Selain itu, mereka juga membakar dupa dan kertas sembahyang sebagai simbol pengiriman doa dan rezeki kepada arwah leluhur di alam lain.


Tidak hanya bersifat ritual, Qing Ming juga menjadi momen kebersamaan keluarga. Anggota keluarga dari berbagai generasi berkumpul untuk mengenang jasa leluhur sekaligus mempererat hubungan kekeluargaan. Di beberapa daerah, tradisi ini juga disertai dengan kegiatan piknik atau berjalan-jalan di alam terbuka, mengingat festival ini bertepatan dengan musim semi yang indah.


Di Indonesia, khususnya di kalangan masyarakat Tionghoa, perayaan Qing Ming tetap dilestarikan meskipun dengan penyesuaian budaya lokal. Banyak keluarga yang mengunjungi rumah abu atau pemakaman untuk melakukan sembahyang dan pelimpahan jasa kepada leluhur, sebagai bentuk bakti dan rasa hormat.


Dengan demikian, Festival Qing Ming bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan juga wujud nilai-nilai luhur seperti penghormatan, rasa syukur, dan ikatan keluarga. Tradisi ini mengajarkan pentingnya mengenang asal-usul serta menjaga hubungan antara generasi masa lalu, sekarang, dan masa depan.