Pada tahun 1960-an, di Kampung Pasirmanggu, Desa Dahu, berdiri sebuah pesantren salafi yang dipimpin oleh KH. Asraf bin H. Aspi, seorang tokoh kharismatik yang berhasil menarik banyak santri dari berbagai daerah di Banten hingga Lampung. Setelah wafatnya KH. Asraf pada tahun 1967, pesantren mengalami penurunan karena kehilangan sosok pemimpin. Sebelum wafat, beliau berwasiat kepada ketujuh putranya agar meneruskan perjuangannya dalam membina umat.
Pada tahun 1985, melalui musyawarah keluarga dan tokoh masyarakat, terbentuk Yayasan Assa’adah untuk melanjutkan cita-cita KH. Asraf. Yayasan ini kemudian mendirikan Pondok Pesantren Modern Assa’adah pada tahun 1989 dengan menggabungkan pendidikan agama dan umum, seperti matematika, biologi, dan teknologi. Sistem belajar yang diterapkan modern, namun tetap mempertahankan kajian kitab klasik sebagai identitas pesantren.
Pada tahun 2003, setelah memimpin selama 18 tahun, Drs. KH. Mutawali Waladi, putra bungsu KH. Asraf, wafat. Beliau dikenal sebagai pemimpin yang kharismatik dan visioner yang berhasil menjadikan Pondok Pesantren Modern Assa’adah dikenal luas sebagai lembaga pendidikan Islam terkemuka. Saat ini, kepemimpinan diteruskan oleh putra sulungnya, KH. Mujiburrahman, S.Ag., yang melanjutkan visi pesantren untuk membentuk kader umat yang religius, berwawasan global, dan berkepribadian Islami.