Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan yang dirilis BPS (Badan Pusat Statistik) mengenai produksi telur ayam di Indonesia tercatat sebanyak 5.155.998 ton pada tahun 2021. Produksi telur yang begitu banyak dan meningkat pesat tentu dapat meninggalkan limbah cangkang telur. Sekitar 10% bagian dari telur merupakan cangkang telur (Mahreni et al., 2012). Limbah cangkang telur begitu banyak dan belum ada pemanfaatan dari limbah tersebut (Servie dan Mielke, 2020).
Kualitas semen yang lebih ramah bagi lingkungan seperti semen putih dapat diaplikasikan menjadi sebuah dekorasi dan produk yang menarik. Semen putih memiliki daya rekat yang cukup tinggi karena adanya senyawa silika. Hal ini dapat dikombinasikan dengan abu cangkang telur yang memiliki kalsium karbonat sebagai akselerator yang baik ketika dicampurkan.
maka diperlukan penanganan untuk meminimalisir banyaknya limbah cangkang telur yang belum dimanfaatkan yaitu dengan menerapkan prinsip go green untuk mengubah limbah cangkang telur menjadi bahan yang akan dicampur dengan semen putih. Oleh karena itu, kami berinisiatif untuk membuka pangsa pasar dengan membuat produk Vas Mentel: Inovasi Vas Berbahan Limbah Cangkang Telur dan Semen Putih Sebagai Solusi Sustainable Interior Ramah Lingkungan. Vas Mentel memiliki peluang usaha untuk di produksi di kalangan masyarakat dengan kualitas yang ramah lingkungan. Keutamaan dari kewirausahaan yang tim pelaksana usulkan adalah menghasilkan suatu produk dengan inovasi terbaru dengan mengurangi limbah cangkang telur.