Kelurahan Karangsari, Kabupaten Kendal
Paguyuban Pakusari, yang merupakan singkatan dari Paguyuban UMKM Karangsari, adalah sebuah wadah kolaboratif yang dibentuk untuk mewadahi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Kelurahan Karangsari, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Paguyuban ini didirikan pada tahun 2024 atas inisiasi dan pendampingan dari mahasiswa KKN Tematik Universitas Diponegoro (UNDIP). Ketuanya adalah Bapak Koestoyo, seorang tokoh masyarakat yang dikenal aktif dalam pemberdayaan ekonomi lokal. Dalam proses pembentukannya, Paguyuban Pakusari melibatkan pelaku UMKM lintas sektor seperti makanan olahan, kerajinan tangan, dan produk pertanian olahan rumah tangga. Paguyuban ini hadir sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat untuk memiliki wadah bersama dalam membangun jaringan usaha, memperkuat identitas produk lokal, dan meningkatkan daya saing UMKM di tingkat pasar yang lebih luas.
Tujuan utama dari pendirian Paguyuban Pakusari adalah untuk memperkuat solidaritas antar pelaku UMKM, mendorong kolaborasi dalam pemasaran, serta meningkatkan kapasitas produksi dan manajerial usaha-usaha kecil di Karangsari. Selain itu, paguyuban ini juga bertujuan menjadi jembatan antara UMKM dengan berbagai pihak seperti pemerintah, lembaga keuangan, serta konsumen digital, guna memperluas akses permodalan dan pemasaran. Melalui pelatihan, pendampingan, dan kegiatan rutin, paguyuban ini diharapkan mampu membangun ekosistem kewirausahaan lokal yang berkelanjutan dan berbasis potensi daerah. Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, Paguyuban Pakusari menjadi simbol kebangkitan ekonomi kerakyatan di Karangsari, sekaligus menjadi warisan berharga dari program KKN Tematik Universitas Diponegoro tahun 2024.
Deskripsi lokasi
Kalurahan Karangsari, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, merupakan salah satu wilayah yang aktif mengembangkan potensi ekonomi lokal melalui berbagai usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Lokasi ini strategis karena berada tidak jauh dari pusat kota Kendal, sehingga memudahkan akses distribusi produk.
Di wilayah ini, terdapat beragam UMKM yang bergerak di sektor kuliner, seperti keripik pisang, keripik tempe, kebab, dimsum, pizza, roti gelek, hingga minuman segar seperti es teh. Banyak UMKM yang masih dikelola secara rumahan dengan sentuhan resep tradisional maupun inovasi rasa modern, menjadikannya daya tarik bagi warga lokal maupun pengunjung.
Lingkungan yang kondusif, dukungan masyarakat, serta kedekatan dengan pasar dan jalur transportasi membuat Kalurahan Karangsari menjadi pusat pertumbuhan ekonomi kreatif yang terus berkembang.
Deskripsi berita
Deskripsi berita