1. Pendekatan Frekuensi Relatif:
a. Newbold, P. (1995) dan Anderson (2002): Jika NA merupakan banyaknya kejadian A muncul dalam suatu percobaan berulang sebanyak N, maka dengan konsep relative frequency, peluang bahwa A akan terjadi adalah
2. Pendekatan Frekuensi Relatif: (Lanjutan)
b. Walpole, RE. (1982): Bila suatu percobaan mempunyai N hasil percobaan yang berbeda, dan masing- masing mempunyai kemungkinan yang sama untuk terjadi, dan bila tepat n diantara hasil percobaan itu menyusun suatu kejadian A, maka peluang kejadian adalah A.
3. Pendekatan Klasik
Pendekatan ini menggunakan asumsi jika suatu percobaan memiliki n kemungkinan hasil, maka peluang masing-masing kejadian adalah 1/n.
Contoh: Pelemparan sebuah dadu bermata 6
Percobaan : Pelemparan sebuah dadu
Ruang Sampel : S = {1, 2, 3, 4, 5, 6}
Probabilitas : Masing-masing kejadian munculnya mata dadu memiliki peluang sama, yaitu 1/6
Ruang Sampel adalah suatu gugus yang memuat semua hasil yang berbeda, yang mungkin terjadi dari suatu percobaan.
¤ Notasi dari ruang sampel adalah sebagai berikut:
• S = {e1, e2, …, en}, n = banyaknya hasil
• n bisa terhingga atau tak terhingga
Contoh:
• Melempar sebuah dadu : S={1, 2, 3, 4, 5, 6}
• Melempar mata uang : S={M, B}
• Jenis kelamin bayi : S={L, P}
Permutasi adalah urutan unsur-unsur dengan memperhatikan urutannya, dan dinotasikan dengan n Pr , yang artinya ‘Permutasi r unsur dari n unsur yang tersedia. Sedangkan kombinasi adalah urutan r unsur dari n unsur yang tersedia dengan tidak memperhatikan urutannya.
Keduanya dirumuskan sebagaimana gambar disamping.
Peluang adalah rasio antara banyaknya kejadian yang diharapkan dari suatu percobaan jika percobaan tersebut pada kondisi yang sama. Peluang biasanya dinotasikan dengan P, misal P(A) peluang kejadian A.
Contoh:
Sebuah dadu dilempar, maka ruang sampelnya:
S = {1, 2, 3, 4, 5, 6}, n(S)=6
jika setiap sisi seimbang maka peluangnya
p(1)=p(2)=….=p(6)=1/6
Statistik (statistic) berasal dari kata state (Negara). kata statistik diartikan sebagai keterangan-keterangan yang dibutuhkan oleh negara dan berguna bagi negara. Kepentingan negara itu meliputi berbagai bidang kehidupan dan penghidupan, sehingga lahirlah istilah statistik, yang penggunaannya bisa disesuaikan dengan lingkup datanya. Berdasar uraian tersebut ditarik sebuah pengertian bahwa Statistikadalah kumpulan data, bilangan maupun non bilangan yang disusun dalam tabel dan atau diagram yang melukiskan suatu persoalan.
Dengan kata lain Statistika merupakan pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara pengumpulan data, pengolahan atau analisanya serta penarikan kesimpulan berdasarkan kumpulan data dan penganalisaan yang dilakukan. Makna lain dari Statistika yaitu suatu ilmu yang mempelajari tentang cara-cara mengumpulkan, menganalisis dan menginterpretasikan data. Dengan kata lain, statistika menjadi semacam alat dalam melakukan riset empiris. Para ilmuwan menggambarkan persepsinya tentang suatu fenomena dalam menganalisis data.
1. Peranan di Bidang Penelitian
a. Bagi Calon Peneliti dan Para Peneliti
Dalam kehidupan dan penghidupan sehari-hari di tengah ledakan data, kita tidak dapat melepaskan diri dari data, baik data itu bersifat kuantitatif maupun kualitatif. Kedua sifat data tersebut dapat dianalisis secara kuantitatif maupun kualitatif atau gabungan dari keduanya. Dalam menghadapi data yang berserakan itu, aliran kuantitatif yang berakar dari paham positivism memandang bahwa data dan kebenaran itu sudah ada di sekitar kita. Jadi, statistik berperan sebagai alat untuk deskripsi, komparasi, korelasi dan regresi.
b. Bagi Pembaca
Sebagai ilmuwan produktif tentunya kita selalu disibukkan oleh kegiatan membaca khususnya membaca laporan-laporan penelitian, laporan-laporan keadaan kantor/perusahaan, nota keuangan, laju inflasi, GNP, dan lain sebagainya. Masalahnya ialah, “bagaimana pembaca bisa memahami informasi tersebut dengan benar kalau tidak mengerti statistik?” Akibatnya ialah komunikasi antara penulis dengan pembaca tidak efektif. Lebih berbahaya lagi jika pembaca yang buta statistik tadi berani menerapkannya untuk mengambil keputusan.
c. Bagi Pembimbing Penelitian
Peneliti maupun pembimbing yang bijaksana mempunyai pandangan yang luas dalam mencari kebenaran. Peneliti dan pembimbing janganlah terlalu picik menganggap bahwa hanya metode itulah satu-satunya alat yang dipakai mencari kebenaran, karena tidak semua metode kualitatif dapat menyelesaikan permasalahan. Demikian pula, tidak semua metode kuantitatif dapat menyelesaikan semua permsalahan.
a. Pimpinan (Manajer) dan Administrator, statistik sebagai alat:
Pengumpulan data baik secara sensus maupun sampling.
Pengolahan atau analisis data.
Penyajian data dalam bentuk laporan manajemen.
Pengambilan keputusan atau perencanaan, dan
Evaluasi atau pengawasan antara data di laporan dengan penyimpangan di lapangan.
Melakukan pemecahan masalah manajerial.
b. Bagian Produksi
Penggunaan statistik dalam proses produksi berkaitan dengan penetapan standar dan pengawasan kualitas, pengawasan terhadap efisiensi kerja dan tes terhadap produk baru
c. Bidang Akuntansi
Sebagian besar penggunaan statistik di akuntansi bertalian dengan penilaian aktiva perusahaan, penyesuaian perubahan harga dan hubungan biaya dan volume produksi.
d. Bidang Pemasaran Penggunaan statistik dalam bidang pemasaran berhubungan dengan analisa penjualan, pasar dan pemasaran.
Analisa statistik pada ketiga hal tersebut berkenaan langsung dengan penyeledikan tentang referensi konsumen, penaksiran potensi pasaran bagi produk baru, penetapan harga dan penelitian menegenai potensi pasar di daerah baru.
Statistika sebagai disiplin ilmu berguna untuk kemajuan ilmu dan teknologi. Statistika dapat dijadikan sebagai alat deskripsi, komprasi, korelasi,regresi dan komunikasi.
1. Statistika Deskriptif
Statistika deskriptif adalah teknik yang digunakan untuk mensarikan data dan menampilkannya dalam bentuk yang dapat dimengerti oleh setiap orang. Hal tersebut melibatkan proses kuantifikasi dari penemuan suatu fenomena. Berbagai statistik sederhana, seperti rata-rata, dihitung dan ditampilkan dalam bentuk tabel dan grafik. Statistika deskriptif dapat memberikan pengetahuan yang signifikan pada kejadian fenomena yang belum dikenal dan mendeteksi keterkaitan yang ada di dalamnya.
Statistik deskriptif ialah susunan angka yang memberikan gambaran tentang data dalam bentuk-bentuk tabel, diagram, histogram, polygon frekuensi, ozaiv (ogive), ukuran penempatan (median, kuartil, desil dan persentil), ukuran gejala pusat (ratarata hitung, rata-rata ukur, rata-rata harmonik, dan modus), simpangan baku, angka baku, kurva normal, korelasi, dan regresi linier.Berikut beberapa contoh dari statistika deskriptif.
Statistik deskriptif disajikan dalam bentuk histogram/ diagram seperti gambar berikut:
2. Statistika Inferensial
Statistik dalam arti luas ini disebut juga dengan istilah statistika inferensial atau statistik induktif. Statistik inferensial dibagi menjadi kelompok statistika parametrik dan nonparametrik. Statistik Parametrik digunakan apabila datanya memenuhi persyaratan: (1) interval, (2) normal, (3) homogen, (4) dipilih acak, dan (5) linier. Contoh-contoh analisis statistik parametrik adalah: pengujian hipotesis, regresi (untuk menyimpulkan), korelasi (untuk menyimpulkan).
Menurut Webster’s New World Dictionary, data berarti sesuatu yang diketahui ataudianggap. Dengan demikian, data memberikan gambaran tentang suatu keadaanatau persoalan. Data tentang sesuatu pada umumnya dikaitkan dengan tempat dan waktu. Data berbentuk jamak, sedang datum berbentuk tunggal. Jadi data sama dengan datum datum. Data ialah suatu bahan mentah yang jika diolah dengan baik melalui berbagai analisis dapat melahirkan berbagai informasi.
Menurut Webster’s New World Dictionary, data berarti sesuatu yang diketahui ataudianggap. Dengan demikian, data memberikan gambaran tentang suatu keadaanatau persoalan. Data tentang sesuatu pada umumnya dikaitkan dengan tempat dan waktu. Data berbentuk jamak, sedang datum berbentuk tunggal. Jadi data sama dengan datum-datum. Data ialah suatu bahan mentah yang jika diolah dengan baik melalui berbagai analisis dapat melahirkan berbagai informasi.
Jenis Data
Data statistik adalah keterangan atau ilustrasi mengenai sesuatu hal yang bisa berbentuk kategori (misalnya rusak, baik, cerah, berhasil) atau bilangan. Selanjutnya data yang berupa kategori disebut sebagai data kualitatif dan data bilangan disebut data kuantitatif.
Data kualitatif adalah data non-angka (numerik) seperti jenis kelamin, warna kesayangan, dan asal suku. Data kualitatif digunakan apabila kita tertarik melihat proporsi atau bagian yang termasuk dalam kategori. Contohnya berapa persen jenis kelamin pria dibandingkan wanita, warna apa yang disukai oleh sebagian besar penduduk, dan berapa persen suku tertentu dibandingkan dengan suku lain.
Data kuantitatif adalah data angka atau numerik seperti jumlah mobil, jumlah TV yang dijual disuatu took, berat badan, jarak Solo-Jakarta, dan sebagainya.
Data dikotomi adalah data yang paling sederhana yang disusun menurut jenisnya atau kategorinya.Contoh dari data dikotomi sebenarnya antara lain adalah: jenis kelamin, umpamanya ada tiga yaitu laki-laki diberi angka 1, banci diberi angka 2 dan perempuan diberi angka 3. Angka 3 pada wanita bukan berarti kekuatan pada wanita sama dengan tiga kali laki-laki. Tetapi seperti yang disebutkan tadi bahwa angka-angka tersebut hanyalah label belaka. Banyak contoh-contoh data dikotomi sebenarnya seperti macam warna kulit, suku bangsa, bahasa daerah dan sebagainya.
a. Data Ordinal
Data ordinal ialah data yang sudah diurutkan dari jenjang yang paling rendah sampai ke yang paling tinggi, atau sebaliknya tergantung peringkat selera pengukuran yang subjektif terhadap objek tertentu. Data ordinal disebut juga sebagai data berurutan, data berjenjang, data berpangkat, data tata jenjang, data ranks, dan data petala, data bertangga atau data bertingkat.
b. Data Interval
Data interval mempunyai sifat nominal dari data ordinal dan mempunyai nol mutlak, sehingga mempunyai skala interval yang sama jaraknya. Pengukuran data interval tidak memberikan jumlah absolut dari objek yang diukur, contohnya persepsi, tanggapan, dan sebagainya.
c. Data Rasio
Data rasio mengandung sifat-sifat interval dan mempunyai nilai nol mutlak. Contoh data rasio adalah: berat badan, tinggi, panjang atau jarak. Data rasio ini sering dipakai dalam penelitian keilmuan atau engineering.
2. Tingkatan Data
Tingkatan data kalau diurutkan dari yang tertinggi ke yang terendah yaitu: 1) rasio, 2) interval, 3) ordinal, dan 4) nominal. Dalam analisis statistik, data yang tinggi dapat diturunkan ke tingkatan yang lebih rendah jika dianggap diperlukan. Namun sebaliknya, data tingkatan rendah tidak dapat dinaikkan kepada tingkatan yang lebih tinggi.
Untuk mendapatkan pengalaman lebih dalam melihat statistik kuisiner kami silahkan klik tombol berikut
Dari kuisioner yang telah dibuat didapati 38 responden dengan hasil sebagai berikut:
Berdasarkan hasil kuesioner terdapat 38 responden yang sudah menjawab pertanyaan-pertanyaan yang tersedia.
Dari hasil kuesioner dengan 38 responden tersebut diantaranya terdapat 44.7% atau 17 responden dengan gender laki-laki dan sisanya yaitu 55.3% atau 21 responden dengan gender perempuan.
Dari 38 responden kuesioner diantaranya berusia , 17 tahun (7.6%), 18 tahun (31,5%), 19 tahun (52,6%), 20 tahun (5.3%), dan 21 tahun (2.6%).
Dari 38 responden kuesioner, domisili yang dominan yaitu di Lampung.
Dari 38 responden kuesioner diantaranya adalah mahasiswa teknik informatika angkatan pertama (2.6%), angkatan 2020 (5,2%), dan angkatan 2021 (92,1%).
Dari hasil kuesioner dengan 38 responden didapatkan statistik dari jawaban pertanyaan apakah anda sudah vaksin? yaitu 21 responden (55.3%) menjawab sudah vaksin 2 kali, 15 responden (39,5%) sudah vaksin 3 kali, dan sisanya sudah vaksin 1 kali serta belum sama sekali.
Selanjutnya statistik dari jawaban pertanyaan apakah anda pernah terpapar covid? yaitu 26 responden (68.4%) menjawab belum pernah, 6 responden (15.8%) menjawab pernah 1 kali, 4 responden (10.5%) menjawab pernah 2 kali, dan 2 responden sisanya (5.3%) menjawab lebih dari 2 kali.
Dari 38 responden kuesioner terdapat 12 responden yang menjawab pernah terapapar covid-19 dan statistik dari jawaban pertanyaan dimana anda terpapar covid-19? yaitu 7 responden (58.3%) menjawab di kosan atau rumah (tidak jauh dari kampus), dan 5 responden (41.7%) menjawab di rumah (jauh dari kampus).
Selanjutnya dari 12 responden yang menjawab pernah terpapar covid-19 berikut ini statistik dari jawaban pertanyaan adakah bantuan dari teman kelas anda ketika anda terpapar covid-19? yaitu 7 responden (58.3%) menjawab ada (berupa ucapan "semangat"), 4 responden (33.3%) menjawab tidak ada, dan 1 responden (8.3%) menjawab ada (berupa bantuan obat, vitamin, sembako).
Dari 38 responden kuesioner statistik dari jawaban pertanyaan apakah pengurus kelas mengingatkan untuk menerapkan protokol kesehatan (minimal menggunakan masker)? yaitu 24 responden (63.2%) menjawab ya dan 14 responden (36.8%) menjawab tidak.
Dari 38 responden kuesioner statistik dari jawaban pertanyaan apakah perekonomian anda dan keluarga anda terdampak pandemi covid-19? yaitu 20 responden (52.6%) menjawab ya dan 18 responden 47.4% menjawab tidak.
Dari 38 responden kuesioner statistik dari jawaban pertanyaan kondisi ekonomi keluarga anda akibat pandemi covid-19? yaitu 21 responden (55.3%) menjawab menurun, 17 responden (44.7%) menjawab stabil, dan 0% meningkat.
Dari 38 responden kuesioner statistik dari jawaban pertanyaan apakah biaya kuliah anda terganggu akibat pandemi covid-19? yaitu 23 responden (60.5%) menjawab tidak dan 15 responden (39.5%) menjawab ya.
Dari 38 responden kuesioner statistik dari jawaban pertanyaan apakah ada teman anda yang membantu terkait masalah biaya kuliah anda? yaitu 37 responden (97.4%) menjawab tidak dan 1 responden (2.6%) menjawab tidak.
Dari 38 responden kuesioner statistik dari jawaban pertanyaan apakah anda bersedia kuliah secara daring (online)? yaitu 36 responden (94.7%) menjawab bersedia dan 2 responden (5.3%) menjawab tidak bersedia.
Dari 38 responden kuesioner statistik dari jawaban pertanyaan apakah selama kuliah daring (online) anda menggunakan sarana/prasarana lab? yaitu 30 responden (78.9%) menjawab tidak dan 8 responden (21.1%) menjawab ya.
Dari 38 responden kuesioner terdapat 8 responden yang menjawab ya menggunakan sarana/prasarana lab dan statistik dari jawaban pertanyaan bagaimana peran pengurus kelas dalam membantu menggunakan sarana dan prasarana lab ketika kuliah online? yaitu 87.5% mahasiswa datang mengunjungi lab, 12.5% hanya mengdokumentasikan proses penggunaan alat lan yang kemudian hasilnya dibagikan ke kelas, dan 0% hanya perwakilan mahasiswa yang datang ke lab.
Dari 38 responden kuesioner statistik dari jawaban pertanyaan apakah pengurus kelas anda dan anggota kelas berpartisipasi dalam menghadapi/menanggulangi pandemi covid-19? yaitu 22 responden (57.9%) menjawab ya dan 16 responden (42.1% )menjawab tidak.
Dari 38 responden kuesioner statistik dari jawaban pertanyaan apakah pengurus kelas menyiapkan media khusus seperti grup WhatsApp, sebagai media informasi untuk monitoring jika ada yang terpapar covid-19? yaitu 26 responden (68.4%) menjawab tidak dan 12 responden (31.6%) menjawab ya.
Dari hasil kuesioner dengan 38 responden secara keseluruhan didapatkan hasil dominan dari setiap pertanyaan yaitu sebagian besar mahasiswa Teknik Informatika Universitas Lampung yang yang berdomisili di Lampung 55.3% sudah vaksin 2 kali, 68.4% belum pernah terpapar covid-19, untuk yang menjawab terpapar 58.3% terpapar di kosan atau rumah (tidak jauh dari kampus), 58.3%ada yang diberikan bantuan (berupa ucapan "semangat"), 63.2% menjawab ya untuk pengurus kelas mengingatkan memakai masker, 52.6% menjawab ya perekonomiannya terdampak akibat covid-19, 55.3% dari mereka perekomiannya menurun, 60.5% biaya kuliah mereka tidak terganggu, 97.4% dari mereka menjawab tidak ada bantuan untuk biaya kuliah, 94.7% menjawab bersedia kuliah secara online, 78.9% menjawab tidak menggunakan sarana atau prasarana lab, untuk yang menjawab ya menggunakan sarana atau prasarana lab 87.5% menjawab mahasiswa datang mengunjungi lab, 57.9% menjawab anggota kelas berpartisipasi dalam menanggulangi pandemu covid-19, 68.4% menjawab tidak ada media khusus untuk monitoring jika ada yang terpapar covid-19.
Berikut adalah saran kami kepada kelompok lain
Saran pertama, setelah meninjau kuisioner kelompok terdapat beberapa responden yang merupakan bukan mahasiswa Teknik informatika, dengan demikian kuisioner yang dilakukan menjadi tidak akurat karena tidak sesuai dengan judul atau topik permasalahan yakni Pengaruh wabah Covid-19 para bagi mahasiswa Teknik Informatika. Seharusnya kuisioner dilakukan dengan hanya melakukan survey kepada mahasiswa Teknik informatika
Saran kedua, sebaiknya dalam kuisioner memperhatikan urutan pertanyaan yang relevan atau yang memiliki keterkaitan agar memudahkan dalam membaca data hasil kuisioner misalkan pertanyaan mengenai belum vaksin/sudah kemudian dilanjutkan berapakali vaksin yang hanya bisa di isi oleh responden yang sebelumnya mengisi sudah vaksin dan juga pertanyaan mengenai pernah terpapar covid-19 atau belum jika sudah berapakali terpapar covid-19.
Saran ke tiga, sebaiknya responden hanya bisa mengisi satu kali kuisioner sehingga tidak ada data rekayasa dengan demikian data yang didapat dari hasil kuisioner adalah data ril atau tanpa rekayasa.