Ketika berbicara tentang Trofi Piala Dunia, sebagian besar penggemar sepak bola langsung membayangkan trofi emas yang saat ini digunakan FIFA. Padahal, sebelum trofi modern tersebut diperkenalkan, Piala Dunia memiliki simbol kemenangan yang berbeda.
Trofi itu dikenal dengan nama Jules Rimet Trophy, sebuah trofi legendaris yang menemani perjalanan awal turnamen sepak bola terbesar di dunia selama empat dekade.
Menariknya, kisah trofi pertama Piala Dunia tidak hanya penuh sejarah, tetapi juga dibumbui cerita pencurian, kehilangan, dan misteri yang belum terpecahkan hingga hari ini.
Saat FIFA mempersiapkan Piala Dunia edisi perdana pada tahun 1930, organisasi tersebut membutuhkan sebuah trofi yang dapat mewakili prestise kompetisi internasional yang baru lahir.
Trofi tersebut kemudian diberi nama Jules Rimet, sebagai penghormatan kepada Jules Rimet yang menjadi tokoh utama di balik lahirnya Piala Dunia.
Tanpa peran Jules Rimet, kemungkinan besar turnamen yang kini ditonton miliaran orang itu tidak akan pernah terwujud. Karena itulah FIFA mengabadikan namanya sebagai simbol penghargaan tertinggi bagi juara dunia.
Berbeda dengan trofi modern yang menampilkan dua figur manusia mengangkat bumi, Jules Rimet Trophy memiliki desain yang lebih klasik.
Trofi tersebut menampilkan sosok Dewi Nike, dewi kemenangan dalam mitologi Yunani kuno. Figur tersebut berdiri di atas alas yang kokoh dengan kedua tangan memegang objek berbentuk piala.
Desainnya terlihat elegan dan artistik, mencerminkan gaya seni Eropa pada awal abad ke-20. Trofi itu memiliki tinggi sekitar 35 sentimeter dan terbuat dari perak yang dilapisi emas.
Meski ukurannya tidak terlalu besar, Jules Rimet Trophy segera menjadi simbol paling bergengsi dalam dunia sepak bola internasional.
Sejak pertama kali diberikan kepada Uruguay pada tahun 1930, Jules Rimet Trophy menjadi hadiah utama bagi setiap juara dunia.
Trofi tersebut berpindah tangan dari satu negara ke negara lain seiring lahirnya juara-juara baru dalam sejarah sepak bola.
Mulai dari Italia, Jerman Barat, Inggris, hingga Brasil, semuanya pernah mengangkat trofi bersejarah tersebut.
Selama lebih dari 40 tahun, Jules Rimet Trophy menjadi saksi lahirnya berbagai momen ikonik yang masih dikenang hingga sekarang.
Pada masa itu, FIFA memiliki aturan yang cukup menarik. Negara pertama yang berhasil memenangkan Piala Dunia sebanyak tiga kali akan mendapatkan hak kepemilikan permanen atas trofi Jules Rimet.
Aturan tersebut membuat setiap negara memiliki motivasi tambahan untuk mengejar gelar dunia. Persaingan berlangsung sengit hingga akhirnya Brasil mencatatkan sejarah.
Setelah meraih gelar pada tahun 1958, 1962, dan 1970, Brasil menjadi negara pertama yang mencapai tiga gelar juara dunia.
Sesuai aturan FIFA, Jules Rimet Trophy pun resmi menjadi milik Brasil pada tahun 1970.
Salah satu kisah paling terkenal dari Jules Rimet Trophy terjadi menjelang Piala Dunia 1966 di Inggris. Saat dipamerkan kepada publik di London, trofi tersebut tiba-tiba dicuri dari lokasi pameran.
Peristiwa ini langsung menjadi berita besar dan membuat panik panitia penyelenggara. Berbagai upaya pencarian dilakukan, tetapi selama beberapa hari trofi seolah menghilang tanpa jejak. Hingga akhirnya sebuah kejadian tak terduga terjadi.
Beberapa hari setelah pencurian, seorang warga Inggris bernama David Corbett sedang berjalan-jalan bersama anjing peliharaannya yang bernama Pickles.
Saat itu Pickles menemukan sebuah paket mencurigakan yang terbungkus koran di bawah semak-semak. Ketika dibuka, ternyata paket tersebut berisi Jules Rimet Trophy yang hilang.
Penemuan tersebut membuat Pickles menjadi selebritas dadakan di Inggris. Bahkan kisahnya masih sering dikenang sebagai salah satu cerita paling unik dalam sejarah Piala Dunia.
Sayangnya, kisah Jules Rimet Trophy tidak berakhir bahagia. Setelah menjadi milik permanen Brasil, trofi tersebut disimpan oleh federasi sepak bola negara itu.
Namun pada tahun 1983, trofi kembali menjadi korban pencurian. Kali ini pencurian terjadi di kantor federasi sepak bola Brasil di Rio de Janeiro.
Berbeda dengan kasus tahun 1966, trofi tersebut tidak pernah ditemukan kembali. Sejumlah teori bermunculan. Ada yang menduga trofi dilebur untuk dijual sebagai emas, sementara teori lain menyebut trofi disembunyikan oleh kolektor gelap.
Hingga kini, keberadaan Jules Rimet Trophy masih menjadi misteri yang belum terpecahkan.
Setelah era Jules Rimet berakhir, FIFA membutuhkan simbol baru untuk Piala Dunia. Organisasi tersebut mengadakan kompetisi desain internasional yang diikuti berbagai seniman dari sejumlah negara.
Pemenangnya adalah seniman Italia, Silvio Gazzaniga. Karyanya menampilkan dua figur manusia yang mengangkat bumi ke atas langit.
Desain tersebut kemudian digunakan mulai Piala Dunia 1974 dan masih menjadi trofi resmi FIFA hingga saat ini.
Meski sudah tidak digunakan lagi, Jules Rimet Trophy tetap memiliki tempat khusus dalam sejarah sepak bola.
Trofi ini menjadi simbol era awal Piala Dunia, ketika turnamen tersebut masih berkembang dan belum sebesar sekarang.
Ia juga menjadi saksi lahirnya legenda-legenda sepak bola dunia serta berbagai peristiwa yang membentuk sejarah olahraga paling populer di planet ini.
Bahkan bagi sebagian kolektor dan sejarawan olahraga, Jules Rimet Trophy dianggap sebagai salah satu artefak sepak bola paling berharga yang pernah ada.
Jules Rimet Trophy merupakan trofi pertama dalam sejarah Piala Dunia FIFA. Trofi ini digunakan sejak tahun 1930 hingga 1970 sebelum digantikan oleh trofi modern yang digunakan saat ini.
Selain memiliki desain yang ikonik, Jules Rimet Trophy juga menyimpan kisah menarik mulai dari pencurian di Inggris, penemuan oleh seekor anjing bernama Pickles, hingga hilangnya trofi tersebut di Brasil yang masih menjadi misteri sampai sekarang.
Meski fisiknya tidak diketahui keberadaannya, nama Jules Rimet akan selalu menjadi bagian penting dalam perjalanan panjang sejarah Piala Dunia.
© 2026 Macanbola. Seluruh hak cipta dilindungi undang-undang. Dilarang menyalin, memperbanyak, atau mempublikasikan ulang artikel ini tanpa izin tertulis dari Macanbola.