RUMAH-KITA: Dua Napas Mimika (Coming 2027) Eksplorasi geografis dan spiritual yang membentang dari puncak bersalju Nemangkawi hingga bentangan pesisir pantai Mimika. Babak kedua ini mengabadikan dualisme kehidupan masyarakat pegunungan dan masyarakat sun
memperlihatkan bagaimana alam membentuk kebudayaan, ketangguhan, dan persatuan mereka sebagai satu kesatuan yang utuh.
RUMAH-KITA: The Final Chapters (Coming 2028) Konklusi dan puncak dari seluruh rangkaian trilogi. Film ini merefleksikan masa depan Papua di tengah arus modernisasi. Menggali pentingnya menjaga warisan (legacy) sejarah sembari menanamkan api literasi digital dan optimisme bagi generasi muda Papua untuk memimpin era baru tanpa kehilangan jati diri.
Narasi Besar Sebuah Warisan dan Harapan Trilogi Film Dokumenter "RUMAH-KITA" adalah proyek sinematik jangka panjang yang didedikasikan untuk merekam, merawat, dan menyuarakan realitas kehidupan masyarakat Mimika, Papua. Melalui tiga babak yang saling berkesinambungan dari tahun 2026 hingga 2028, trilogi ini menjembatani nilai tradisi leluhur dengan derap langkah generasi digital masa depan.
Trilogi ini terbagi menjadi tiga pilar cerita utama:
RUMAH-KITA: Yang Dekat Tapi Jarang Dilihat (Coming 2026) Babak pembuka yang berfokus pada kedalaman riset antropologi visual di Desa Naena Muktipura (SP6). Film ini mengangkat lembar-lembar kisah nyata masyarakat transmigrasi dan lokal yang hidup berdampingan, merekam harmoni keseharian yang sering kali luput dari perhatian publik namun menyimpan kekayaan kultural yang luar biasa.
VISI YANG BERPADU
Kolaborasi Strategis untuk Swadaya Narasi Lokal Visi Yang Berpadu merupakan fondasi pergerakan di balik layar Trilogi Rumah-Kita. Proyek ini bukan sekadar karya seni visual, melainkan sebuah gerakan kolektif yang lahir dari sinergi erat antara Ruang NMP, MRK (Mimika Rumah Kita), dan Duta Digital Papua Emas.
Guna memastikan seluruh rangkaian produksi film dokumenter ini berjalan dengan baik, aman, dan lancar, kami juga tengah membangun komunikasi strategis dengan harapan mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Daerah (Pemda) Timika serta Pemerintah Provinsi Papua Tengah.
Melalui proyek ini, kami aktif membangun jaringan yang luas ke berbagai sektor. Kami ingin menyebarkan kesadaran kolektif kepada seluruh masyarakat bahwa daerah tempat tinggal mereka masih sangat luas, menyimpan potensi yang belum terpetakan, dan memiliki ruang yang begitu besar untuk bertumbuh serta maju bersama di era digital ini.
Kami percaya bahwa cerita tentang Papua harus diproduksi dan diceritakan langsung oleh anak-anak muda Papua sendiri. Melalui kolaborasi ini, kami menyatukan berbagai elemen penting:
Pelestarian Budaya: Mendokumentasikan tradisi lisan, ritual adat, dan kearifan lokal Mimika agar abadi dan dapat dipelajari oleh generasi mendatang.
Advokasi Media & Literasi Digital: Memanfaatkan teknologi sinematografi modern sebagai alat edukasi untuk melatih pemuda lokal dalam menguasai literasi digital dan pembuatan konten yang berdampak positif.
Satu Suara, Satu Rumah: Menyediakan panggung bagi masyarakat pedalaman dan pesisir Timika agar suara, keresahan, serta harapan mereka terdengar hingga ke kancah nasional dan internasional.
Melalui sinergi seni, teknologi, dukungan pemerintah, dan pemberdayaan komunitas ini, kami berkomitmen memastikan bahwa setiap jengkal cerita di tanah Mimika mendapatkan ruang yang jujur, penuh rasa hormat, dan autentik untuk disuarakan.
Menatap Mimika dari Lensa Kejujuran, Keberagaman, dan Masa Depan
Trilogi Dokumenter "RUMAH-KITA" adalah sebuah manifesto visual yang lahir dari kegelisahan sekaligus rasa bangga terhadap tanah Mimika, Papua Tengah. Proyek film dokumenter independen ini bukan sekadar media hiburan, melainkan sebuah arsip hidup dan rekam jejak antropologi visual yang menangkap esensi sejati dari kata "Rumah"—sebuah tempat di mana tradisi leluhur, adaptasi sosial, dan impian masa depan berbaur menjadi satu.
Melalui pendekatan sinematografi yang intim dan berbasis riset mendalam, dokumenter ini mengupas realitas yang selama ini luput dari perhatian arus utama. Kami mengangkat kisah-kisah humanis dari sudut-sudut kampung, suara-suara dari pedalaman pegunungan yang dingin, hingga gemuruh harapan dari masyarakat pesisir pantai.
"Dokumenter ini adalah surat cinta untuk Mimika—sebuah upaya merekam masa lalu, merayakan masa kini, dan mempersiapkan masa depan generasi digital Papua."
Mengapa Dokumenter Ini Penting?
Arsip Warisan Budaya (Legacy Preservation): Di tengah derasnya arus modernisasi, banyak nilai lokal dan tradisi lisan yang perlahan memudar. Dokumenter ini hadir untuk mengabadikan kearifan lokal Mimika agar tetap terjaga dan bisa disaksikan oleh generasi Papua di masa mendatang.
Potret Integrasi dan Harmoni Sosial: Melalui babak awal di Desa Naena Muktipura (SP6), film ini dengan jujur memperlihatkan bagaimana keberagaman suku dan latar belakang transmigrasi justru melahirkan keharmonisan hidup yang luar biasa. Ini adalah bukti nyata bahwa persatuan bisa tumbuh subur di tanah Papua.
Menyadarkan Potensi Daerah yang Luas: Kami ingin membuka mata masyarakat dan dunia luar bahwa Mimika bukan hanya tentang satu titik industri, melainkan sebuah wilayah yang sangat luas dengan kekayaan alam, budaya, dan potensi manusia yang belum sepenuhnya terpetakan.
Gerakan Literasi Digital Pemuda: Produksi film ini menjadi laboratorium hidup bagi anak-anak muda Papua yang tergabung dalam komunitas untuk belajar, menguasai teknologi media, dan menjadi sutradara atas kisah mereka sendiri.
Dari Puncak hingga Pesisir, Kita Adalah Satu Dari keagungan Puncak Nemangkawi yang berselimut salju hingga kehangatan debur ombak pesisir Mimika, dokumenter ini merangkul semua elemen masyarakat. "RUMAH-KITA"adalah ruang pembuktian bahwa dengan sinergi yang tepat antara komunitas kreatif, masyarakat lokal, dan dukungan pemerintah, narasi lokal Papua mampu bersuara dengan lantang, jujur, dan bermartabat.