Tema Kegiatan : Pendidikan anak usia dini
Nama Kegiatan : Pembangunan Paud
Tahun Anggaran Dana Desa : 2022
Alokasi Anggaran Dana Desa : Rp.180.000.000
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter, keterampilan sosial, dan kemampuan kognitif anak sejak dini. Masa usia dini adalah masa emas (golden age) yang hanya terjadi sekali dalam kehidupan manusia dan sangat menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Oleh karena itu, penyelenggaraan pendidikan yang bermutu sejak usia dini menjadi kebutuhan yang mendesak.
Di tingkat pedesaan, akses terhadap layanan pendidikan anak usia dini masih tergolong terbatas. Banyak anak usia 0–6 tahun yang belum mendapatkan layanan pendidikan dan pengasuhan yang memadai karena keterbatasan sarana, prasarana, serta tenaga pendidik yang kompeten. Selain itu, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya PAUD juga masih perlu ditingkatkan.
Desa sebagai unit pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Oleh sebab itu, pembangunan PAUD di desa menjadi salah satu langkah penting dalam rangka mendukung program nasional pembangunan manusia sejak usia dini, serta mewujudkan pemerataan akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Dengan dibangunnya PAUD di desa, diharapkan anak-anak mendapatkan stimulasi yang tepat sesuai dengan tahap perkembangan mereka, sehingga kelak dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas, sehat, dan berkarakter. Selain itu, keberadaan PAUD juga akan mendukung partisipasi orang tua dan masyarakat dalam mendidik anak-anak sejak usia dini secara lebih terarah dan terstruktur.
Pemanfaatan Dana Ketahanan Pangan yang dikelola BUMDes Sejahtera
Nama Kegiatan
Saprodi mendukung Kegiatan Swasembada Pangan
Tahun Anggaran 2025 Dana Desa Rp. 136.000.000
Latar Belakang
Potensi Desa Botungobungo sebagai Desa Pertanian Jagung:
Kondisi Agroekologi:
Desa Botungobungo memiliki potensi lahan yang cocok untuk pertanian jagung. Faktor-faktor seperti iklim (curah hujan, suhu), jenis tanah, dan topografi mendukung pertumbuhan tanaman jagung.
Karakterisasi agroekologi wilayah sangat penting untuk menentukan jenis jagung yang paling sesuai dan praktik pertanian yang optimal.
Sumber Daya Lokal:
Ketersediaan sumber daya air yang memadai, baik dari curah hujan maupun irigasi, sangat penting untuk mendukung pertanian jagung.
Penggunaan pupuk organik dan anorganik yang tepat dapat meningkatkan produktivitas lahan.
Pemanfaatan teknologi pertanian, seperti penggunaan bibit unggul dan metode tanam modern, dapat meningkatkan hasil panen.
Kearifan Lokal dan Sistem Pertanian: Pengembangan sistem pertanian terpadu (integrate farming system) dapat meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan pertanianjagung. Contohnya, integrase jagung dengan peternakan (crop-livestock system) atau perikanan (crop-fish system).
Pemanfaatan limbah pertanian (seperti tebon jagung) sebagai pakan ternak atau kompos dapat mengurangi biaya produksi dan meningkatkan nilai tambah.
Adopsi teknik konservasi tanah dan air, seperti pembuatan embung atau terasering, dapat menjaga kesuburan lahan dan mengurangi risiko erosi.
Aspek Sosial dan Ekonomi:
Pertanian jagung dapat menjadi sumber
pendapatan utama bagi masyarakat Desa Botungobungo.
Tanggal 13 Oktober 2025
Rakorev KPM dan Sekdes Cluster 1 wilayah Kecamatan Sumalata Kabupaten Gorontalo Utara dihadiri oleh Bapak Camat Sumalata
Istrahat Siang di Kantor Desa Pulohenti Kec. Sumalata . Jam 13.00 WITA lanjut Rakoorev KPM dan Tim Verifikator eHDW, terkait Progres Inputan Data Konvergensi Stunting didesa.