Berikut Ciri-Ciri Toko Online Palsu :
1. Mengirimkan promosi lewat sms
Trik ini paling banyak dilakukan kawanan penipu. Mereka secara acak mengirimkan sms yang berisi tawaran produk-produk berharga super murah. Harapan mereka, dari 1.000 sms yang terkirim mungkin ada 100 orang "bodoh" yang bisa ditipu. Kenyataannya memang masih banyak orang "bodoh" seh... Hehehe...
2. Nomor pengirim tidak sama dengan nomor yang tercantum di sms
Secara etika bisnis, mengirimkan sms berisi tawaran produk tanpa persetujuan orang sudah termasuk spamming, apalagi jika tawaran tersebut penipuan? Tidak ada orang yang akan menaruh respek terhadap penjual-penjual model begini, sampai tertipu dan mentransfer uang. Cuekin saja semua sms yang tidak berasal dari nomor yang sama. Itu ada program pengirim sms massal yang dimanfaatkan (sms gateway server). Jadi jika kita balas sms tersebut tidaklah memungkinkan dan kalau kita komplain ke nomor yang tercantum dalam sms, si pemilik nomor bisa mengelak bahwa bukan mereka yang mengirimkan sms tersebut. Jadi benar-benar tidak beretika bukan?
3. Barang murah - harga diskon ga logis
Ciri-ciri paling menyolok penipuan toko online adalah menawarkan barang dengan harga super diskon. Dengan melihat harga murah tersebut diharapkan korban akan tergiur, "ileran" dan percaya.
4. Menggunakan media gratisan
Namanya penipu yang tidak punya uang, ya jelas yang digunakan adalah semua yang gratis. Bikin yang gratis juga gampang kok. Email gratis, iklan baris gratis, forum gratisan, iklan market place gratis, dsb... Anda pun juga bisa membuatnya... hehe.. Logikanya kalau semua fasilitas yang dipakai "gratisan" Bagaimana bisa bermodal beli barang untuk dijual???
5. Tidak menerima cash on delivery (COD)
Ciri-ciri paten berikutnya tentang toko online penipuan adalah tidak adanya fasilitas COD (Cash on Delivery). Maksud COD adalah: barang diantar bayar di tempat alias ada barang ada uang. Nah, kawanan penipu paling anti COD. Sebab mereka tidak ada barang karena tujuannya menipu. Jadi mereka tidak akan pernah melayani COD dengan berbagai alasan bla..bla...bla... seperti: "COD hanya dengan pembelian di atas Rp 15 juta." Preettt....
6. Tidak ada alamat toko
Masa punya toko tetapi tidak ada alamat? Minimal mereka punya alamat rumah, alamat kost, alamat apartemen, dsb...bukan? Taruhlah mereka tidak punya toko beneran tetapi pasti ada alamat rumah sebagai tempat tinggal. Dari mana mereka ambil barang? Di manakah mereka stok barang? Ke manakah supplier mereka mengirim barang jika bukan ke alamat mereka? Jadi jangan percaya jika penipu bilang, "Kami spesialis jualan online dan tidak ada alamat toko." Preett.... Kalau tidak ada alamat toko, minimal mereka akan mencantumkan alamat rumah. Yang punya alamat saja "palsu" apalagi ini yang tidak ada alamat??? Waspadalah...waspadalah!!!
7. Mencantumkan testimoni palsu
Untuk meyakinkan calon korban, biasanya kawanan penipu menulis testimoni di blog atau website mereka sendiri. Padahal semua itu adalah karangan mereka sendiri. Foto-foto yang ada dicomot dari om Google. Rata-rata bunyi testimoninya seperti begini:
- "Pertama cukup meragukan. Banyak kasus penipuan. Namun setelah berbelanja dan barang terkirim, akhirnya percaya. Benar-benar bagus dan murah."
- "Juragan satu ini layak dapat bintang. Barang bagus, pengiriman sesuai janji. Mantap Boss!"
- "Saya suka dengan pelayanan toko online satu ini. Barang sesuai gambar, harga murah dan pengiriman cepat.
Hehehe... Anda bisa tambahin sendiri lagi. Cobalah berimprovisasi mengarang sehebat kawanan penipu mengarang cerita.
8. Anti Rekening Bersama (Escrow)
Selain menolak COD (Cash on Delivery) di mana barang sampai ke rumah langsung kita bayar di tempat, kawanan penipu juga anti rekening bersama (escrow). Padahal kalau mereka beneran jualan buat apa takut menggunakan rekening bersama? Toh kalau benar barang dikirim dan sudah diterima pembeli, si pembeli akan melaporkan kepada agen rekening bersama sehingga uang bisa langsung transfer ke penjual.
Kawanan penipu maunya Anda langsung transfer ke rekening mereka. Begitu dapat uangnya, mereka langsung cabut dan kabur. Barang tidak pernah dikirim sama sekali. Gimana mau kirim karena memang niatnya menipu? Jadi kalau ada penjual yang anti rekening bersama maka 10.000% pasti penipuan. Gak ada ruginya kok menggunakan rekening bersama???
9. Terlihat janggal apa yang tercantum dalam website mereka
Pokoknya kalau Anda amati dengan baik, pasti ada yang janggal dengan tampilan, foto dan tulisan website penipuan tersebut. Fotonya bisa aneh, tulisannya acak kadul, selalu menekankan transfer-transfer dan transfer uang. Rekening bank tidak tercantum supaya tidak diciduk polisi, menggunakan nomor ponsel yang sama untuk beberapa website atau blog, memasang foto faktur pengiriman seperti TIKI, JNE ataupun JNT yang dicomot dari Google, tidak ada alamat toko atau bahkan jelas-jelas menakut-nakuti Anda seperti:
- "Kami khusus jualan online. Tidak ada toko!"
Biasanya yang ada justru dari toko offline akhirnya membuat website mendukung bisnis offline mereka. Ini kok bilang gak punya toko tetapi khusus online? Ada-ada aja.
- "Buat apa menipu, kami menggunakan nomor cantik. Penipu tidak akan menggunakan nomor cantik."
Nomor cantik dari Hongkong? Siapa bilang penipu tidak bisa menggunakan nomor cantik? Kecuali nomornya: 081234567890. Itu baru nomor cantik, ya ga? Tentu sayang jika si penipu mengorbankan nomor tersebut. Tetapi kalau hasil tipuannya dapat Rp 1 milyar, apa gak buang juga tuh nomor?
Bagaimana sekarang? Apakah Anda masih akan tertipu oleh adanya toko online palsu???
Kalau sudah baca tapi masih juga tertipu benar-benar ampun dech... hehehe...
Semoga Bermanfaat...