Produk Terjamin
Terlaris
Termurah
Pakaian Adat Papua Jenis, Keunikan, dan Filosofinya
Pulau Papua memiliki luas 312.224,37 km2 dari total luas pulau 421.981 km2. Pulau yang dikenal dengan kekayaan tambang dan emasnya ini terletak di ujung timur Indonesia dan berbatasan langsung dengan negara Papua Nugini. Budaya yang terdapat di pulau Papua sangat beragam, meliputi suku, bahasa, rumah adat, tarian, upacara adat, dan pakaian tradisional. Berdasarkan beberapa sumber, Pulau Papua memiliki 466 suku antara lain, suku Asmat, suku Biak, suku Nafri, suku Maklewa, dan beberapa suku lainnya. Masyarakat Papua masih satu rumpun dengan penduduk pribumi Benua Australia. Selain suku, pulau Papua juga memiliki 270 bahasa. Seperti yang kita ketahui, Papua terkenal dengan pakaian adatnya. Pakaian tradisional Papua yang paling terkenal adalah Koteka. Koteka merupakan pakaian adat Papua yang terbuat dari bahan kulit labu air yang telah dihilangkan bijinya. Ada yang masih ingat tidak, bagaimana wujud pakaian tradisional Papua? Yuk, simak informasi lainnya melalui link berikut!
Identiknya Suku Asmat dengan kanibalisme menumbuhkan stereotype mengenai suku asmat yang gemar memburu kepala manusia. Pada tahun1961, dalam sebuah ekspedisi yang dipimpin oleh Rokefeller Jr, putra seorang gubernur negara bagian New York, menghilang ke dalam hutan bakau di daerah ini. Menurut kabar,Rokefeller Jr menjadi korban kanibalisme suku Asmat. Pada tahun 1968 dua orang misionaris Australia dan Amerika, Stan Dole dan Phil Masters dikabarkan dicincang dan dimakan oleh suku Asmat. Perburuan kepala ini menjadi budaya yang begitu mengakar. Peristiwa mengerikan ini dulu merupakan hal biasa bagi orang-orang Asmat. Hal itu dikarenakan, kehidupan suku Asmat pada waktu itu penuh diliputi oleh peperangan antar-klan dan antar wilayah. Simak video lengkapnya!
Nyatanya Koteka tidak sekedar menjadi pakaian tradisional bagi Masyarakat di Papua, tapi ada nilai penting Koteka yang patut dilestarikan. #DefendingParadise #FYP #BeradatJagaHutan #FaktaUnikKoteka