Dokumen ini disusun untuk memberikan penjelasan mengenai bentuk adegan video dalam proyek PJBL Muara Rasa. Penjelasan ini bertujuan agar siswa memiliki gambaran yang jelas bahwa video yang dibuat bukanlah drama fiksi, melainkan dokumenter reflektif yang menampilkan proses nyata dan dampak sosial kegiatan.
Video Muara Rasa dikemas dalam bentuk dokumenter reflektif dengan pendekatan visual simbolik. Artinya, video menampilkan kejadian nyata di lingkungan sekolah, dipadukan dengan narasi reflektif untuk memperkuat pesan empati dan kepedulian sosial, tanpa menggunakan alur cerita drama atau dialog fiktif.
Penggunaan short drama murni tidak dipilih karena berisiko mengaburkan fokus PJBL. Drama cenderung menonjolkan akting dan cerita fiksi, sehingga proses, produk, dan dampak nyata kegiatan menjadi kurang terlihat. Oleh karena itu, pendekatan dokumenter dipandang lebih relevan dan akademis.
Adegan dalam video bersifat natural dan observasional. Kamera berfungsi sebagai pengamat, bukan pengarah akting. Siswa tidak diminta memerankan tokoh tertentu, melainkan melakukan aktivitas sebagaimana biasanya di lingkungan sekolah.
1. Adegan observasi lingkungan sekolah (gerbang, koridor, kelas).
2. Adegan aktivitas belajar dan interaksi siswa secara alami.
3. Adegan proses pembuatan dan penggunaan kotak Muara Rasa.
4. Adegan simbolik seperti tangan membuka kotak dan kertas aspirasi (tanpa identitas).
5. Adegan refleksi berupa pernyataan singkat siswa atau guru.
Dramatisasi yang digunakan bersifat sangat ringan dan simbolik, misalnya penggunaan sudut pengambilan gambar, pencahayaan, dan musik latar yang lembut. Tidak terdapat dialog drama, konflik fiktif, maupun penokohan tertentu.
Dengan pendekatan ini, video tetap memenuhi kaidah Project Based Learning karena menampilkan proses, produk, kolaborasi, refleksi, dan dampak sosial secara nyata. Video berfungsi sebagai dokumentasi pembelajaran dan media refleksi sosial, bukan sebagai film drama.
Diharapkan penjelasan ini dapat menjadi pedoman bagi siswa dalam memproduksi video Muara Rasa secara terarah, etis, dan sesuai dengan tujuan pembelajaran PJBL kepedulian sosial.