VERSI TERJEMAHAN BAHASA INDONESIA
Fragmen-fragmen Kitab Henokh dari Gulungan Kitab Laut Mati, Gua Qumran.
Inilah perkataan berkat Henokh, bagaimana ia memberkati orang-orang pilihan dan orang benar, yang akan ada pada masa kesusahan, ketika segala orang fasik dan durhaka akan ditolak. Henokh, seorang benar, yang hidup bersama Allah, berbicara dan berkata, sementara matanya terbuka dan ia melihat suatu penglihatan kudus di sorga; itulah yang diperlihatkan malaikat-malaikat kepadanya.
Dari mereka aku mendengar segala perkara, dan aku mengerti apa yang kulihat; hal-hal yang tidak akan terjadi pada generasi ini, tetapi pada generasi yang akan datang di masa yang jauh, oleh karena orang-orang pilihan.
Karena mereka aku berbicara dan bercakap-cakap dengan Dia, yang akan keluar dari tempat-Nya, Yang Kudus dan Perkasa, Allah semesta alam:
Yang kemudian akan menginjak gunung Sinai; menampakkan diri dengan bala tentara-Nya, dan menyatakan diri dalam kuasa-Nya dari sorga.
Semua akan gemetar ketakutan, dan para Penjaga pun akan gentar.
Ketakutan dan kegentaran yang besar akan menimpa mereka, sampai ke ujung bumi; gunung-gunung yang tinggi akan goncang, dan bukit-bukit yang menjulang akan merendah, meleleh seperti sarang lebah di dalam api. Bumi akan terbenam, dan segala yang ada di dalamnya akan binasa, dan penghakiman akan datang atas semua orang, bahkan atas orang benar sekalipun.
Tetapi kepada mereka Ia akan memberikan damai sejahtera; Ia akan memelihara orang-orang pilihan, dan kepada mereka Ia akan menunjukkan kemurahan.
Maka semua akan menjadi milik Allah; bersukacita dan diberkati; dan kemuliaan Keilahian-Nya akan menerangi mereka.
Lihatlah, Ia datang dengan berlaksa-laksa orang kudus-Nya, untuk menjatuhkan hukuman atas mereka, dan membinasakan orang-orang fasik, serta menegur semua yang hidup menurut hawa nafsu karena segala perbuatan dosa dan kefasikan yang telah mereka lakukan terhadap-Nya.
Semua yang di sorga mengetahui apa yang terjadi di sana.
Mereka tahu bahwa benda-benda penerang di langit tidak menyimpang dari jalannya; masing-masing terbit dan terbenam pada waktunya, setiap satu pada masa yang ditentukan, tanpa melanggar perintah yang telah diterima. Mereka memandang bumi dan mengerti apa yang terjadi di atasnya, dari awal sampai akhir.
Mereka melihat bahwa segala pekerjaan Allah tetap pada waktunya yang tetap; mereka memandang musim panas dan musim dingin, melihat bahwa seluruh bumi penuh air, dan bahwa awan, embun, dan hujan membasahinya.
Mereka memerhatikan dan melihat setiap pohon, bagaimana daunnya layu dan gugur, kecuali empat belas pohon, yang tidak meranggas; yang menunggu dari tunas lama sampai munculnya daun yang baru, dua atau tiga musim dingin lamanya.
Lagi mereka memerhatikan hari-hari musim panas, ketika matahari menyengat sejak awalnya; engkau mencari tempat teduh karena panas yang membakar; bumi hangus oleh panas yang menyala, dan engkau pun tidak sanggup berjalan di tanah atau di batu-batu karena panas itu.
Mereka memerhatikan bagaimana pohon-pohon, ketika mengeluarkan daun hijau, menjadi rimbun dan menghasilkan buah; mereka memahami segalanya, dan tahu bahwa Dia yang hidup untuk selama-lamanya melakukan semuanya itu bagimu.
Bahwa pekerjaan-Nya pada awal setiap tahun tetap tunduk pada-Nya dan tidak berubah; sebagaimana Allah telah menetapkan, demikianlah semuanya terjadi.
Mereka juga melihat bagaimana laut dan sungai menyelesaikan tugasnya masing-masing bersama-sama.
Tetapi kamu tidak sabar menanggungnya, dan tidak melakukan perintah Tuhan; malah kamu melanggar dan menghujat kebesaran-Nya, dan kata-kata jahat keluar dari mulutmu yang najis terhadap Kemuliaan-Nya.
Hai kamu yang kering hatinya, damai tidak akan ada bagimu!
Oleh sebab itu, harimu akan kau kutuki, dan tahun-tahun hidupmu akan lenyap; kutuk kekal akan berlipat ganda atasmu, dan engkau tidak akan mendapat belas kasihan.
Pada masa itu engkau akan melepaskan damai dengan kutuk kekal dari semua orang benar, dan orang-orang berdosa akan senantiasa mengutukmu;
Mereka akan mengutukmu bersama orang-orang fasik.
Tetapi orang-orang pilihan akan memiliki terang, sukacita, dan damai; dan mereka akan mewarisi bumi.
Tetapi kamu, hai orang-orang cemar, akan terkutuk.
Maka hikmat akan diberikan kepada orang-orang pilihan, dan mereka semua akan hidup, dan tidak akan lagi berbuat durhaka atau congkak; mereka akan merendahkan diri, memiliki akal budi, dan tidak akan mengulang dosa.
Mereka tidak akan dihukum sepanjang hidupnya, dan tidak akan mati dalam siksa dan murka; tetapi jumlah hari mereka akan disempurnakan, dan mereka akan menjadi tua dalam damai, dan tahun-tahun kebahagiaan mereka akan berlipat ganda dengan sukacita dan damai untuk selama-lamanya.
Terjadi sesudah anak-anak manusia bertambah banyak pada masa itu, maka lahirlah bagi mereka anak-anak perempuan yang elok dan cantik rupanya.
Ketika para malaikat, anak-anak sorga, melihat mereka, mereka jatuh cinta, dan berkata seorang kepada yang lain, "Marilah kita pilih bagi kita isteri dari anak-anak manusia, dan marilah kita memperanakkan anak."
Pemimpin mereka, Semyaza, berkata kepada mereka, "Aku takut kalau-kalau kamu tidak mau sungguh-sungguh melakukan hal ini;
dan hanya aku seorang yang akan menanggung hukuman atas dosa yang berat ini."
Tetapi mereka menjawabnya dan berkata, "Kami semua bersumpah,
dan mengikat diri dengan kutuk bersama, bahwa kami tidak akan merubah niat kami, tetapi melaksanakan maksud ini."
Maka mereka semua bersumpah bersama, dan mengikat diri dengan kutuk bersama. Jumlah mereka seluruhnya ada dua ratus, yang turun ke Ardis, di puncak gunung Hermon.
Gunung itu dinamai Hermon, sebab mereka telah bersumpah di atasnya, dan mengikat diri dengan kutuk bersama.
Inilah nama para pemimpin mereka: Semyaza, pemimpin mereka, Urakabarameel, Akibeel, Tamiel, Ramuel, Danel, Azkeel, Saraknyal, Asael, Armers, Batraal, Anane, Zavebe, Samsaveel, Ertael, Turel, Yomyael, Arazyal. Mereka inilah kepala atas dua ratus malaikat, dan sisanya bersama mereka.
Lalu mereka mengambil isteri, masing-masing memilih bagi dirinya; mereka menghampiri mereka dan bersetubuh dengan mereka; mengajarkan kepada mereka sihir, mantera, dan membedakan akar-akar dan pohon-pohon.
Maka perempuan-perempuan itu mengandung dan melahirkan raksasa,
yang tingginya masing-masing tiga ratus hasta. Mereka melahap segala hasil usaha manusia, sampai manusia tidak sanggup lagi memberi makan mereka.
Maka mereka berbalik menyerang manusia, untuk memakan mereka.
Dan mereka mulai merusak burung-burung, binatang-binatang, reptil, dan ikan-ikan, makan daging mereka satu sama lain, dan meminum darahnya.
Maka bumi pun menuduh orang-orang yang tidak benar itu.
Lagipula Azazyel mengajarkan manusia membuat pedang, pisau, perisai, baju zirah, pembuatan cermin, pekerjaan gelang dan perhiasan, cara memakai cat, memperindah alis, penggunaan batu-batu berharga dari segala jenis yang terpilih, dan semua macam pewarna, sehingga dunia menjadi berubah.
Kefasikan bertambah; percabulan berlipat ganda; dan mereka melanggar serta merusak segala jalannya.
Amazarak mengajarkan segala tukang sihir dan pembelah akar.
Armers mengajarkan cara melepaskan sihir.
Barkayal mengajarkan para pengamat bintang.
Akibeel mengajarkan tanda-tanda.
Tamiel mengajarkan ilmu perbintangan.
Dan Asaradel mengajarkan gerakan bulan.
Dan manusia, menjadi binasa, berseru; dan suara mereka sampai ke sorga.
Lalu Mikhael, Gabriel, Rafael, Suriel, dan Uriel, memandang dari sorga, dan melihat banyaknya darah yang tertumpah di bumi, dan segala kejahatan yang dilakukan di atasnya, lalu berkata satu kepada yang lain, "Inilah suara jeritan mereka;
bumi yang kehilangan anak-anaknya berseru bahkan sampai ke pintu gerbang sorga."
Maka mereka berkata kepada Tuhan mereka, Raja, "Engkaulah Tuhan segala tuhan, Allah segala allah, Raja segala raja. Takhta kemuliaan-Mu ada untuk selama-lamanya, dan nama-Mu dikuduskan dan dimuliakan untuk selama-lamanya. Engkau diberkati dan dipermuliakan!
Engkaulah yang menjadikan segala sesuatu; Engkau memiliki kuasa atas segala sesuatu; dan semua hal terbuka dan nyata di hadapan-Mu. Engkau melihat segala sesuatu, dan tidak ada yang tersembunyi bagi-Mu.
Engkau telah melihat apa yang dilakukan Azazyel, bagaimana ia telah mengajarkan segala jenis kejahatan di bumi, dan menyingkapkan kepada dunia segala rahasia yang dilakukan di sorga.
Semyaza juga telah mengajarkan sihir, kepada siapa Engkau berikan kuasa atas mereka yang bersamanya. Mereka telah pergi bersama anak-anak perempuan manusia; berbaring dengan mereka; menjadi najis;
dan menyingkapkan kejahatan kepada mereka.
Perempuan-perempuan itu pun telah melahirkan raksasa.
Maka seluruh bumi pun penuh dengan darah dan kejahatan.
Sekarang, lihatlah, jiwa-jiwa orang yang mati berseru,
dan berseru sampai ke pintu gerbang sorga.
Rintihan mereka naik; dan mereka tidak dapat lepas dari kejahatan yang dilakukan di bumi. Engkau tahu segala sesuatu, bahkan sebelum hal itu ada.
Engkau tahu hal-hal ini, dan apa yang telah dilakukan mereka; namun Engkau tidak berfirman kepada kami.
Apa yang seharusnya kami perbuat kepada mereka karena semua ini?"
Maka Yang Mahatinggi, Yang Besar dan Kudus, berfirman,
dan mengutus Arsayalalyur kepada anak Lamekh,
serta berfirman, “Katakan kepadanya dalam nama-Ku: Sembunyikanlah dirimu.
Beritahukan kepadanya kesudahan yang akan datang; sebab seluruh bumi akan binasa; air bah akan datang atas seluruh bumi, dan segala yang ada di dalamnya akan dihancurkan.
Ajarkanlah kepadanya bagaimana ia dapat melarikan diri, dan bagaimana benihnya dapat tetap tinggal di seluruh bumi.”
Lagi Tuhan berkata kepada Rafael, "Ikatlah Azazyel tangan dan kaki; buanglah dia ke dalam kegelapan; dan bukalah padang gurun yang ada di Dudael, lemparkan dia ke sana.
Timbunlah dia dengan batu-batu tajam dan runcing, tutupilah dia dengan kegelapan.
Di sanalah ia akan tinggal untuk selama-lamanya; tutup wajahnya, supaya ia tidak melihat terang.
Dan pada hari penghakiman yang besar, lemparkan dia ke dalam api.
Pulihkanlah bumi yang telah dirusakkan malaikat-malaikat itu; umumkanlah kehidupan kepadanya, supaya Aku memulihkannya.
Semua anak-anak manusia tidak akan binasa karena semua rahasia yang telah diajarkan para Penjaga dan keturunannya.
Seluruh bumi telah dirusakkan oleh pengajaran Azazyel; maka kepadanya hendaklah engkau tanggungkan seluruh kejahatan."
Kepada Gabriel pun Tuhan berfirman, "Pergilah kepada para perusak, kepada anak-anak zina, kepada keturunan para Penjaga; binasakanlah mereka dari antara manusia; seretlah mereka keluar dan adu dombakan mereka satu sama lain, supaya mereka binasa saling membunuh; panjang umur tidak akan mereka miliki.
Mereka semua akan memohon kepadamu, tetapi bapa-bapa mereka tidak akan mendapat apa yang mereka minta bagi mereka; sebab mereka berharap hidup kekal, bahwa masing-masing hidup lima ratus tahun."
Kepada Mikhael juga Tuhan berfirman, "Pergilah, umumkanlah kejahatan kepada Semyaza dan kepada yang bersama-sama dengannya, yang telah menajiskan diri dengan perempuan; apabila semua anak-anak mereka telah dibunuh, dan mereka melihat kebinasaan orang-orang yang mereka kasihi, ikatlah mereka tujuh puluh generasi di bawah bumi, sampai hari penghakiman dan kesudahan, ketika penghakiman kekal akan diselesaikan.
Lalu mereka akan dilemparkan ke dalam jurang api yang paling dalam, dalam siksaan; di sana mereka akan dikurung untuk selama-lamanya.
Segera sesudah itu ia, bersama mereka, akan terbakar dan binasa; mereka akan terikat sampai kesudahan banyak generasi.
Binasakanlah semua jiwa yang suka berzina, dan keturunan para Penjaga, sebab mereka telah menindas umat manusia.
Biarlah semua penindas lenyap dari muka bumi.
Biarlah segala perbuatan jahat dimusnahkan.
Tunas kebenaran dan kejujuran akan muncul, dan hasilnya akan menjadi berkat.
Kebenaran dan kejujuran akan ditanam untuk selama-lamanya dengan sukacita.
Maka semua orang kudus akan mengucap syukur, dan hidup sampai mereka memperanakkan seribu anak, dan sepanjang masa muda mereka dan sabat mereka akan dilalui dalam damai. Pada masa itu seluruh bumi akan diolah dalam kebenaran; akan ditanami sepenuhnya dengan pohon-pohon, dan dipenuhi berkat; setiap pohon kelezatan akan ditanam di dalamnya.
Di dalamnya akan ditanam pokok anggur; dan pokok anggur yang ditanam akan berbuah sampai kenyang; setiap biji yang ditaburkan di dalamnya akan menghasilkan seribu; dan satu takar buah zaitun akan menghasilkan sepuluh bejana minyak.
Bersihkanlah bumi dari segala penindasan, ketidakadilan, kejahatan, kefasikan, dan segala kenajisan yang dilakukan di atasnya; musnahkanlah mereka dari bumi.
Maka semua anak manusia akan menjadi benar, dan segala bangsa akan memuliakan Aku dengan hormat ilahi, dan memberkati Aku; dan semuanya akan menyembah Aku.
Bumi akan dibersihkan dari segala kebusukan, dari setiap kejahatan, hukuman, dan penderitaan; dan Aku tidak akan lagi mendatangkan air bah atasnya dari generasi ke generasi untuk selama-lamanya."
Pada masa itu Aku akan membuka perbendaharaan berkat yang ada di sorga, supaya Aku menurunkannya ke atas bumi, dan ke atas segala pekerjaan dan jerih payah manusia.
Damai dan keadilan akan bersatu dengan anak-anak manusia sepanjang segala masa, turun-temurun untuk selama-lamanya.
Sebelum semua perkara ini terjadi, Henokh disembunyikan; tidak seorang pun dari anak-anak manusia tahu di mana ia disembunyikan, ke mana ia pergi, dan apa yang telah terjadi.
Ia seluruhnya bergaul dengan orang-orang kudus dan para Penjaga pada zamannya.
Aku, Henokh, memuji Tuhan yang besar dan Raja Damai.
Dan lihatlah, para Penjaga memanggil aku Henokh si penulis.
Lalu Tuhan berkata kepadaku: "Henokh, penulis kebenaran, pergilah kabarkan kepada para Penjaga di sorga, yang telah meninggalkan langit tinggi dan kediaman kekal mereka yang kudus, yang telah menajiskan diri dengan perempuan.
Mereka telah berbuat seperti anak-anak manusia, dengan mengambil isteri bagi diri mereka, dan mereka telah sangat merusak di bumi.
Katakanlah kepada mereka: Di bumi kamu tidak akan mendapat damai dan pengampunan dosa. Kamu tidak akan bersukacita atas anak-anakmu; kamu akan melihat pembunuhan terhadap orang-orang yang kamu kasihi; kamu akan meratap untuk kebinasaan anak-anakmu; dan kamu akan memohon selamanya, tetapi tidak akan mendapat rahmat dan damai."
Lalu Henokh pergi dan berkata kepada Azazyel, "Engkau tidak akan mendapat damai. Sebuah keputusan besar telah dijatuhkan atasmu. Dia akan mengikat engkau.
Tidak akan ada kelegaan, rahmat, atau pengampunan bagimu, karena penindasan yang telah kauajarkan;
dan karena segala penghujatan, penindasan, dan dosa yang kauungkapkan kepada anak-anak manusia."
Setelah itu aku pergi dari padanya dan berbicara kepada mereka semua bersama-sama.
Mereka semua menjadi takut dan gemetar,
dan memohon kepadaku supaya aku menuliskan bagi mereka suatu peringatan permohonan, agar mereka memperoleh pengampunan; dan supaya aku menaikkan permohonan itu di hadapan Allah di sorga; sebab mereka sendiri tidak sanggup lagi memandang ke sorga atau menengadah, karena noda aib mereka yang memalukan.
Maka aku menulis peringatan doa dan permohonan mereka, untuk roh mereka, untuk semua yang telah mereka lakukan, dan untuk isi permohonan mereka, agar mereka dapat memperoleh pengampunan dan kelegaan.
Aku melanjutkan perjalananku melewati air Danbadan, yang terletak di sebelah kanan arah barat dari Armon, sambil membaca permohonan mereka, sampai aku tertidur.
Lihatlah, sebuah mimpi datang kepadaku, dan penglihatan muncul di atasku. Aku rebah dan melihat suatu penglihatan penghukuman, supaya aku menyatakannya kepada anak-anak sorga dan menegur mereka. Ketika aku terjaga, aku pergi kepada mereka. Mereka semua berkumpul sambil menangis di Oubelseyael, yang terletak di antara Libanon dan Seneser, dengan wajah mereka terselubung.
Aku menceritakan di hadapan mereka semua penglihatan yang telah kulihat, dan mimpiku.
Lalu aku mulai menyampaikan kata-kata kebenaran ini, menegur para Penjaga sorga.
Inilah kitab perkataan kebenaran, dan teguran kepada para Penjaga dunia, sesuai dengan apa yang Dia, Yang Kudus dan Agung, perintahkan dalam penglihatan. Aku melihat dalam mimpiku, bahwa aku sekarang berbicara dengan lidah daging, dengan nafas yang Yang Mahakuasa berikan ke dalam mulut manusia supaya mereka berbicara dengannya,
dan memahami dengan hati. Seperti Dia menciptakan dan memberi manusia kemampuan memahami firman pengertian, demikianlah Dia menciptakan dan memberiku kuasa menegur para Penjaga, anak-anak sorga. Aku telah menuliskan permohonanmu; dan dalam penglihatanku telah diperlihatkan kepadaku, bahwa permohonanmu tidak akan dikabulkan selama dunia masih ada.
Penghakiman telah dijatuhkan atasmu: permohonanmu tidak akan dikabulkan.
Mulai saat ini engkau tidak akan naik lagi ke sorga; Dia telah berfirman, bahwa di bumi engkau akan terikat selama dunia masih ada.
Tetapi sebelum semua ini, engkau akan melihat kebinasaan anak-anakmu yang kaukasihi; engkau tidak akan memiliki mereka, karena mereka akan binasa di hadapanmu oleh pedang.
Engkau tidak akan memohon untuk mereka, atau untuk dirimu sendiri;
tetapi engkau akan menangis dan meratap dalam diam. Itulah perkataan kitab yang kutulis.
Lalu suatu penglihatan muncul kepadaku.
Lihatlah, dalam penglihatan itu awan dan kabut memanggilku; bintang-bintang yang gemetar dan kilat mendorongku, sementara angin membantu perjalananku dalam penglihatan itu, mempercepat jalanku.
Mereka mengangkatku tinggi ke sorga. Aku berjalan sampai tiba di tembok yang dibangun dengan batu-batu kristal. Api bergetar di sekelilingnya, membuatku sangat ketakutan.
Aku masuk ke dalam api bergetar itu;
dan aku mendekat ke suatu tempat kediaman yang luas, juga dibangun dari batu kristal. Tembok-temboknya dan lantainya terbentuk dari batu kristal, demikian juga tanahnya. Atapnya tampak seperti bintang-bintang yang gemetar dan kilat yang menyala; di antara mereka ada kerub-kerub api di langit yang bergolak. Api berkobar di sekeliling temboknya, dan pintu gerbangnya menyala dengan api. Ketika aku masuk ke dalam tempat tinggal itu, terasa panas seperti api dan dingin seperti es. Tak ada kesenangan atau kehidupan di sana. Ketakutan menelanku, dan keguncangan besar mengguncangku.
Aku sangat gemetar dan rebah dengan wajah ke tanah. Dalam penglihatan aku memandang,
dan lihat, ada suatu tempat kediaman lain yang lebih luas daripada yang pertama. Semua pintunya terbuka di depanku, berdiri di tengah api yang bergetar.
Sangat megah dan mulia dan besar, tak terlukiskan keagungan atau luasnya.
Lantainya berapi; di atasnya kilat dan bintang-bintang gemetar, dan atapnya menunjukkan kobaran api.
Dengan saksama aku memandang, dan aku melihat bahwa di dalamnya ada takhta yang sangat luhur;
rupanya seperti embun beku, dan lingkarannya seperti bola matahari yang cemerlang; di sana terdengar suara kerubim.
Dari bawah takhta agung itu mengalir sungai api yang bernyala.
Mustahil memandangnya.
Seseorang yang besar dalam kemuliaan duduk di atasnya;
jubah-Nya lebih terang daripada matahari, lebih putih daripada salju.
Tidak ada malaikat yang sanggup mendekat dan memandang wajah-Nya, Yang Mulia dan Yang Bercahaya; tak ada manusia yang sanggup memandang-Nya. Api berkobar di sekeliling-Nya.
Api yang sangat besar terus menyala di hadapan-Nya; tidak satu pun di antara yang mengelilingi-Nya sanggup mendekat, di antara berlaksa-laksa yang berdiri di hadapan-Nya. Kepada-Nya tak perlu musyawarah suci. Namun para yang kudus di dekat-Nya tidak pernah berpisah dari-Nya, baik siang maupun malam; mereka tidak berpindah dari sisi-Nya. Aku pun dibawa sedemikian dekat, dengan wajah tertutup, dan bergetar. Lalu Tuhan dengan mulut-Nya sendiri memanggilku, bersabda, "Mendekatlah ke sini, Henokh, menurut firman-Ku yang kudus."
Dan Dia mengangkatku, mendekatkan aku sampai ke pintu gerbang. Mataku kutundukkan ke tanah.
Lalu Dia yang kudus dan agung berfirman, dan mengutus Henokh kepada para Penjaga yang jatuh.
Dia berfirman kepadaku: "Pergilah, katakan kepada para Penjaga sorga yang telah mengutusmu untuk memohon bagi mereka:
Engkau harus menasihati mereka: Seharusnya kamulah yang memohon bagi manusia, bukan manusia yang memohon bagi kamu.
Kenapa kamu meninggalkan sorgamu yang tinggi, tempat kudus kekalmu, dan berbaring dengan perempuan, dan menajiskan dirimu dengan anak-anak manusia, dan mendapatkan keturunan berdarah dan daging?
Kamu, roh suci yang hidup abadi, telah menajiskan dirimu dengan darah daging, dan melahirkan anak-anak yang serupa dengan manusia.
Maka roh-roh raksasa yang dilahirkan dari tubuh dan daging akan disebut roh-roh jahat di bumi, dan di bumi akan menjadi tempat tinggal mereka.
Roh-roh jahat itu timbul dari tubuh mereka; karena mereka dilahirkan dari manusia kudus yang berjaga, awalnya sorgawi, maka mereka akan tetap di bumi menjadi roh jahat. Mereka disebut roh-roh jahat di bumi.
Roh-roh raksasa itu membawa penindasan, kebinasaan, serangan, pertengkaran, kehancuran di bumi, dan menyebabkan kekacauan. Mereka tidak makan, tetapi lapar dan haus, dan menyebabkan kerusakan.
Roh-roh ini akan bangkit melawan anak-anak manusia dan perempuan, karena mereka keluar dari mereka pada zaman pembinasaan.
Roh-roh itu akan merusak, mengganggu, menyerang, berperang, dan menghasut di bumi.
Tetapi para Penjaga akan terikat di tempat hukuman mereka sampai akhir segala zaman."
"Tetapi kepada anak-anakmu, tidak akan ada damai.
Mereka akan melihat kematian anak-anak kesayangan mereka, dan meratapi kehancuran mereka; mereka akan memohon untuk anak-anak mereka, tetapi tidak akan ada rahmat, sebagaimana bagi mereka juga tidak akan ada rahmat, menurut penglihatan yang kuterima.
Wahyu mengenai penghakiman telah ditetapkan atasmu; semua permohonanmu tidak akan dikabulkan bagimu selama-lamanya.
Wahyu itu telah kuberitakan kepadamu. Dan tidak ada lagi kata-kata tambahan bagimu."
Mereka membawaku ke suatu tempat di mana orang-orang kudus tinggal.
Di sana aku melihat gunung-gunung yang penuh batu api berkilauan.
Dan di sekitarnya terdapat tempat-tempat di mana air mengalir.
Di atas gunung-gunung itu ada gumpalan-gumpalan embun, di mana airnya mengalir turun dari atasnya ke arah timur.
Aku melihat tempat-tempat besar di mana air berkumpul.
Aku melihat sungai api yang menyala-nyala turun ke barat, tanpa henti.
Aku melihat sungai-sungai api besar yang tidak terhitung jumlahnya, mengalir ke tempat api itu.
Lalu aku terpana dan gemetar di hadapan penglihatan yang dahsyat itu.
Aku melihat perbendaharaan angin, bagaimana Dia membagi-bagikan antara langit dan bumi.
Aku melihat tempat di mana Dia menutupkan peti salju dan embun beku, tempat di mana Dia menyimpan embun salju dan kabut.
Aku melihat bagaimana Dia meletakkan pilar-pilar bumi di antara langit.
Aku melihat lubang-lubang angin, bagaimana Dia menutup dan membuka.
Aku melihat bagaimana bintang-bintang dari sorga keluar, dan bagaimana Dia memanggil semuanya dengan nama-nama mereka.
Aku melihat ujung bumi di mana langit berhenti.
Aku melihat gudang-gudang bintang, dan guntur-guntur yang Dia jagakan di tempat-tempat rahasia.
Aku melihat penampungan petir dan kilat, bagaimana mereka bergerak ke tempat yang dikehendaki Dia, dan bagaimana mereka menaati Dia dengan gemetar.
Lalu Uriel berkata kepadaku, "Di sini para malaikat yang berdiri bersatu dengan perempuan, dan roh-roh mereka, yang menyerupai manusia, menyesatkan manusia sehingga mereka mempersembahkan korban kepada roh-roh jahat sebagai allah, dan mereka akan memimpin manusia ke jalan yang luas, hingga hari penghakiman besar.
Mereka akan dihukum sampai genap akhir segala zaman.
Henokh, mengapa engkau menunggu di sini? Pergilah, dan sampaikan kepada para Penjaga sorga yang telah mengutusmu, bahwa engkau telah melihat dan mendengar segala sesuatu, dan bahwa engkau telah berjalan di tengah-tengah mereka, serta telah melihat apa yang terjadi di bumi, dan telah mencatat semua yang menimpa mereka."
Inilah nama-nama para malaikat kudus yang berjaga.
Uriel, salah satu malaikat kudus, yang memimpin dunia dan Tartarus.
Raphael, salah satu malaikat kudus, yang bertanggung jawab atas roh-roh manusia.
Raguel, salah satu malaikat kudus, yang menghukum dunia terang dan kegelapan.
Michael, salah satu malaikat kudus, yang dipercayakan atas bangsa manusia yang baik.
Sarakiel, salah satu malaikat kudus, yang bertanggung jawab atas roh-roh yang berbuat dosa di roh.
Gabriel, salah satu malaikat kudus, yang memerintah atas Firdaus, atas ular-ular api, dan atas para Kerubim.
Remiel, salah satu malaikat kudus, yang Allah tetapkan atas orang-orang yang bangkit.
Aku berjalan ke tempat yang kacau, di mana tidak ada langit di atasnya, dan tidak ada tanah padat di bawahnya, hanya gurun kosong dan mengerikan.
Di sana aku melihat tujuh bintang seperti gunung besar yang menyala-nyala seperti api.
Pada saat itu aku berkata, "Dosa apakah yang telah dilakukan bintang-bintang ini, sehingga mereka terikat di sini?"
Uriel, salah satu malaikat kudus, yang menyertaiku, menjawab dan berkata, "Henokh, mengapa engkau bertanya, dan mengapa engkau heran pada pemandangan ini?
Ini adalah bintang-bintang yang telah melanggar perintah Tuhan Yang Mahatinggi; mereka terikat di sini sampai genap tahun-tahun hukuman mereka yang tak terhitung jumlahnya."
Dari situ aku berjalan ke tempat lain, ke arah barat, di ujung bumi.
Aku melihat tempat api yang membara, yang menyala-nyala siang dan malam, tanpa henti.
Aku bertanya, "Tempat apakah ini, yang penuh penderitaan dan siksaan?"
Uriel, salah satu malaikat kudus yang bersama-sama denganku, menjawab, "Di sinilah malaikat-malaikat yang menyesatkan manusia akan dihukum dengan siksaan kekal."
Di sana juga Henokh melihat roh-roh orang mati, yang mengadukan ketidakadilan.
Dari sana aku pergi ke tempat lain di atas gunung batu keras.
Di sana aku melihat empat gua dalam gunung itu, dalam dan luas, sangat gelap.
Lalu Raphael berkata, "Inilah gua-gua tempat roh-roh jiwa orang mati dikumpulkan."
Semua roh manusia memohon kepadanya sambil mengeluh.
Dia membedakan mereka dan membagi tempat tinggal mereka, sesuai dengan perbuatan mereka.
Roh orang benar terpisah dari orang-orang berdosa.
Ada jurang besar di tengahnya.
Begitu pula tempat untuk orang yang tidak dihukum semasa hidup, tetapi mati dalam dosa.
Henokh bertanya, "Mengapa terpisah?"
Raphael menjawab, "Inilah perintah Tuhan: roh orang benar dipisahkan untuk istirahat damai sampai penghakiman; roh orang berdosa disiksa sampai penghakiman besar."
Henokh melihat bahwa roh Habel menuntut balas atas darahnya.
Begitulah suara mereka berseru kepada Tuhan semesta alam.
Mereka menuntut keadilan agar tidak selamanya tanpa jawaban.
Tuhan mendengar mereka dan telah menetapkan hari penghukuman.
Dari sana aku pergi ke tempat lain, ke arah barat, ke ujung bumi.
Aku melihat api yang bergerak tanpa henti, yang tidak padam siang dan malam.
Aku bertanya, "Api apakah ini yang tidak pernah padam?"
Raguel, malaikat damai, menjawab, "Inilah api yang menghukum bintang-bintang dan bala tentara langit yang memberontak. Di sinilah mereka dihukum sepanjang masa."
Lalu aku pergi ke tempat lain, dan mendekati sebuah gunung besar dari batu keras.
Empat gunung di sekitarnya terbentuk dari logam-logam mulia: emas, perak, tembaga, dan timah.
Aku bertanya kepada malaikat yang menyertaiku, "Gunung apakah ini?"
Dia menjawab, "Tempat yang kudus, di mana Tuhan berkumpul ketika bumi diperbarui."
Dari sana keluar aliran air, susu, madu, minyak, dan anggur.
Tempat ini diberkati selamanya.
Aku melihat gunung lain penuh pohon.
Pohon itu harum baunya, dan daunnya tidak layu selamanya.
Buahnya manis, buahnya tidak pernah habis.
Lalu aku bertanya, "Apakah pohon ini?"
Uriel menjawab, "Inilah pohon kehidupan, yang di mana Tuhan memberi makan orang kudus dan benar.
Buahnya akan diberikan kepada orang-orang pilihan di akhir zaman.
Pohon itu ditanam di tempat suci, dekat takhta Tuhan, agar orang benar makan dan hidup untuk selama-lamanya."
Lalu aku berkata: "Apa arti tanah yang diberkati ini, semua pohon tinggi menjulang ini, dan lembah terkutuk yang ada di antara mereka?"
Maka Uriel, salah satu dari malaikat kudus yang menyertai aku, menjawab: "Lembah ini adalah lembah yang paling terkutuk untuk selama-lamanya. Di sinilah akan dikumpulkan semua orang yang dengan mulutnya mengucapkan kata-kata yang tidak pantas melawan Allah dan yang mengucapkan hal-hal kasar tentang kemuliaan-Nya. Di sinilah mereka akan dikumpulkan. Inilah tempat mereka."
"Dan pada zaman terakhir akan diadakan penghakiman yang adil atas mereka di hadapan orang-orang kudus; sedangkan mereka yang menerima belas kasihan akan memberkati Allah, Sang Raja yang kekal, sepanjang hari-hari mereka, sampai selama-lamanya."
Dan pada waktu penghakiman itu mereka akan memuji Dia karena kasih setia-Nya, sebab Ia telah membagikannya kepada mereka. Lalu aku pun memberkati Tuhan, memuji Dia sebagaimana sepatutnya, dan menyebut kebesaran-Nya.
Di tempat itu aku melihat lembah lain dengan pintu gerbang batu.
Dan melalui celah-celah itu keluar asap harum, seperti asap kemenyan.
Di tepinya ada pohon-pohon, penuh dengan buah-buah manis, harum, dan berbeda dengan pohon-pohon lainnya.
Di lembah itu aku melihat gunung suci, dan di sebelah timurnya sebuah sungai air bijaksana, yang mengalir tanpa henti.
Lembah itu dalam dan sempit, bukit-bukitnya tetap kokoh.
Henokh berkata, "Lembah ini terkutuk. Di sinilah tempat penghakiman bagi mereka yang terkutuk selamanya."
Lalu aku pergi ke timur, ke tengah bumi, dan di sana aku melihat pohon-pohon yang harum baunya pohon-pohon kemenyan dan mur, pohon-pohon penuh getah harum, yang berbeda dari yang lain.
Di sana angin bertiup, dan embun turun, dan awan mengguyurkan hujan di atas pohon-pohon itu.
Lalu aku melihat gunung lain di mana ada pohon-pohon beraroma manis, seperti pohon kayu manis.
Dari situ keluar asap harum yang melebihi semua pohon lainnya.
Dan di seberang gunung-gunung itu, ke timur, aku melihat gunung lain di mana terdapat pohon-pohon penuh getah.
Pohon itu dinamai pohon mastik.
Dan di sebelahnya ada lembah dalam, tanpa pepohonan, hanya ada pohon kayu manis dan rempah-rempah harum lainnya.
Lalu aku melihat gunung-gunung lain di timur, di mana pohon-pohon penuh getah dan harum baunya.
Di antara pohon-pohon itu ada pohon pengetahuan, buahnya seperti buah anggur.
Pohon itu diberkati, harum dan manis.
Malaikat kudus yang bersama aku berkata, "Inilah pohon hikmat, yang dari padanya nenek moyangmu dan ibumu yang pertama makan, lalu pengetahuan terbuka, dan mereka tahu bahwa mereka telanjang. Mereka diusir dari taman Eden."
Dan dari situ aku pergi ke ujung bumi, ke timur jauh, dan di sana aku melihat pohon-pohon besar, berbeda dari semua pohon lain; daunnya harum, buahnya indah.
Pohon itu mirip dengan pohon kurma.
Lalu aku berkata, "Luar biasa pohon ini! Betapa indah penampilannya!"
Malaikat kudus, Rafael, yang bersamaku berkata, "Inilah pohon kehidupan, yang di mana Tuhan Yang Kekal akan memberikan bagian kepada orang-orang kudus. Mereka akan hidup panjang umur, tidak akan mati lagi."
Dari sana aku pergi ke utara, ke ujung bumi, dan di sana aku melihat perbuatan-perbuatan besar dan ajaib.
Di sana aku melihat tiga pintu gerbang terbuka di langit; dari situ keluar angin utara, dingin, hujan, embun, dan salju.
Dari pintu-pintu itu angin bertiup ke bumi, membawa berkat dan kutuk.
Dari sana aku pergi ke barat, ke ujung bumi, dan aku melihat tiga pintu langit terbuka.
Dari situ keluar angin, embun, hujan, dan hujan es.
Lalu aku pergi ke selatan, ke ujung bumi, dan di sana aku melihat tiga pintu langit terbuka.
Dari situ keluar embun, hujan, dan angin.
Dari timur pula aku melihat tiga pintu langit terbuka, dan dari situ keluar angin, hujan, embun, dan hujan es.
Lalu aku melihat panjang-panjangnya bumi, dari satu ujung ke ujung lainnya.
Di sana aku melihat tempat di mana langit berakhir, dan pintu-pintu langit tertutup.
Aku melihat bagaimana bintang-bintang diatur, dan Dia yang memanggil mereka dengan nama.
Dari sana aku pergi ke ujung bumi lain, dan aku melihat tempat di mana langit bertemu bumi.
Dan di sana aku melihat pintu-pintu langit terbuka, bintang-bintang terbit dan terbenam.
Lalu aku melihat ke selatan, di sana terbuka empat pintu langit.
Dari sana keluar embun, hujan, hujan es, angin, dan hujan lebat.
Dari satu pintu keluar angin baik; dari satu pintu keluar angin bencana; dari dua pintu lainnya keluar angin panas dan hujan kering.
Dari situ aku pergi ke ujung bumi timur, dan di sana aku melihat tiga pintu langit terbuka di atas langit.
Dari situ keluar bintang-bintang surga dan embun, hujan, dan angin.