Untuk mentransmisikan daya besar dan putaran tanpa selip, maka digunakan roda gigi. Untuk memindahkan daya dari poros-poros yang sejajar bisa digunakan roda gigi lurus (dengan bentuk gigi lurus). Bentuk/lajur gigi ini sejajar dengan sumbunya.
Bagian-bagian roda gigi diberi nama dan simbol. Secara lebih jelas hal itu dapat dilihat dari gambar berikut
Keterangan berikut menyangkut roda–roda gigi evolvente dan dengan sudut tekan α= 200. Roda gigi jenis ini tidak peka terhadap jarak hati
Bila pada sebuah roda gigi lurus z = jumlah gigi, d = diameter lingkaran tusuk, t = tusuk, maka keliling lingkaran tusuk = d · π = z · t
Bila d · π = z · t, maka
Faktor disebut modulus m dari gigi-giginya, sering disingkat modul
Bila m = , maka d = z . m
Dengan memilih bilangan bulat untuk m, bagi diameter-diameter lingkaran tusuk, diperoleh ukuran-ukuran bulat.
Penyebutan modul harus diikuti dengan satuannya, misal suatu roda gigi mempunyai modul 3 satuannya mm, jadi m = 3 mm.
Pasangan roda gigi z1 = 32 buah, z2 = 64 buah, modul 1,5 mm. Hitunglah ukuran–ukuran pada gambar kerja untuk pembuatan kedua roda gigi lurus dengan gigi lurus itu menggunakan mesin frais universal.
Roda gigi I (kecil)
Roda gigi II (besar)
Kedua roda gigi itu kita frais pada mesin frais universal dengan bantuan kepala pembagi, menurut pembagian tidak langsung. Lihat gambar berikut :
Pada pengefraisan ini kita pakai pisau frais modul. Tengah – tengah pisau frais harus tepat berada di atas garis hati benda kerja. Lihat gambar berikut :
Nomor pisau frais harus dipilih yang sesuai. Biasanya pada pisau itu telah tertulis nomor untuk jumlah-jumlah gigi yang bisa dibuat. Berikut tabel nomor pisau frais untuk modul sampai 10 mm.
Jadi untuk pengefraisan roda gigi yang mempunyai gigi 32 kita menggunakan pisau frais nomor 5.
Seperti telah dijelaskan di atas untuk pengefraisan digunakan kepala pembagi, yang bagian dalamnya seperti gambar berikut :
Jadi handel kepala pembagi (untuk tiap gigi) harus diputar 1 kali, ditambah 4 celah pada piringan yang berlubang 16.
Catatan :
Pada waktu pemutaran handle kepala pembagi, pena jangan sampai kelewat, jika terjadi demikian harus diulangi (engkol diputar mundur agak jauh). Dan sebaiknya ujung pena masuk pada lubang bagian tirus (pada piring pembagi) selanjutnya diberi tekanan, sehingga pena akan tepat masuk pada lubang dan gigi yang dihasilkannya bisa presisi