SELAMAT DATANG DI YAYASAN JALDRI NUSANTARA
AktaAkta Notaris : MEMET ADITITYA RAHMAT, S.H.M.KN. Tanggal 25 Oktober 2016 No. 15
SK. Menteri Hukum dan HAM RI NO : AHU-0041451.AH.01.04.Tahun 2016, 27 Oktober 2016
Kp. Pari Rt 02/Rw 01 Desa Mekarbakti Kec.Bungbulang Kab.Garut 44165
-------------------Jaladri.nusantara@gmail.com----------------
أَفْضَلُ الصَّدَقَةِ صَدَقَةٌ فِي رَمَضَانَ
Artinya: Nabi SAW bersabda, "Sebaik-baik sedekah adalah sedekah yang ditunaikan pada bulan Ramadhan." (HR Tirmidzi, dari Abu Hurairah)
Sedekah merupakan kata yang sangat familiar di kalangan umat Islam. Sedekah diambil dari kata bahasa Arab yaitu “shadaqah”, berasal dari kata sidq (sidiq) yang berarti “kebenaran”.
Menurut peraturan BAZNAS No.2 tahun 2016, sedekah adalah harta atau non harta yang dikeluarkan oleh seseorang atau badan usaha di luar zakat untuk kemaslahatan umum.
Sedekah merupakan amalan yang dicintai Allah SWT. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya ayat Al-Qur’an yang menyebutkan tentang sedekah, salah satunya dalam surat Al-Baqarah ayat 271,
“Jika kamu menampakkan sedekah (mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu, dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al-Baqarah: 271).
Keutamaan Sedekah
1. Sedekah Tidak Mengurangi Harta
“Sedekah adalah ibadah yang tidak akan mengurangi harta, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda untuk mengingatkan kita dalam sebuah riwayat Muslim, “sedekah tidaklah mengurangi harta.” (HR. Muslim). Mengapa sedekah tidak akan mengurangi harta? Karena meskipun secara tersurat harta terlihat berkurang, namun kekurangan tersebut akan ditutup dengan pahala di sisi Allah SWT dan akan terus bertambah kelipatannya menjadi lebih banyak. Hal ini merupakan janji Allah yang termaktub dalam surat Saba “Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah pemberi rezeki sebaik-baiknya.” (QS. Saba’: 39).
2. Sedekah Menghapus Dosa
Sebagai makhluk Allah SWT yang tak luput dari dosa, umat Islam senantiasa diberikan berbagai keistimewaan agar berkesempatan untuk bertaubat dan menghapus dosa-dosanya dengan cara yang yang diridhai oleh Nya. Salah satunya dengan sedekah.
Sedekah merupakan ibadah yang istimewa, ia dapat memudahkan kita dalam menghapus dosa-dosa. Rasulullah SAW pernah bersabda “Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air itu memadamkan api. (HR. At-Tirmidzi).
3. Sedekah Melipatgandakan Pahala
Sedekah memberikan banyak keistimewaan kepada pelakunya, salah satu diantaranya adalah Allah SWT akan memberikan pahala yang banyak untuk orang yang bersedekah. Allah SWT berfiman,
“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (Qs. Al Hadid: 18)
Itulah beberapa keistimewaan sedekah. Begitu banyak nikmat Allah dalam bersedekah, semoga kita termasuk ke dalam orang orang yang diringankan dalam melakukan ibadah istimewa ini. Aamiin.
Sholat malam yang dilakukan jumlahnya ada banyak mulai dari melakukan shalat tahajud hingga melakukan shalat istikharah.
Selain itu, seseorang juga bisa melakukan salat obat untuk mendapatkan hidayah yang lebih banyak. Sholat malam juga akan memberikan pahala dalam jumlah yang sangat melimpah. Itulah kenapa sangat disarankan untuk tetap menjalankan sholat malam khususnya pada sepertiga malam terakhir.
Kita bisa bangun pada pukul 2 pukul 3 untuk menjalankan ibadah sholat malam terlebih dahulu. Setelah itu, bisa menjalankan ibadah lain seperti menjalankan sahur. Dapat berupa sholat Tahajud, tadarus Al-Qur'an, berdizikir, hingga berdoa. Sesuai hadits riwayat Ibnu Abbas, Rasul SAW berkata: "Barang siapa bangun (mengerjakan qiyamul lail) di bulan Ramadhan dengan dasar iman dan mengharap pahala dari Allah SWT, niscaya dosa-dosanya yang telah berlalu akan diampuni oleh Allah SWT." (HR Bukhari & Muslim)
Nabi SAW menuturkan, "Barang siapa membaca satu huruf dari Al-Qur'an, maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan sama dengan sepuluh pahala. Aku tidak memaksudkan Alif, Lam, Mim satu huruf. melainkan Alif satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf." (HR Darimi & Tirmidzi)
Potensi keagungan pribadi seorang Muslim terkait dengan kesetiaannya kepada Alquran, pada hidupnya bersama Alquran. Caranya dengan membaca, merenungkan, mengamalkan, dan menghafalkannya.
Berikut ini kiat-kiat yang dapat diterapkan agar istiqomah rutin membaca Al-Quran, di antaranya adalah;
Memahami hikmah dan keutamaan membaca Al-Qur’an.
Pemahaman akan hal ini akan memberikan motivasi dan semangat dalam membaca Al-Qur’an.
Mempunyai waktu pokok (waktu khusus) yang dialokasikan untuk Al-Qur’an.Sebagaimana waktu makan bagi jasmani, waktu makan untuk ruhani pun perlu alokasi khusus. Dan Al-Qur’an tidak menerima waktu-waktu sisa, dia membutuhkan waktu khusus.
Tashabur (menyabar-nyabarkan diri) saat membaca. Saat merasa tidak tahan lagi, ingin menghentikan dan menutup Al-Qur’an, kita perlu menyabarkan diri dan berusaha menambah porsi bacaan. Hal ini membutuhkan perjuangan, dan ini merupakan nilai jihad tersendiri.
Saat punya waktu luang, menyendiri ke tempat yang tidak kenal orang lain lalu membaca sebanyak-banyaknya hingga beberapa juz.
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya: "Barangsiapa ibadah (tarawih) di bulan Ramadhan seraya beriman dan ikhlas, maka diampuni baginya dosa yang telah lampau" (HR al-Bukhari, Muslim, dan lainnya)
Dari Abu Hurairah, ia mengatakan bahwa Nabi SAW bersabda, "Rasul SAW dahulu setiap bulan puasa beri'tikaf selama sepuluh hari, dan pada tahun di mana beliau meninggal, beliau beri'tikaf di bulan Ramadhan selama dua puluh hari." (HR Bukhari & Abu Daud)
Anas bin Malik meriwayatkan dari Zaid bin Tsabit, ia berkata, "Suatu hari kami pernah sahur bersama Rasulullah SAW, kemudian (tidak lama setelah itu) beliau bangun untuk menunaikah sholat (Subuh)." Lalu aku bertanya, "Berapa jarak antara sahur dan adzan?' Beliau menjawab, "Sebanyak lima puluh ayat." (HR Bukhari & Muslim)
Diriwayatkan pula oleh dari Sahl bin Sa'ad bahwa ia berkata, "Aku bersahur bersama keluargaku kemudian aku bergegas (menuju sholat) hingga aku mendapatkan sujud bersama Rasulullah SAW." (HR Bukhari)
لا يَزالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ
Artinya: Rasulullah SAW bersabda, "Manusia akan senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan buka puasa." (HR Bukhari & Muslim, dari Sahl bin Sa'ad)
Abdullah bin Amr bin Ash berkata, "Aku mendengar Rasul SAW bersabda, 'Sesungguhnya bagi orang yang berbuka puasa ketika ia berbuka, doa yang tidak akan ditolak." (HR Ibnu Majah)
Bulan Ramadhan merupakan bulan di mana orang beriman mempunyai kesempatan begitu luas untuk beribadah dan berdoa kepada Allah SWT. Dan waktu terbaik untuk berdoa dan berpeluang besar dikabulkan Allah SWT tersebar dalam beberapa momen sepanjang puasa Ramadhan.
Maka sangat akan merugi jika para muslim tidak memanfaatkan bulan Ramadan ini dengan memperbanyak amalan. Sebab, selain nilai ibadah dilipatgandakan, doa-doa yang dipanjatkan pun mudah diterima oleh Allah SWT.
Namun tahukan kamu, ada waktu-waktu mustajab untuk berdoa di bulan Ramadan? Pada waktu-waktu itulah doa-doa mudah dikabulkan. Menurut para ulama, ada beberapa waktu waktu utama terkabulnya doa di bulan Ramadan. Penasaran kapan saja? Berikut ulasannya :
Pada hari-hari biasa, sepertiga malam yang terakhir merupakan waktu mustajab untuk berdoa. Di bulan Ramadhan, berdoa di waktu ini lebih mudah bagi banyak orang karena umumnya waktu ini adalah waktu sahur.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Rabb kita Tabaraka wa Ta’ala turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lantas Allah berfirman, “Siapa saja yang berdo’a kepadaKu, niscaya akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepadaKu, niscaya Aku beri. Siapa yang meminta ampunan kepadaKu, niscaya akan Aku ampuni.” (HR. Bukhari, no. 1145 dan Muslim, no. 758).
Selama berpuasa juga merupakan waktu yang paling cepat untuk dikabulkannya doa-doa kita. Setiap doa yang dipanjatkan akan didengar dan dikabulkan oleh Allah SWT. Selipkan doa-doa itu pada setiap salat 5 waktu yang kita kerjakan.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Tiga orang yang do’anya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan do’a orang yang dizalimi.” (HR. Ahmad 2: 305)
Waktu yang lainnya adalah waktu ketika menjelang berbuka puasa. Waktu yang kita nanti-nanti setelah berjuang seharian menahan lapar dan amarah. Siapa sangka waktu tersebut juga dinantikan Allah SWT untuk mendengarkan doa-doa dari umatNya.
Sebagaimana disebutkan dalam hadis pada poin 2 di atas, orang yang berbuka puasa berpotensi besar doanya dikabulkan oleh Allah SWT karena ia telah melaksanakan ketaatan terhadap Allah SWT.
Diriwayatkan dari Zaid bin Khalid Al-Juhani bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa yang memberikan orang berbuka puasa, maka dia akan mendapat pahala seperti pahala orang yang berbuka tersebut tanpa dikurangi sedikitpun." (HR Bukhari & Muslim)
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنْ الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
Artinya: Rasul SAW berkata, "Carilah lailatul qadr dalam malam ganjil dari sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan." (HR Bukhari & Muslim, dari Aisyah)
Abu Hurairah meriwayatkan, bahwa Nabi SAW menuturkan, "Barangsiapa yang bangun di malam lailatul qadr dengan iman dan harapan, maka Allah akan mengampuni dosanya yang telah lampau." (HR Bukhari Muslim)
Diriwayatkan dari Abu Hurairah, Nabi SAW bersabda, "Barang siapa yang mengucapkan, "Laa ilaha illa allahu, wahdahu laa syarika lahu, lahu al-almulku wa lahu al- hamdu wa huwa 'ala kulli syai'in qadir" sebanyak 100 kali dalam sehari, maka ia seperti memerdekakan 10 budak, dituliskan untuknya 100 kebaikan, dihapuskan untuknya 100 dosa, ia mendapatkan benteng dari setan pada hari tersebut hingga sore hari, dan tidak ada satu pun yang melakukan hal yang lebih baik dari dirinya melainkan orang yang mengamalkan (ucapan tersebut) lebih banyak darinya." (HR Bukhari & Muslim)
Dari Abu Hurairah, bahwa ada seorang lelaki berkata, "Wahai Rasulullah! Sungguh aku memiliki kerabat. Aku menyambung hubungan dengan mereka, namun mereka memutuskanku. Aku berbuat baik kepada mereka, namun mereka berbuat buruk kepadaku. Aku berlemah lembut dengan mereka, namun mereka berbuat kasar kepadaku."
Maka Nabi SAW berkata, "Apabila benar demikian, maka seakan engkau menyuapi mereka pasir panas, dan Allah akan senantiasa menjadi Penolongmu selama engkau berbuat demikian." (HR Muslim & Ahmad
Rasulullah SAW berkata kepada Abdullah bin Amru, "Bacalah (khatamkanlah) Al-Qur'an sekali dalam sebulan." (HR Bukhari)
Abu Hurairah meriwayatkan, bahwa Nabi SAW bersabda, "Barangsiapa yang bertasbih kepada Allah sebanyak 33 kali, bertahmid kepada Allah sebanyak 33 kali, dan bertakbir kepada Allah sebanyak 33 kali; maka semuanya berjumlah 99." Lalu beliau berkata lagi, "Dan ke-100 nya mengucapkan, "Laa ilaha illa Allahu wahdahu laa syariika lahu, lahu al-mulku wa lahu al- hamdu wa huwa 'ala kulli syai'in qadir (Tiada sesembahan melainkan Allah yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kekuasaan dan puji-pujian; dan Dia adalah Dzat yang Maha Berkuasa atas segala sesuatu)", maka diampuni kesalahan-kesalahannya walaupun sebanyak buih yang ada di lautan." (HR Muslim, Abu Dawud & Ahmad)
Diriwayatkan Abu Hurairah, ia mendengar Rasulullah SAW menuturkan, "Demi Allah! aku beristighfar kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali." (HR Bukhari & Ahmad)
Dalam riwayat lain, Nabi SAW bersabda, "Sungguh aku beristighfar kepada Allah dan bertaubat kepada- Nya seratus kali dalam sehari." (HR Tirmidzi, Nasa'i, Ibnu Majah & Ahmad, dari Abu Hurairah)/