Artikel Peliputan
STUBAN HUMERUS FK UII X LAKESMA FK UB
Studi banding merupakan langkah strategis untuk memperluas wawasan organisasi dan meningkatkan kualitas kinerja melalui pertukaran informasi, pengalaman, dan praktik terbaik. Dalam konteks organisasi kemahasiswaan fakultas kedokteran, kegiatan ini berperan penting dalam memperkuat jaringan, menciptakan sinergi, serta mengembangkan kompetensi manajerial dan kepemimpinan anggota. Berdasarkan tujuan tersebut, LAKESMA Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya dan TBMM HUMERUS Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia menyelenggarakan kegiatan Studi Banding sebagai wadah berbagi pengetahuan mengenai struktur organisasi, program kerja, dan budaya kerja masing-masing lembaga. Melalui interaksi, diskusi terarah, dan kegiatan kolaboratif, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi inspirasi, meningkatkan kualitas internal organisasi, serta membuka peluang kerja sama berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan dimulai dari registrasi peserta dan pembukaan acara, dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan masing-masing organisasi. Acara inti berisi pemaparan materi divisi BURT, sesi tanya jawab, ice breaking, serta Focus Group Discussion yang membahas struktur, evaluasi program, dan peluang kolaborasi. Setelah ishoma, peserta mengikuti tur lingkungan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya serta fasilitas LAKESMA. Acara kemudian ditutup dengan pertukaran cenderamata, awarding, dokumentasi, dan penutupan resmi. Secara keseluruhan, kegiatan berlangsung hangat, interaktif, dan penuh manfaat, memberikan pengalaman berharga bagi kedua organisasi serta mempererat hubungan kerja sama di masa mendatang.
Malang, 15 November 2025 – Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya kembali menjadi saksi kolaborasi akademik dan praktis antar-mahasiswa kedokteran saat menyelenggarakan acara Studi Banding Lakesma FK UB dan TBM Humerus FK UII pada Sabtu, 15 November 2025. Acara ini secara khusus menjadi momentum bagi TBM Humerus FK UII untuk mempercepat pengembangan divisi terbaru mereka: Emergency Response Team (ERT), sebuah tim gerak cepat yang fokus pada penanggulangan bencana.
Lakesma FK UB dan TBM Humerus FK UII dikenal sebagai dua organisasi kemahasiswaan yang aktif dalam medis praktis, kebencanaan, dan pelayanan masyarakat. Namun, kunjungan TBM Humerus kali ini memiliki tujuan yang sangat spesifik.
Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan respons cepat terhadap bencana, TBM Humerus baru saja meresmikan Divisi ERT (Emergency Response Team). Untuk memastikan divisi baru ini dapat beroperasi secara optimal dan profesional, TBM Humerus memilih Lakesma FK UB, yang dikenal memiliki rekam jejak dan pengalaman panjang di bidang kebencanaan, sebagai rujukan utama.
"Kami baru saja membentuk Divisi ERT sebagai jawaban atas tuntutan respons bencana yang semakin cepat. Kami melihat Lakesma sebagai role model yang sukses, terutama dalam manajemen logistik, standard operating procedure (SOP) gerak cepat, dan struktur tim kebencanaan yang efektif. Tujuan utama studi banding ini adalah menyerap ilmu sebanyak-banyaknya untuk diaplikasikan langsung pada pengembangan ERT kami," terang perwakilan dari TBM Humerus FK UII.
Sesi diskusi berlangsung intensif, dengan Lakesma FK UB memaparkan strategi mereka dalam menghadapi berbagai skenario bencana. Pembahasan meliputi:
Sistem Kaderisasi: Bagaimana Lakesma melatih anggota agar siap menjadi first responder yang kompeten.
Protokol Respons Cepat: Analisis dan sharing mengenai SOP Lakesma saat deployment tim ke lokasi bencana.
Manajemen Posko dan Logistik: Tips praktis dalam mengelola kebutuhan tim dan pasien di area bencana.
Anggota TBM Humerus, khususnya dari Divisi ERT, menunjukkan antusiasme tinggi, mengajukan pertanyaan mendalam seputar kriteria keanggotaan tim inti dan teknik-teknik medis praktis yang vital dalam 24 jam pertama pasca-bencana. Lakesma pun menyambut baik, memberikan insight yang diharapkan dapat menjadi panduan blueprint operasional bagi ERT.
Acara studi banding ini ditutup dengan harapan besar bahwa ilmu yang didapatkan akan segera diimplementasikan oleh TBM Humerus dalam mengembangkan Divisi ERT mereka. Kedua organisasi berkomitmen untuk terus menjalin komunikasi dan bahkan merencanakan latihan gabungan kebencanaan di masa mendatang, demi menciptakan future doctor yang tidak hanya unggul di klinis, tetapi juga tanggap bencana, siap melayani masyarakat Indonesia.