Salah satu parameter yang memengaruhi terjadinya bencana tanah longsor adalah kondisi jenis batuan penyusun suatu wilayah. Peta jenis batuan digunakan untuk menggambarkan sebaran material batuan yang berpengaruh terhadap kestabilan lereng dan kemampuan tanah dalam menopang beban di atasnya.
Pada Peta Jenis Batuan Desa Rawabogo terlihat bahwa wilayah penelitian tersusun oleh beberapa jenis batuan dengan karakteristik yang berbeda. Jenis batuan tertentu cenderung mudah mengalami pelapukan, sehingga menghasilkan material tanah yang lebih lepas dan memiliki daya ikat rendah. Kondisi ini menyebabkan lereng menjadi lebih rentan terhadap pergerakan massa tanah, terutama pada daerah dengan kemiringan lereng yang curam.
Peta jenis batuan Desa Rawabogo diperoleh melalui pengolahan data sekunder dengan metode digitasi. Digitasi dilakukan pada peta geologi yang disesuaikan dengan batas wilayah penelitian dan kemudian diolah menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk menghasilkan peta jenis batuan.
Sumber data jenis batuan berasal dari peta geologi regional yang digunakan sebagai salah satu parameter dalam analisis kerawanan longsor. Metode pengolahan dan pemanfaatan data jenis batuan dalam penelitian ini mengacu pada jurnal Hardianto et al. (2020) yang menyatakan bahwa jenis batuan merupakan faktor penting dalam pemetaan tingkat kerawanan tanah longsor.