Setelah akhir perang dunia ke-2, sebuah akademi beladiri bernama Kwans dibuka di Seoul yang didirikan oleh para seniman beladiri. Pada waktu itu para praktisi beladiri local seperti Taekyeon mulai terlupakan akibat masa penjajahan selama perang dunia ke-2 dan tergantikan dengan Karate dari Jepang. Istilah Taekwondo sendiri diartikan sebagai sebuah beladiri yang digunakan oleh akademi beladiri Kwan dari 1940 sampai 1950, meskipun pada kenyataanya istilah “Taekwondo” belum ditentukan pada waktu itu. Di tahun 1952 Presiden Korea selatan Syngman Rhee memasukan sistem beladiri ke dalam militer dengan sistem tunggal. Hingga pada awal 1955, pemimpin akademi beladiri Kwan mulai mendiskusikan lahirnya sebuah beladiri nasional. Hingga saat it nama Tang Soo Do digunakan untuk menamai Karate versi Korea dengan menggunakan pengucapan Hanja dari Korea. Kemudian seseorang Jendral bernama Choi Hong Hi mengusulkan penggunaan nama Taekwondo, dimana Tae yang berarti kaki dan Kwon yang berarti tangan dan Do berarti seni. Dan pada 1959 Berdirilah KTA (Korean Tang so do Association, sekarang Korean Taekwondo Association). 13 tahun kemudia KTA dan Pemerintah Korea Selatan menjadikan Kukiwon sebagai pusat pengembangan Taekwondo sebagai beladiri nasional, dan pada tahun 1973 berdirilah WTF (World Taekwondo Federation) yang kemudian berubah menjadi World Taekwondo pada 2017. – (Wikipedia 2021)
Tahun 1973 adalah tahun pertama kalinya kejuaraan Taekwondo kelas dunia digelar. Kejuaraan ini menyita perhatian berbagai negara, termasuk Indonesia, sehingga, pada tahun 1975 masuklah seni beladiri ini ke Indonesia. Pada saat itu, ada dua organisasi Taekwondo di Indonesia yang mewaliki kedua aliran internasional. Aliran ITF diwakili dengan PTI (Persatuan Taekwondo Indonesia) dipimpin oleh Letjen Leo Lopulisa, sedangkan aliran WTF diwakili dengan FTI (Federasi Taekwondo Indonesia) yang dipimpin oleh Marsekal Muda Sugiri. Namun perpecahan ini tidak berlangsung lama. 5 tahun berselang, yaitu sekitar tahun 80-an, KONI membuka peluang cabang olahraga untuk Taekwondo sebagai anggotanya tetapi dengan syarat hanya ada satu wadah Taekwondo di Indonesia. Maka, pada tahun 1981 kedua organisasi tersebut mengadakan musyawarah nasional yang menghasilkan keputusan disatukannya kedua organisasi tersebut dalam satu organisasi baru yang diberi nama Pengurus Besar Taekwondo Indonesia.– PBTI.org
Dobok / Seragam Taekwondo
Chareot / Perhatian
Junbi / Bersiap
Shijak / Mulai
Baro / Selesai
Sabum Nim / Kepala Instruktor
Sabum / Instruktor
Seonbae / Senior