Masa muda adalah masa yang banyak dipenuhi godaan untuk memenuhi hawa nafsu, namun sebagai muslim dan muslimah, kita patut untuk menjaga diri kita dari hal-hal yang merugikan kita di akhirat kelak, lantas bagaimana kita membentengi diri kita dari hal-hal yang tidak mendatangkan keridhoan Allah Subhanahu wa Ta'ala diusia muda kita?
Jika ada beberapa orang beranggapan bahwa masa muda digunakan untuk dihabiskan dengan bersenang - senang selama di dunia maka untuk menyikapi hal ini seharusnya sebagai muslim dan muslimah kita menyadari bahwa adanya hari kiamat kemudian adanya hari hisab, balasan sesuai dengan amal. Lantas bagaimana bisa muslim dan muslimah menghabiskan kesempatan hidup sekali di dunia hanya untuk bersenang senang sedangkan surga yang menjadi tujuan hidupnya, tempat abadi yang didalamnya terdapat semua yang menyenangkan dan sifatnya abadi. Apakah pantas meninggalkan kenikmatan yang abadi untuk lebih memilih sesuatu yang sifatnya sebentar, fana dan mengundang murka Allah Ta'ala ?
Sadari bahwa hidup hanya sekali dan pasti akan menemui kematian, siapkan hidup yang sekali ini sebagai bekal sebaik baiknya. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,
ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلْمَوْتَ وَٱلْحَيَوٰةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْغَفُورُ
"Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun," QS Al Mulk ayat 2
Tafsir As Sa'di (Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H)
“Yang menjadikan mati dan hidup,” Allah menakdirkan hidup dan mati untuk hamba-hambaNya, “supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya.” Yakni, siapa yang amalannya paling ikhlas dan paling benar. Allah menciptakan para hambaNya dan dimunculkan di alam dunia ini. Mereka diberitahu akan dipindahkan dari alam ini. Allah memberlakukan berbagai perintah dan larangan untuk mereka dan diuji dengan berbagai keinginan hawa nafsu yang memalingkan mereka dari perintahNya. Barangsiapa yang tunduk pada perintah Allah, dan melakukan amalan baik, maka Allah akan memberinya pahala yang baik di dunia dan di akhirat. Namun siapa pun yang condong pada hawa nafsunya dan tidak menghiraukan perintah Allah, maka akan mendapatkan balasan buruk. “Dan Dia Mahaperkasa,” Yang bagiNya seluruh keperkasaan, dan dengan keperkasaan itu Allah memaksa segala sesuatu dan seluruh makhlukNYa tunduk padaNya, “lagi Maha Pengampun,” yang mengampuni orang-orang yang melakukan keburukan, mereka yang tidak menunaikan kewajiban secara baik dan orang-orang yang berdosa khususnya, jika mereka bertaubat dan kembali kepada Allah, maka Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka meski sampai sebanyak kolong langit, Allah menutupi aib mereka meski sepebuh bumi.
Apakah pantas jika memilih untuk bersenang senang mengikut syahwat di waktu kita yang singkat ini ? Renungi hadits berikut yang mengingatkan kita akan umur rata-rata umat Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam,
Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,
أَعْمَارُ أُمَّتِـي مَا بَيْنَ السِّتِّيْنَ إِلَى السَّبْعِيْنَ وَأَقَلُّهُمْ مَنْ يَجُوزُ ذَلِكَ
“Umur umatku antara 60 hingga 70 dan sedikit dari mereka yang melebihi itu.”
(HR. Tirmidzi, no. 3550; Ibnu Majah, no. 4236. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan).