Selain dari harganya yang murah, ada manfaat lain lho dengan berbelanja barang thrift, salah satunya adalah manfaat nya terhadap lingkungan alam kita. Dengan meningkatnya kekhawatiran bahwa es di antarktika akan mencair karena proses global warming, thrifting bisa menjadi alternatif dari sifat konsumtif fashion yang dapat meningkatkan jejak karbon di dunia.
Tapi bagaimana caranya konsep thrifting dapat membantu lingkungan alam kita? Yuk, simak penjelasan berikut!
Pakaian di Tempat Pembuangan Jadi Lebih Sedikit
Industri fast fashion sering mengeluarkan berbagai desain baru dalam periode yang singkat. Hal ini dapat membuat masyarakat menjadi lebih konsumtif terhadap pakaian agar tidak dibilang ketinggalan zaman.
Hasilnya, pakaian lama dibuang begitu saja oleh masyarakat dan makin menumpuk tiap harinya. Padahal, penelitian menunjukkan bahwa 60 persen pakaian yang digunakan oleh masyarakat di dunia terbuat dari bahan sintetis yang sulit terurai.
Jadi, kalau kamu belanja pakaian bekas, kamu turut berkontribusi untuk mengurangi pencemaran dan membantu menjaga lingkungan, gaes.
Sumber Daya yang Digunakan Lebih Sedikit
Tahu gak? untuk membuat satu celana jeans saja membutuhkan sekitar 6,800 liter air, lho. Proses produksi celana jeans juga menghasilkan efek gas rumah kaca yang setara dengan berkendara lebih dari sekitar 128 kilometer.
Hal ini juga mempengaruhi proses pembuatan kaos, rok, dan banyak lagi pakaian lainnya. Pembuatan pakaian baru dari pabrik jauh lebih boros energi dan air. Maka dari itu, jika kamu beli barang dengan cara thrifting kamu bisa mengurangi sumber daya yang harus dikeluarkan untuk membuat pakaian, jadi enggak terbuang percuma.
Polusi Berkurang
Sekitar 90 % kapas yang ditanam untuk produksi tekstil melalui proses rekayasa genetika, artinya prosesnya menggunakan pestisida dan sangat bergantung padanya. Kenyataanya, hampir 20% penggunaan pestisida di seluruh dunia dipergunakan pada tanaman kapas. Bahan kimia ini dapat mencemari persediaan air dan mengasamkan tanah.
Tidak hanya pestisida, pewarna yang digunakan dalam proses produksi tekstil dapat mencemari air disekitarnya. Di beberapa daerah, masih saja ada perusahaan yang membuang limbahnya langsung ke sungai atau danau tanpa menggubris peraturan untuk mengelola limbah.
Enggak cuma itu aja, produksi kain sintetis juga dapat melepaskan gas rumah kaca bernama dinitrogen oksida yang kekuatannya 310 kali lipat lebih kuat daripada karbon dioksida. Gas ini sangat berbahaya dan dapat merusak lapisan ozon.
Meskipun thrifting itu tidak sepenuhnya menyelesaikan masalah-masalah yang baru aja disebutin, paling tidak kamu sudah ikut membantu menjaga lingkungan. Selain itu, langkah-langkah kecil ini diharapkan bisa berujung pada masa depan yang lebih baik. Setuju enggak?