Bentang Hariring
“Nah gitu aja. Nanti setelah jam pelajaran selesai, temui Pak Yana. Sekarang kan Nia harus masuk lagi ke kelas.”
“Iya. Terima kasih Pak.”
“Silahkan.”
Nia meninggalkan ruang guru. Langsung pergi lagi ke kelas
***
Masuk ke kelas, Nia langsung dihampiri oleh Wina dan Salma.
“Gimana Ni? Udah ke Pak Hendra?” Tanya Wina.
Nia mengangguk.
“Oh iya, dari kemarin lusa Pa Yana nanyain terus Nia,” Salma ikut cerita, “Ada apa gitu Ni?”
Sebelum menjawab, Nia melihat keduanya, “Harus ikut lomba nyanyi. Gimana ya, aku gak bisa. Cuma sekadar suka doang.”
“Ih, kesempatan bagus, Nia!” Wina dan Salma sama-sama merasa gembira.
“Wina mendukung. Seratus persen! Ya kan Salma?” Wina merangkul ke Nia sambil melirik ke Salma.
“Salma juga mendukung seratus persen!” Salma ikut merangkul Nia, sambil melirik ke Wina, “pokoknya Nia harus ikut lomba!”
Nia meronta-ronta karena dirangkul oleh Wina dan Salma.
“Sesaakk...!” Nia menggelinjang. Wina dan Salma malah terus menerus menindih Nia sambil tertawa-tawa.
Wina dan Salma tenang merangkul Nia samnil tertawa-tawa. Nia juga tenang meronta-ronta dan menggelinjang. Keadaan itu membuat Resty tambah marah. Tidak seperti Wina dan Salma, Resty mendengar Nia ingin ikut lomba nyanyi malah mencibir, “Hhhh... sebel!!”
kaca 12
Melirik lagi ke tiga orang yang lagi tenang tertawa-tawa, semakin kesal hati Resty, “Hhh, emang Nia bisa nyanyi?”
Lagi tenang-tenangnya, tiba-tiba Pa Hendra masuk ke kelas. Semuanya diam.
“Sekarang jam terakhir. Kebetulan bapak dan guru-guru ada rapat dengan Pak Kepala Sekolah. Kalian belajar sendiri di kelas. Jangan berisik. Buka buku Matematika, halaman lima puluh empat. Kerjakan sampai waktunya pulang,” kata Pak Hendra. Tidak lama, terus pergi lagi keluar
Sudah jelas jauh dari kelas, anak-anak bersorak-sorak.
***
Waktu pulang sekolah, Wina dan Salma tidak putus asa memberanikan hati Nia supaya ikut lomba.
“Kapan katanya Ni mulai latihannya?” tanya Salma.
“Besok. Setelah habs jam pelajaran,” jawab Nia.
“Yang melatihnya Pak Yana?” tanya Wina.
“Iya. Guru baru yang pintar kesenian.”
“Salma boleh ikut lihat latihan?” tanya Salma sambil melirik ke Wina.
“Wina juga ya, Ni? Mau ikut lihat,” Wina sambil melirik ke Salma.
Nia cuma sekadar mengangguk. Wina dan Salma saling melihat. Merasa senang.
Tidak, Nia tidak tahu, bahwa yang mengusulkan ke Pak Hendra supaya Nia ikut lomba tidak lain adalah Wina dan Salma. Kemarin lusa, waktu Pak Hendra mengumumkan di dalam kelas. Nia kan tidak masuk sekolah.
kaca 13
Rerencangan sadayana, di palih kenca ieu video simkuring nyarita dina durasi ka 02.48 - 3.58
Wilujeng nyakseni!