Bahan baku ubi ungu yang digunakan harus dalam kondisi segar, tidak busuk, tidak berjamur, dan bebas dari kotoran. Bahan tambahan seperti gula, susu, santan, dan es batu juga harus dalam kondisi baik dan layak di gunakan.
Alat, bahan, tempat pengolahan, serta tangan pengolah harus dalam keadaan bersih untuk mencegah terjadinya kontaminasi. Air yang digunakan juga harus bersih dan layak untuk pengolahan pangan.
Ubi ungu harus dicuci dan dimasak hingga matang, kemudian dihaluskan sampai memperoleh tekstur yang lembut. Setiap bahan ditimbang atau diukur sesuai formulasi agar rasa dan kualitas produk tetap konsisten.
Es ubi ungu yang baik memiliki warna ungu yang khas, aroma ubi yang normal, rasa manis dan gurih yang seimbang, serta tekstur lembut dan tidak menggumpal. Produk juga harus bebas dari benda asing dan tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan.
Produk dikemas menggunakan wadah yang bersih, aman untuk pangan, tidak mudah bocor, dan dapat melindungi produk dari debu atau kontaminasi. Kemasan juga sebaiknya diberi label yang mencantumkan nama produk dan informasi penting lainnya.
Karena es ubi ungu merupakan produk siap konsumsi yang disajikan dingin, produk perlu disimpan pada kondisi dingin dan tidak dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang. Hal ini bertujuan mempertahankan kualitas, kesegaran, dan keamanan produk.
Kesimpulannya, standarisasi es ubi ungu bertujuan menghasilkan produk yang aman, bersih, memiliki mutu yang konsisten, dan memiliki karakteristik yang sesuai, sehingga dapat diterima oleh konsumen serta memiliki nilai jual yang baik.