Instagram merupakan media sosial untuk berbagi foto dan video yang terkenal di berbagai kalangan dan usia. Dilansir dari laporan WeAreSocial, pada tahun 2022, pengguna Instagram di Indonesia mencapai 99,15 juta. Banyak banget, kan? Karena ini juga, Instagram nggak hanya digunakan sebagai media sosial biasa aja, tapi juga digunakan banyak brand atau perusahaan untuk mempromosikan bisnis, bahkan berjualan.
Mengenal rasio dan resolusi
Sebelum masuk ke ukuran masing-masing jenis post, kamu perlu mengetahui aspect ratio dan resolusi terlebih dahulu.Aspect ratio adalah rasio lebar dan tinggi gambar, biasanya dinyatakan dengan x:y. Angka di depan adalah lebar, dan angka di belakang adalah tinggi. Misalnya, rasio 1:1, berarti ukuran lebar dan tingginya adalah sama.
Resolusi adalah jumlah pixel yang menyusun lebar dan tinggi sebuah gambar. Resolusi memengaruhi kualitas foto atau video yang dilihat oleh audiens. Semakin tinggi resolusi, maka semakin baik pula kualitasnya. Beberapa contoh resolusi yang sering digunakan: 1080 x 1080, 600 x 600, 820 x 200, dan lainnya sesuai kebutuhan dan jenis kontennya.
Ukuran feed Instagram untuk setiap jenis konten
Setelah mengetahui rasio dan resolusi, berikut adalah panduan ukuran feed Instagram untuk setiap jenis unggahan, simak ya!
1. Square post
Square post merupakan jenis konten yang paling sering diunggah atau sering kamu lihat di Instagram. Konten ini, bentuknya persegi dengan rasio 1:1 yang berarti lebar dan tingginya sama. Kamu bisa menggunakan resolusi 1080 x 1080 pixels untuk mendapatkan kualitas konten yang baik dan jelas.
2. Horizontal/landscape post
Horizontal atau landscape post merupakan jenis konten yang melebar ke samping, bentuknya persegi panjang. Ukuran landscape agak jarang digunakan oleh brand, tapi ukuran ini sering digunakan untuk mengunggah foto selfie atau pemandangan.Rasio yang digunakan adalah 16:9 dan menggunakan resolusi 1080 x 608 pixels untuk kualitas konten yang baik dan jelas.
3. Vertical post
Berbeda dengan horizontal atau landscape post, konten yang diunggah dalam ukuran vertical akan memanjang ke atas dengan rasio 4:5. Jadi, kontennya lebih tinggi dibandingkan melebar. Kalau kamu menggunakan rasio 4:6 atau 4:7, maka konten tersebut akan otomatis terpotong oleh Instagram. Untuk mendapatkan konten yang berkualitas jelas, kamu bisa menggunakan resolusi 1080 x 1350. Ukuran ini, biasanya digunakan untuk mengunggah foto orang seperti OOTD atau pemandangan.
4. Instagram Stories
Selain mengunggah konten di feed, kamu juga bisa mengunggah konten Instagram Stories. Di Instagram Story, kamu bisa menambahkan gif, stiker, teks, atau link yang bisa ditap oleh followers dan mengarah ke halaman tertentu. Konten ini akan otomatis terhapus dalam waktu 24 jam, tapi kamu masih bisa melihatnya di stories archive. Kamu bisa membuat konten Instagram Story dengan rasio 9:16 dan resolusi 1080 x 1920 pixels. Kamu juga bisa tetap menampilkan stories kamu di highlight agar ketika ada yang mengunjungi profil kamu, mereka bisa melihat kembali stories tersebut.
5. Instagram Reels
Instagram Reels adalah fitur yang memungkinkan pengguna membuat konten video pendek. Kamu bisa menambahkan filter dan musik di dalamnya. Instagram Reels bisa muncul di feed dan juga tab Reels. Jadi, untuk covernya juga perlu kamu perhatikan agar feed tetap terlihat rapi dan menarik.
Untuk membuat Reels, kamu bisa menggunakan aspect ratio 9:16 dan resolusi 1080 x 1920 pixels agar kualitasnya bagus dan tidak terpotong. Instagram Reels dibuat agar pengguna bisa melihat video pendek di HP, full screen, dan mobile. Kamu bisa mengambil video menggunakan HP agar ukurannya pas dan konsisten.
6. Carousel post
Carousel memungkinkan kamu untuk mengunggah lebih dari satu foto ke Instagram dalam satu unggahan. Kamu bisa menambahkan sampai 10 foto. Ukuran carousel post menyesuaikan foto pertama yang kamu pilih. Jika foto pertama horizontal/landscape, maka foto selanjutnya juga akan mengikuti ukuran landscape. Begitu juga dengan ukuran lainnya.
7. Konten video
Instagram memang menyediakan fitur Reels, tapi kamu juga bisa mengunggah video dengan ukuran lain seperti landscape, square atau vertical. Berikut adalah aspect ratio dan resolusinya:
Video Horizontal/landscape: rasio 16:9 dan resolusi 1080 x 608 pixels.
Video Square: rasio 1:1 dengan resolusi 1080 x 1080 pixels.
Video Vertical: rasio 4:5 dan resolusi 1080 x 1350 pixels.
Untuk catatan atau cheat sheet, berikut adalah rangkuman ukuran feed Instagram mulai dari foto, video, stories, sampai live video.
Melihat banyaknya pengguna Instagram, ini merupakan media yang tepat bagi kamu membagikan konten pemasaran atau promosi terkait brand atau produk yang kamu tawarkan. Selain ukuran, jangan lupa memperhatikan kualitas konten juga ya. Kamu bisa belajar lebih banyak lagi tentang konten pemasaran dan Instagram dengan mengikuti kelas-kelas terbaik dari SSC Studio. Video belajarnya dibuat menarik dan mudah dipahami. Kamu juga akan belajar bersama instruktur yang kompeten dan berpengalaman di bidangnya.
Bagi pengguna baru instagram, tentu memiliki banyak follower. Kamu bisa mencoba cara menambah followers IG gratis tanpa perlu menggunakan bot. Apabila kamu mengetahui cara yang tepat, maka kamu dapat mempunyai followers aktif atau akun asli yang pastinya bagus untuk meningkatkan engagement akun kamu.
Dengan adanya dukungan karakteristiknya yang sangat visual, Instagram juga bisa menjadi platform pemasaran yang sangat efektif untuk bisnis online kamu. Selain itu, Instagram juga menyajikan berbagai peluang untuk membangun audiens yang loyal untuk mengembangkan bisnis kamu.
Memiliki banyak followers di akun bisnis ataupun akun personal pastinya sangat penting. Hal itu dapat menambah tingkat kepercayaan terhadap akun kamu. Banyak yang menggunakan cara instan dengan cara membeli followers, tapi sebaiknya hal itu jangan dilakukan. Kamu dapat melakukan cara menambah followers IG gratis di bawah ini:
1. Gunakan Hashtag yang Tepat
Mengunggah konten yang menarik dan juga relevan adalah salah satu kunci utama untuk meningkatkan followers. Menggunakan hashtag pada postingan akan memudahkan orang-orang untuk menemukan kontenmu. Kemudian, hashtag apa yang harus digunakan? Seperti halnya aplikasi Twitter dan platform media sosial lainnya, Instagram juga mempunyai hashtag tertentu. Apabila kamu menggunakan hashtag yang populer pada postingan kontenmu, maka akan semakin besar juga kemungkinan postingan tersebut untuk bisa ditemukan dan menjangkau banyak pengguna baru.
Menggunakan hashtag memang terlihat cukup mudah, namun menggunakan hashtag yang tepat adalah hal yang cukup sulit untuk dilakukan. Hashtag populer dan sedang trending mungkin bisa menghasilkan engagement dan like tambahan, namun hashtag tersebut belum tentu akan menghasilkan engagement jangka panjang, mendatangkan followers yang berkualitas, dan meningkatkan penjualan.
2. Follow Akun Baru di Instagram
Cara berikutnya yang bisa kamu lakukan untuk memperoleh followers di Instagram yaitu dengan follow akun baru yang ada di Instagram. Biasanya, akun-akun baru tersebut akan mengikuti artis atau selebgram yang mempunyai banyak followers karena direkomendasikan oleh aplikasi ketika pertama kali membuat akun IG. Lalu, akun baru tersebut biasanya akan langsung mengikuti akun kamu apabila kamu mulai mengikutinya di Instagram.
Untuk bisa memulai cara ini, kamu dapat mencari akun Instagram artis, selebgram, ataupun public figur yang mempunyai banyak followers di IG. Kemudian, buka akun tersebut dan klik bagian pengikut atau followers-nya. Pengikut baru biasanya akan ada di bagian paling atas. Setelah itu, klik ikuti di akun-akun baru tersebut.
3. Hindari Membuat Akun Private
Supaya profil IG kamu mudah untuk ditemukan dan diikuti oleh banyak orang, maka sebaiknya hindari membuat akun private. Sebab, dengan membuat akun private, maka secara tidak langsung tidak ingin orang banyak melihat postingan kamu. Selain itu, postingan yang berasal dari akun private kamu juga berpotensi tidak masuk ke dalam eksplor IG. Dimana fitur tersebut bisa membuat postingan kamu dapat dilihat oleh lebih banyak orang
4. Posting Konten Saat Jam Ramai
Cara menambah followers IG gratis yang paling direkomendasikan adalah dengan membuat banyak konten. Akan tetapi, cara tersebut tergolong cukup tricky untuk dilakukan. Sebab, dengan memposting lebih banyak konten pastinya akan membutuhkan kreativitas, waktu, dan juga kerja keras. Supaya orang-orang tertarik untuk follow akun IG kamu, maka konten yang harus kamu tampilkan adalah konten yang menarik dan terkonsep dengan matang.
Selain itu, supaya konten postingan kamu dapat mendatangkan banyak like dan followers, maka sebaiknya lakukan dengan konsisten. Rencanakan setiap konten yang akan diposting, misalnya saja, post foto di feed seminggu 3 kali. Kemudian posting story minimal 1 kali dalam sehari. Tak hanya itu saja, sebaiknya kamu juga memahami jam ramai atau prime time untuk posting konten. Hal ini bertujuan agar postingan kamu bisa langsung dilihat oleh banyak orang saat diposting.
5. Manfaatkan Fitur Tag Lokasi Ketika Posting Konten
Supaya konten yang kamu posting banyak ditemukan oleh pengguna Instagram, maka kamu bisa memanfaatkan fitur tag lokasi. Cara kerja dari fitur ini adalah dengan mengelompokkan postingan berdasarkan lokasi yang sama. Jadi, apabila ada pengguna lain yang melihat lokasi tertentu, maka postingan kamu juga berpotensi dilihat oleh pengguna tersebut.
Penggunaan fitur lokasi ini juga perlu kamu sesuaikan dengan tepat, sebab kamu hanya bisa menggunakan tag satu lokasi saja dalam satu postingan. Pastikan bahwa tempat yang kamu tag sesuai dengan konten yang kamu unggah. Dengan cara tersebut, maka orang-orang yang tertarik dengan lokasi tersebut berpotensi untuk melihat dan follow akun kamu.
6. Optimasi Bio Instagram
Ketika pertama kali membuka akun Instagram pastinya kamu akan diminta untuk mengisi biodata Instagram yang berisi username dan beberapa informasi lainnya. Walaupun di awal terlihat cukup sulit untuk mengisi informasi yang sesuai, tapi nantinya optimasi bio Instagram bisa membantu kamu meningkatkan followers Instagram. Hal tersebut dikarenakan optimasi algoritma Instagram akan membantu para penggunanya untuk lebih mudah menemukan akunmu ketika mencari topik tertentu di halaman pencarian.
7. Penggunaan Kolom Website
Penggunaan profile IG yang lebih lengkap juga dapat menjadi pondasi bagi identitas brand kamu, terlebih bila ditambahkan dengan link tertentu yang bisa membawa audiens ke marketplace ataupun halaman website yang menjual produk yang kamu kembangkan. Strategi yang satu ini seringkali digunakan oleh akun IG brand kenamaan yang mencantumkan link yang berisi akun-akun media sosial yang dapat konsumen akses beserta nomor telepon yang dapat dihubungi jika ingin melakukan transaksi.
8. Kolaborasi dengan Kreator atau Selebgram
Cara terbaik untuk memperoleh followers IG secara cepat adalah dengan melakukan kolaborasi atau kerja sama dengan influencer ataupun kreator yang mempunyai minat yang sama dengan produk atau brand yang kamu kembangkan. Strategi yang satu ini dilakukan karena influencer tersebut pastinya mempunyai followers IG yang cukup banyak. Dengan begitu, dapat ditarik untuk menjadi pengikut akun kamu berikutnya berkat kesamaan minat.
Influencer marketing adalah cara terbaik untuk menambah followers Instagram dengan cepat apabila kamu mempunyai budget yang cukup. Akan tetapi, bila kamu ingin melakukan kolaborasi dengan gratis, maka kamu bisa melakukan kerja sama pertukaran barang, dimana para kreator dapat memperoleh barang kamu untuk kemudian digunakan dan dipromosikan.
Dengan begitu, kamu akan meraih keuntungan dengan pertambahan followers IG. Instagram sendiri juga sudah memfasilitasi kolaborasi dengan para selebgram melalui cara yang mudah dan praktis, yaitu dengan IG tag post, dimana orang yang kamu ajak kerja sama akan melakukan tag pada konten promosi produk.
9. Hindari Menggunakan Followers Palsu
Untuk memperoleh followers IG yang banyak, pastinya membutuhkan waktu yang cukup lama. Terlebih lagi bila kamu menginginkan followers gratis dan organik. Tak jarang beberapa akun IG akhirnya memutuskan untuk membeli followers media sosial melalui aplikasi berbayar atau jasa penambah followers.
Namun sayangnya, walaupun kamu mendapatkan banyak followers IG dalam waktu yang cepat, tapi cara ini akan merugikan kamu karena nantinya akan menimbulkan beberapa masalah.
10. Bangun Hubungan dengan Followers Instagram
Interaksi adalah hal yang sangat penting untuk pertumbuhan akun IG. Akun IG lain mungkin mempunyai fokus untuk meningkatkan jumlah komentar atau like di konten yang diunggah. Namun mereka kurang memperhatikan yang membantu menaikkan metrik tersebut
Jika kamu ingin meningkatkan followers IG, maka pastikan dulu untuk membangun interaksi dengan para followers melalui percakapan dua arah. Salah satu cara yang bisa membuat pengguna IG melihat akun yang kamu kembangkan yaitu melalui percakapan yang menarik dan juga seru.
Demikian penjelasan mengenai cara menambah followers IG gratis yang bisa kamu lakukan. Selamat mencoba
Dilansir dari Forbes, content marketing merupakan sebuah strategi marketing dalam membuat dan menyebarkan konten yang berharga, relevan, dan juga konsisten untuk menarik perhatian para audiens yang dituju. Namun, content marketing bukan sekadar membuat konten untuk para audiens yang haus informasi, lho! Menurut Neil Patel, content marketing juga bertujuan untuk membangun relasi yang kuat dengan para audiens dalam jangka waktu lama. Maka itu, konten yang dibuat harus relevan agar tercipta perasaan butuh dari audiens yang akhirnya memiliki kedekatan emosi dengan konten yang dibuat.Contoh yang paling sederhana adalah pembuatan konten video yang dibuat oleh Content Marketing Institute (CMI).Pada 2017, mereka menjadi salah satu sumber terbesar di YouTube karena menyajikan konten berupa video statistik. Bahkan, saat ini mereka memperluas strategi mereka lewat podcast. Tujuannya agar muncul relasi dengan audiens dalam segala media. Dari contoh ini kita bisa melihat bahwa CMI telah membuat konten yang konsisten, dekat dengan para audiens, serta selalu relevan dan tidak keluar jalur selama beberapa tahun.
Dalam menjalankan bisnis, strategi sangat dibutuhkan untuk memancing audiens sasaran supaya mereka mau membeli atau menggunakan produk yang kamu tawarkan. Ada empat tahap dalam siklus pembelian, yaitu:
1. Awareness
Audiens mungkin sadar akan adanya produk yang kamu jual, tapi apakah mereka membutuhkan produkmu? Nah, tugas seorang content marketer di sini yaitu membangun kesadaran alias awareness bahwa produkmu mereka butuhkan.
Dilansir dari Forbes, content marketing merupakan sebuah strategi marketing dalam membuat dan menyebarkan konten yang berharga, relevan, dan juga konsisten untuk menarik perhatian para audiens yang dituju. Namun, content marketing bukan sekadar membuat konten untuk para audiens yang haus informasi, lho! Menurut Neil Patel, content marketing juga bertujuan untuk membangun relasi yang kuat dengan para audiens dalam jangka waktu lama.
Maka itu, konten yang dibuat harus relevan agar tercipta perasaan butuh dari audiens yang akhirnya memiliki kedekatan emosi dengan konten yang dibuat.Contoh yang paling sederhana adalah pembuatan konten video yang dibuat oleh Content Marketing Institute (CMI).Pada 2017, mereka menjadi salah satu sumber terbesar di YouTube karena menyajikan konten berupa video statistik. Bahkan, saat ini mereka memperluas strategi mereka lewat podcast.
Tujuannya agar muncul relasi dengan audiens dalam segala media. Dari contoh ini kita bisa melihat bahwa CMI telah membuat konten yang konsisten, dekat dengan para audiens, serta selalu relevan dan tidak keluar jalur selama beberapa tahun.
Dalam menjalankan bisnis, strategi sangat dibutuhkan untuk memancing audiens sasaran supaya mereka mau membeli atau menggunakan produk yang kamu tawarkan. Ada empat tahap dalam siklus pembelian, yaitu:
1. Awareness
Audiens mungkin sadar akan adanya produk yang kamu jual, tapi apakah mereka membutuhkan produkmu? Nah, tugas seorang content marketer di sini yaitu membangun kesadaran alias awareness bahwa produkmu mereka butuhkan.
2. Riset
Setelah audiens aware dengan produkmu dan tertarik untuk membelinya, mereka biasanya akan mencari tahu atau riset terlebih dahulu. Riset yang dilakukan bisa dari segi keunggulan produkmu, keunikannya, atau dari kebutuhan mereka sendiri.
3. Consideration
Setelah mereka riset produk, mereka akan berpikir lagi sebelum memutuskan untuk membeli produkmu. Biasanya mereka akan membanding-bandingkan dengan merek lain, misalnya dari segi harga atau kualitas. Mereka juga akan menimbang-nimbang mana yang lebih untung untuk membeli produk A dan B.
4. Pembelian
Di tahap terakhir ini audiens akhirnya memutuskan untuk membeli sebuah produk yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhannya. Nah, dalam content marketing, tujuan utamanya adalah menjadikan siklus pembelian menjadi dua saja, yaitu aware dan buy. Marketer ingin mengharapkan para audiens langsung ke tahap pembelian tanpa rasa ragu terhadap produk tersebut.
Dengan kata lain, strategi marketing ini sangat penting untuk mempercepat proses audiens dalam membeli atau menggunakan sebuah produk dan menumbuhkan rasa ketergantungan pada brand tersebut.
Berbagai Bentuk Content Marketing
1. Infografik
Banyak orang haus akan informasi, tapi kadang kesulitan membaca data yang disajikan dalam penelitian atau tulisan panjang. Tren infografik yang saat ini sering digunakan oleh media dapat menjadi salah satu solusinya. Infografik bisa menyajikan data yang rumit dalam bentuk yang mudah dipahami. Ya, salah satu kelebihan infografik adalah memadukan gambar dan tulisan tapi informasi yang disampaikan tetap to-the-point.
2. Website atau blog
Jika kamu belum punya wadah untuk menciptakan sebuah konten, website atau blog mungkin bisa kamu manfaatkan. Dalam website dan blog kamu bisa membuat artikel yang sesuai dengan target audiensmu. Selain membuat artikel yang sesuai dengan audiens, kamu juga harus memerhatikan SEO-nya.SEO tidak bisa dipisahkan dari content marketing.
Pasalnya, strategi SEO yang baik tentu akan mengundang banyak traffic ke situs atau blogmu. Pastikan juga situs atau blogmu enak dilihat dari smartphone. Ini karena mayoritas pengguna internet di Indonesia mengakses konten melalui smartphone.
3. Podcast
Tren yang muncul memang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Contohnya podcast yang saat ini sedang hype di Indonesia. Beberapa pencipta konten atau brand juga memanfaatkan kesempatan ini untuk menciptakan awareness. Topiknya pun juga bisa disesuaikan dengan target audiens yang ingin disasar. Podcast merupakan salah satu wadah cerdas pengganti radio. Audiens bisa menikmati kontenmu di mana saja dan kapan saja sambil mengerjakan hal-hal lainnya. Jangan lupa, konten podcast harus selalu relevan agar audiens tetap setia dengan produkmu.
4. Video
Video masih menjadi wadah yang efektif dalam content marketing, terutama lewat YouTube. Mengapa? Ini karena kemudahan akses YouTube masih diminati oleh masyarakat di Indonesia. Di samping itu, konten dalam bentuk video akan lebih mudah dipahami dan dinikmati.
Buatlah video yang bermanfaat bagi para audiens. Jangan sampai video yang kamu buat hanya mengundang klik karena menjual sensasi ataupun kontroversi yang bisa membahayakan citra brand-mu.
5. Buku
Jika kamu menyasar target audiens yang lebih serius, kamu bisa memanfaatkannya dengan mencurahkan ide atau informasi ke dalam sebuah buku. Content marketer menerbitkan sebuah buku bukan sekadar ingin menambah pundi-pundi keuntungan. Justru buku bisa jadi alat dalam strategi pemasaran produknya, lho! Tujuan penulisan atau penerbitan buku ini agar para pembaca mengetahui bisnis atau brand apa yang sedang dibangun.
Buku jadi salah satu cara meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap produk yang dijual. Selain itu, menerbitkan buku bisa dilihat sebagai salah satu pembuktian bahwa brand tersebut patut dipercaya.
Nah, ada baiknya kamu mengasah kemampuan dan keterampilan yang dibutuhkan seorang content marketer yang dijabarkan di bawah ini:
1. Komunikasi
Skill dalam berkomunikasi sangat penting untuk pekerjaan di bidang apa pun. Namun, pada content marketing kamu harus bisa mengasah skill komunikasi baik secara lisan dan tulisan (verbal, dan nonverbal). Mengapa demikian? Dalam pekerjaan ini, kamu akan berhadapan dengan banyak orang. Konten yang dibuat pun harus bisa menyentuh banyak orang.
Tidak hanya menyoal konten dan audiens, kamu juga akan bekerja di dalam tim sehingga komunikasi yang baik harus tetap dibina agar tidak ada kesalahpahaman. Mempelajari cara berkomunikasi bahkan bisa dimulai dari caramu menulis email kepada klien atau rekan kerja, lho!
2. Menulis
Salah satu bentuk konten yang dibuat dalam content marketing adalah tulisan. Tulisan yang dibuat bisa dalam bentuk artikel, copywriting, status di media sosial, atau naskah video. Kamu harus bisa beradaptasi untuk menulis dalam bermacam-macam gaya yang sesuai dengan target audiens. Untuk latihan menulis, kamu harus banyak-banyak membaca dari berbagai sumber dan menelaah mana style yang pas untuk produkmu.
Latihan menulis tanpa membaca berbagai sumber lain akan membuat skill-mu mandek di situ saja. Carilah inspirasi sebanyak-banyaknya sehingga kamu bisa selalu penuh ide dan karya.
3. Bercerita
Podcast atau video merupakan salah satu bentuk konten yang dapat kamu coba dalam content marketing. Nah, untuk mengajak audiens agar selalu menonton video atau mendengarkan podcast, dibutuhkan keterampilan bercerita yang lihai. Kalau kamu punya keterampilan dan bakat dalam bidang ini atau ingin mengasahnya, ikuti kelas public speaking atau kelas radio. Kamu juga harus mendengarkan banyak radio, menonton video, atau mendengarkan podcast lain agar mengetahui bagaimana cara menghibur audiens tanpa visual.
4. Peka
Kamu harus selalu peka pada tren yang muncul saat ini. Ikuti perkembangan apa yang saat ini sedang terjadi atau digemari banyak orang sehingga kontenmu tidak terlihat basi. Kamu juga harus kreatif dalam melihat tren saat ini. Pilih dengan baik tren mana yang bisa kamu manfaatkan untuk meningkatkan awareness pada produkmu dan mana yang tidak perlu.
Intinya, pemasaran konten adalah proses pembuatan dan penyebaran informasi yang bisa digunakan marketer untuk menggaet audiens.
Metode tersebut merupakan salah satu strategi marketing yang paling jitu di era modern ini. Ia bahkan sering digunakan perusahaan-perusahaan besar untuk mencapai target bisnis mereka. Maka dari itu, apabila ingin terjun ke dunia pemasaran, pastikan dulu bahwa kamu sudah menguasai strategi pemasaran konten secara mendalam, ya. Nah, selain penjelasan di atas, kamu bisa pelajari informasi lainnya seputar pemasaran konten di kanal Content Marketing SSC Blog.