Mari Belajar
KEMAMPUAN GURU DALAM MENGEMBANGKAN BAHAN AJAR MENGGUNAKAN WEB BLOG PADA GOOGLE SITES (STUDI PADA PELATIHAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA DI BALAI DIKLAT KEAGAMAAN PALEMBANG)
PENDAHULUAN (11, Bold)
Perkembangan teknologi informasi saat ini telah maju begitu pesat yang mengakibatkan semua sektor harus menggunakan teknologi informasi, seperti ekonomi, bisnis, politik, bahkan pendidikan. Ditambah lagi di masa pandemi covid-19, pendidikan di Indonesia tidak dapat dijalankan seperti biasanya. Hal ini dimaksudkan untuk memutus mata rantai penyebaran virus ini. Dengan keadaan seperti ini, guru selaku pendidik mau tidak mau harus memahami teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran. Hal ini juga didukung oleh Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 20 Tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru dijelaskan bahwa guru harus memiliki empat kompetensi yaitu kompetensi pedagogik, profesionalisme, sosial dan kepribadian. Lebih dijelaskan lagi, dalam Permendiknas RI Nomor 16 tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi guru, menyebutkan kompetensi pedagogik guru terdiri dari 10 butir sub kompetensi. Diantara sepuluh butir itu, pada butir ke-5 yakni kompetensi guru dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk kepentingan penyelenggaraan kegiatan pengembangan yang mendidik.
Oleh karena itu, pembelajaran berbasis TIK digunakan untuk membantu siswa dalam memahami materi yang akan disampaikan oleh guru secara daring (online). Hal ini selaras dengan yang disampaikan oleh Arsyad (2007) menyatakan bahwa kebutuhan pembelajaran berbasis TIK digunakan sebagai alat untuk membantu siswa menguasai IT dan materi pelajaran dengan lebih cepat, menyenangkan dan dapat meningkatkan hasil belajar sehingga menjadi kebutuhan yang mendesak untuk tercapainya kualitas pembelajaran yang diharapkan. Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang baik maka guru perlu mendesai materi pelajaran dengan sebaikmungkin.
Sanjaya (2013) menyebutkan bahwa kualitas pembelajaran diperlukan media pembelajaran seperti alat dan bahan pelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan, seperti televisi, buku, koran, majalah, laptop, handphone dan lain-lain. Pentingnya media pembelajaran dalam menunjang proses pembelajaran seringkali terabaikan oleh guru dengan berbagai alasan, seperti keterbatasan kemampuan, dana dan waktu untuk mempersiapkannya (Muttaqien, 2011). Kalau kita lihat keadaan sekarang, media pembelajaran tidak harus dibeli dan memerlukan dana yang banyak, dengan teknologi informasi kita dapat menggunakannya dalam mengembangkan bahan ajar, seperti webblog (Hakim, 2010).
Web blog merupakan salah satu fitur yang ada di google site yang dapat kita temukan di browser google. Google sites merupakan salah satu fitur dari google yang dapat digunakan untuk membuat sebuah web blog berbasis internet sehingga materi dapat diakses dimanapun dan kapanpun.
Hal ini dibuktikan dari penelitian Solihudin (2018) bahwa pengembangan e-modul berbasis web pada materi listrik statis dan listrik dinamis dapat digunakan sebagai multimedia pembelajaran dan dapat meningkatkan pencapaian kompetensi pengetahuan peserta didik. Ini berarti, dengan e-modul berbasis web, peserta didik dapat belajar dengan mengakses materi dimanapun dan kapanpun.
Selain itu, menurut hasil penelitian Marfu’ah (2015) bahwa pengembangan (1) media blog dapat digunakan untuk remidial ulangan dan menjadi media pembelajaran, (2) penerapan media berbasis blog dalam pembelajaran dapat digunakan untuk menjelaskan materi tugas kelompok siswa yang diposting nantinya di posting di blog (3) penerapan media blog memberikan dampak positif kepada siswa dan guru yaitu menambah wawasan, bijak dan cerdas dalam menggunakan internet, menjadi kreatif, melatih menulis dan berpikir ilmiah, mengurangi limbah kertas, memudahkan mengakses materi pelajaran, meningkatkan motivasi dan prestasi siswa dalam belajar. Ini menunjukkan bahwa dengan mengembangkan bahan ajar menggunakan web blog dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik serta menciptakan pembelajaran yang menyenangkan.
Namun pada kenyataannya, penggunaan web blog masih belum familiar di kalangan guru karena keterbatasan kemampuan dan wawasan tentang penggunaan web blog. Apalagi web blog dapat dibuat melalui berbagai situs, seperti blogspot, wordpress dan google sites. Hal ini dikarenakan kurangnya pelatihan dan pengetahuan guru tentang bagaimana cara membuat web blog dan mendesain web blog menjadi menarik dan menyenangkan untuk pembelajaran online.
Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalah pada penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana kemampuan guru dalam mengembangkan bahan ajar menggunakan webblog dengan google sites (studi pada Pelatihan Media Pembelajaran berbasis Multimedia di Balai Diklat Keagamaan Palembang)?
2. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan guru dalam mengembangkan bahan ajar menggunakan webblog dengan google sites (studi pada Pelatihan Media Pembelajaran berbasis Multimedia di Balai Diklat Keagamaan Palembang)?
Tujuan penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan guru dalam mengembangkan bahan ajar menggunakan webblog dengan google sites dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kemampuan guru dalam mengembangkan bahan ajar menggunakan webblog dengan google sites (studi pada Pelatihan Media Pembelajaran berbasis Multimedia di Balai Diklat Keagamaan Palembang).
Google sites adalah salah satu media website yang bisa dimanfaatkan dalam proses pembelajaran. Google sites juga merupakan sebuah website yang dapat digunakan untuk keperluan kelompok atau pribadi dan cara termudah dalam membuat informasi yang bisa diakses oleh orang yang membutuhkan secara cepat dan orang-orang yang dapat bekerja sama dalam membuat berkas file lampiran serta informasi dari google seperti docs, sheet, forms, calender, dan lain-lain.
Dengan fitur-fitur tersebut maka pembelajaran dapat menjadi lebih mudah dan menyenangkan. Di google sites, guru dapat membuat sebuah laman blog untuk pembelajaran.
Blog adalah sebuah jurnal online dimana guru dan peserta didik dapat menulis, mengedit dan mempublikasikan tulisan, pelajaran ataupun tugas di laman tersebut. Selain itu, menulis dengan memanfaatkan blog dapat memberikan audiens yang nyata dan potensial untuk memberikan audiens yang nyata dan potensial untuk perbaikan tulisan pembelajar, inovasi, eksplorasi dan kreasi yang lebih baik, memberikan interaksi yang lebih dinamis, kemampuan literasi yang lebih baik bahkan perkembangan bekerja dalam tim (Santoso, 2018).