RINDUKU UNTUK AYAH
KARYA: SRIMIATI
Ayah.....
Aku rindu senyumanmu
Aku rindu canda dan tawamu
Aku rindu dengan panggilan sayangmu
Yang kau ciptakan sendiri untukku
Hari demi hari ku lalui tanpamu
Tak pernah sedikit pun aku berhenti mendo'akanmu
Agar kau bahagia di sana
Ayah....
Semenjak kepergianmu banyak masalah kami hadapi
Banyak rintangan yang kami lalui
Tapi kami tetap besyukur atas apa yang diberikan Tuhan
Ayah.....
Aku sangat mencintaimu
selalu merindukanmu
KEHIDUPAN
KARYA: SRIMIATI
Hidup adalah perjalanan
Tak semua yang kau inginkan akan terkabul
Tak semua yang kau cita-citakan akan tercapai
Tugasmu hanya tetap berusaha, berdoa dan jangan menyerah
Karena tuhan mengabulkan doa hambanya
Bisa saja dalam bentuk yang berbeda
dan apa yang diberikan tuhan
Itulah yang terbaik bagimu
AKU
KARYA: CHAIRIL ANWAR
Kalau sampai waktuku
'Ku mau tak seorang 'kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi
RUMAHKU
KARYA: CHAIRIL ANWAR
Rumahku dari unggun-timbun sajak
Kaca jernih dari luar segala nampak
Kulari dari gedong lebar halaman
Aku tersesat tak dapat jalan
Kemah kudirikan ketika senjakala
Di pagi terbang entah ke mana
Rumahku dari unggun-timbun sajak
Di sini aku berbini dan beranak
Rasanya lama lagi, tapi datangnya datang
Aku tidak lagi meraih petang
Biar berleleran kata manis madu
Jika menagih yang satu
KESABARAN
KARYA: CHAIRIL ANWAR
Aku tak bisa tidur
Orang ngomong, anjing nggonggong
Dunia jauh mengabur
Kelam mendinding batu
Dihantam suara bertalu-talu
Di sebelahnya api dan abu
Aku hendak berbicara
Suaraku hilang, tenaga terbang
Sudah! Tidak jadi apa-apa!
Ini dunia enggan disapa, ambil perduli
Keras membeku air kali
Dan hidup bukan hidup lagi
Kuulangi yang dulu kembali
Sambil bertutup telinga, berpicing mata
Menunggu reda yang mesti tiba
NASEHAT-NASEHAT KECIL ORANG TUA
KARYA: TAUFIQ ISMAIL
Pada anaknya yang berangkat dewasa
Jika adalah yang harus kau lakukan
Ialah menyampaikan kebenaran
Jika adalah yang tidak bisa dijual-belikan
Ialah yang bernama keyakinan
Jika adalah yang harus kau tumbangkan
Ialah segala pohon-pohon kezaliman
Jika adalah orang yang harus kau agungkan
Ialah hanya Rasul Tuhan
Jika adalah kesempatan memilih mati
Ialah syahid di jalan Ilahi
KERENDAHAN HATI
KARYA: TAUFIQ ISMAIL
Kalau engkau tak mampu menjadi beringin
Yang tegak di puncak bukit
Jadilah belukar, tetapi belukar yang baik,
Yang tumbuh di tepi danau
Kalau kamu tak sanggup menjadi belukar,
Jadilah saja rumput, tetapi rumput yang
Memperkuat tanggul pinggiran jalan
Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya
Jadilah saja jalan kecil,
Tetapi jalan setapak yang
Membawa orang ke mata air
Tidaklah semua menjadi kapten
Tentu harus ada awak kapalnya….
Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi
Rendahnya nilai dirimu
Jadilah saja dirimu….
Sebaik-baiknya dari dirimu sendiri
DOA
KARYA: TAUFIQ ISMAIL
Tuhan kami,
Telah nista kami dalam dosa bersama,
Bertahun membangun kultus ini,
Dalam pikiran yang ganda…
Dan menutupi hati nurani,
Ampunilah kami, ampunilah,
Amin…
Tuhan kami,
Telah terlalu mudah kami,
Menggunakan asmamu,
Bertahun di negeri ini,
Semoga…
Kau rela menerima kembali,
Kami dalam barisanmu,
Ampunilah kami, ampunilah,
Amin…