Alhamdulillah…. Hadzaa Min Fadhli Robbi…
SMP Techno Insan Kamil Tuban menjadi salah satu sekolah yang ditetapkan oleh Bupati Tuban sebagai sekolah adiwiyata 2022. Setelah melewati berbagai tahapan penilaian, melalui visitasi yang dilakukan oleh gabungan tim penilai dari DLH dan Dinas Pendidikan kabupaten Tuban, akhirnya SMP Techno Insan Kamil Tuban berhasil mendapatkan label sekolah adiwiyata 2022. Hal tersebut ditandai dengan penyerahan "Piagam Penghargaan Sekolah Adiwiyata" di aula Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan Kabupaten Tuban, pada Selasa, 21 Maret 2023, yang dihadiri langsung oleh Winartik, S.Pd selaku kepala sekolah SMP Techno Insan Kamil Tuban.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan Kabupaten Tuban, Bapak Ir.Bambang Irawan, MM dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada sekolah yang terpilih. Selamat dan sukses sudah ditetapkan sebagai sekolah adiwiyata. “Setelah mendapat predikat sekolah adiwiyata tetaplah berinovasi dengan ciri khas masing-masing sekolah dan peduli dengan lingkungan sekitar,” ujarnya.
Bapak Bambang mewakili bupati Tuban menyerahkan penghargaan kepada sekolah adiwiyata tersebut berharap sekolah yang terpilih menjadi pelopor dan pioneer dalam melakukan Gerakan peduli dan Budaya Lingkungan Hidup di sekolah.
Sekolah Adiwiyata adalah sekolah peduli dan berbudaya lingkungan yang mampu berpartisipasi dan melaksanakan upaya pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan bagi kepentingan generasi sekarang maupun yang akan datang.
“Sekolah adiwiyata ini luar biasa, esensinya bagaimana kita menjaga lingkungan. Lingkungan yang bersih, tertata bagus, bagaimana kita mengelola sampah kita, dan ini merupakan pendidikan penting untuk anak-anak kita,” ujar K.H Imam Mawardi selaku Ketua Umum Yayasan Bina Insan Kamil Tuban. Dengan sekolah adiwiyata ini, para siswa didorong menjadi pelopor kelestarian lingkungan. Tentunya, dalam persiapan menuju sekolah Adiwiyata, SMP Techno Insan Kamil Tuban membentuk TIM gabungan baik dari Asatidz maupun Siswa-Siswi sebagai TIM sukses Adiwiyata. "Kalau tim sudah terbentuk dengan solid, saling bahu-membahu satu sama lain, maka sekolah Adiwiyata akan sangat mudah didapatkan oleh SMP Techno Insan Kamil Tuban, dan yang terakhir adalah doa dan ikhtiar dari panjenengan semua" Ujar Bapak Fauzan,M.Pd selaku pengawas pembina SMP Techno Insan Kamil Tuban. Benar adanya, bahwa terbentuknya tim solid menjadi pemicu utama teraihnya label sekolah Adiwiyata bagi SMP Techno Insan Kamil Tuban.
Yayasan Bina Insan Kamil Tuban mengadakan sebuah ujian munaqosah untuk siswa SD dan SMP Insan Kamil Tuban pada hari sabtu 18 maret 2023. Acara tersebut di laksanakan bertempat di Gedung C Smp Techno Insan Kamil Tuban.
Ujian Munaqosah adalah program untuk menguji kemampuan santri dalam memahami dan mempelajari Al Qur'an. Program ini biasa dilakukan setahun sekali pada jenjang Sekolah Dasar hingga keatas.
Program tersebut juga diadakan oleh Yayasan Bina Insan Techno Insan Kamil Tuban. Materi yang di ujikan di antaranya adalah Tartil, Ilmu Tajwid dan Ghorib, Sholat, Hifdhussuwar, Do'a dan Hadits, Wudlu, dan Kitabah.
Menurut salah satu peserta Munaqosah yang kerap dipanggil Selly mengatakan bahwa “Materi yang diujikan meliputi Tartil, Ilmu Tajwid dan Ghorib, Sholat, Hifdhussuwar, Do'a dan Hadits, Wudlu, serta Kitabah.”
Setiap materi yang diujikan menempati ruang kelas yang berbeda-beda. "Munaqosah disertai oleh santri SD kelas tiga sampai SMP, materi yang diujikan itu cukup banyak, dikasih tebak-tebakkan juga pas munaqosah” ucap Selly kembali
Selain itu juga Ustad Fauzan selaku penguji dari ujian Munaqosah menganggap acara tersebut lancar. “Lancar dan hampir 100℅ hadir, dari 102 anak yang di daftarkan ada 99 anak yang hadir” Ucap Ustad Fauzan
“Tujuan Munaqosah adalah step terakhir dari pembelajaran mengaji dari buku 1 - 7 , atau ujian tahap akhir sebelum masuk pasca setelah Munaqosah anak-anak di anggap mampu menghafalkan acara secara mandiri” Ujar Ustadz Edy selaku kepala program Al-Qur’an.
By : Kiran dan Rani*red
“TEMU AHLI”
KEGIATAN PEMBELAJARAN PADA PENGALAMAN NYATA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
Temu ahli kembali digelar oleh SMP Techno Insan Kamil Tuban dengan memboyong siswa-siswi kelas VII mengunjungi beberapa tempat yaitu TPA Gunung Punggung, TPA Baturetno, Taman Kota, dan Mangrove pada 14 September 2022 pekan lalu. Ada istilah jawa “sing butoh moro” atau kerap diartikan “jika kita membutuhkan sesuatu, maka kita harus menjumpai sesuatu tersebut”. Begitupun dengan pembelajaran, siswa tidak harus melulu dibekali pelbagai materi beserta gambaran-gambaran yang belum tentu sesuai dengan apa yang mereka bayangkan. Ada kalanya siswa juga perlu menyaksikan secara langsung wujud nyata perihal yang sedang dipelajarinya. Kunjungan yang dilakukan dibeberapa tempat itu, kita sebut dengan temu ahli.
Satuan pendidikan berperan sebagai penyelenggara kegiatan projek profil, harus membuka ruang dan kesempatan bagi peserta didik untuk dapat bereksplorasi di luar lingkup satuan pendidikan. Oleh karena itu, pemilihan tempat seperti tempat pembuangan akhir sampah, taman kota, dan hutan mangrove, diharapkan dapat memicu eksplorasi siswa dalam mengembangkan pemikiran peka terhadap alam sekitar, terutama pada lingkungan. Prinsip ini juga memungkinkan dapat memotivasi pendidik dan peserta didik, agar dapat menjadikan lingkungan dan realitas kehidupan sebagai bahan utama pembelajaran.
Adapun tahapan agenda temu ahli kali ini adalah, seperti biasa siswa diwajibkan melaksanakan sholat dhuha berjamaah di sekolah, sebelum berangkat ke lokasi belajar. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok, sesuai dengan jumlah wisata yang akan dikunjungi, dengan ketentuan kelompok tersebut terdiri dari pelbagai kelas. Hal tersebut, agar siswa dapat saling bertukar informasi, ketika sudah sampai sekolah lagi nanti. Setelah berada di lokasi kunjungan, tak lupa siswa menyimak materi yang disampaikan, menyaksikan secara seksama prsktik kerja masing-masing tempat kunjungan, dan melakukan tanya jawab guna menyalurkan rasa penasaran selama melakukan kunjungan. Kemudian, agenda ditutup dengan membuat penyusunan laporan hasil kunjungan, dengan target dan ketentuan yang sudah dibicarakan oleh masing-masing pendamping kunjungan.
Memberi ruang dan waktu bagi peserta didik dalam mengembangkan kompetensi dan memperkuat karakter dan profil pelajar Pancasila sangat penting dilakukan, terutama dalam menyeimbangkan antara modul ajar dan bahan ajar. Bahan ajar bukan melulu perihal gulungan kertas yang dilempar pada siswa, kemudian memunculkan jawaban bagi siswa yang terkena lemparan kertas tersebut. Namun, bahan ajar bisa didapatkan di mana saja, sesuai dengan kebutuhan siswa. Dalam hal ini, kolaborasi sangat dibutuhkan untuk memperkaya hasil pembelajaran, pastinya. Maka dari itu, temu ahli yang sangat diperlukan untuk keberlangsungan pembelajaran, terutama dalam mewujudkan projek penguatan profil pelajar pancasila.
KUNJUNGAN BAPEDA
Siswa siswi Kelas VIII
SMP Techno Insan Kamil Tuban
Tuban, 14 September 2022 Gedung Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) dimeriahkan oleh siswa-siswi kelas VIII SMP Techno Insan Kamil Tuban, guna melakukan outdoor learning bertajuk “Healing For Studying” mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Dalam Peraturan daerah yg dirancang oleh DPRD, ada beberapa aturan dan tata cara untuk program-program pembangunan, terutama di Kabupaten Tuban. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) yang bekerja sama dengan dinas setempat, berperan penting sebagai pelaksana program pembangunan tersebut. Oleh karena itu, kunjungan kali ini bertempat di BAPPEDA, sesuai dengan tantangan pembelajaran yang sedang dilaksanakan yaitu materi “Peraturan perundang-undangan di bawah UUD NKRI 1945”. Sehingga dalam kesempatan ini, siswa-siswi SMP Techno Insan Kamil dapat secara langsung melihat tatanan kepengurusan dalam BAPPEDA beserta tugas dalam masing-masing jabatan.
Tak terlepas dari pembiasaan di sekolah terkait Achievement motivation training qolbu, siswa-siswi SMP Techno Insan Kamil mengawali kegiatan dengan sholat dhuha berjamaah di Masjid Agung Tuban, disusul dengan dzikir setelah sholat Dhuha. Perjalanan menuju BAPPEDA cukup ditempuh dengan berjalan kaki sejenak, kemudian dengan tertib siswa-siswi SMP Techno Insan Kamil memasuki ruangan, duduk secara beraturan, dan mendengarkan materi yang disampaikan. Ibu Novi sebagai Kepala Bagian Pembangunan Daerah menyampaikan beberapa materi terkait apa itu BAPPEDA, fungsi dan peranan BAPPEDA bagi masyarakat Tuban, serta program dan tugas masing-masing Kepala Bidang dalam pemerintahan Kabupaten Tuban.
Bukan siswa-siswi SMP Techno Insan Kamil kalau tidak memiliki rasa penasaran tinggi. Pembelajaran tersebut tidak langsung ditutup dengan ucapan terima kasih dan salam penutup, namun dengan seribu pertanyaan yang nampak dijawab langsung oleh pakarnya. Peraturan memang harus dibuat untuk dijalankan, salah satu pertanyaan menarik dilontarkan oleh Mukhammad Ubaydillah mengenai fasilitas umum di Tuban yang pemakaiannya kurang maksimal (terbengkalai) seperti contoh Terminal Bus Tuban, yang jarang dikunjungi oleh Bus, baik antar kota, maupun antar Provinsi. Namun, mereka lebih memilih berhenti di pinggir jalan, menyebabkan ketidak efektifan penggunaan jalan raya. Ternyata, hal tersebut masih menjadi PR bagi pengurus BAPPEDA untuk menjalankan peraturan-peraturan yang ada, terutama dalam penggunaan sarana dan prasarana di Tuban, jawab Ibu Novi. Pertanyaan tersebut menjadi saksi atas pemikiran-pemikiran kritis dan peka terhadap lingkungan bagi siswa-siswi SMP Techno Insan Kamil, sekaligus menjadi penutup kegiatan healing for studying bagi siswa-siswi SMP Techno Insan Kamil.
Pembelajaran bukan melulu mengenai bangku kelas dan papan tulis, serta penghapusnya. Ada kalanya, siswa membutuhkan bukti nyata terhadap apa yang harus dipelajar, melalui pengalaman-pengalaman yang dilalui. Salah satu perwujudan tersebut adalah dengan adanya kerja sama atau mitra sekolah, diberbagai bidang. Semakin banyak sekolah menjalin kerja-sama dengan instansi non pendidikan, semakin luas pula bukti nyata yang akan didapatkan oleh siswa. Kunjungan yang dilakukan di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah ini bukan kali pertama bagi SMP Techno Insan Kamil, namun sudah ke sekian kalinya, dan pastinya, akan lebih banyak lagi terlaksana kunjungan-kunjungan mitra sekolah, untuk menambah wawasan dan pengetahuan siswa sesuai dengan bukti nyatanya.
Spetech Festival 2022
Smp Techno Insan Kamil, Tuban kembali menggelar acara spektakuler sebagai wadah minat dan bakat siswa, tentunya dengan mengintegrasikan beberapa pembelajaran dan kemampuan siswa dalam acara Spetech Festival 2022. Acara ini berlangsung pada Senin, 21 Maret 2022 hingga Sabtu, 22 Maret 2022 di halaman SMP Techno Insan Kamil. Sasaran utama acara ini adalah siswa-siswi kelas IX yang sedang menghadapi ujian praktik sekolah. Ada yang berbeda dari ujian praktik tahun ini, yaitu adanya pergelaran acara spetech festival. Umumnya ujian praktik dilakukan di kelas, dan hanya peserta dan guru mata pelajaran tersebut yang dapat menikmati hasil jerih payah yang telah dilakukan, berbeda dengan spetech festival 2022. Acara ini dikemas dengan model miniatur graduations ceremony, sehingga semua siswa dapat berperan sebagai panitia, penampil, penonton, maupun penyaji hidangan dalam acara secara berkelompok.
Mengapa bisa seperti itu?...
Terdapat lima ujian praktik yang harus dilalui oleh siswa. Pertama “jago bahasa”. Jago bahasa merupakan integrasi dari mata pelajaran bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Terdapat tiga jenis ujian praktik jago bahasa yang dapat dipilih oleh kelompok, yaitu mc dua bahasa, story telling, dan poem musicalisation. Kedua, “J-RAP” atau perpaduan dari mata pelajaran bahasa arab, bahasa jawa, dan PAI. Sama halnya dengan jago bahasa, J-rap dapat memfasilitasi bakat siswa dalam hal public speaking. Terdapat tiga jenis ujian praktik dalam J-rap yaitu, pagelaran wayang, drama tradisional, dan cerita bersambung. Jika jago bahasa menggunakan dua bahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Maka, J-rap menggunakan bahasa Jawa dan bahasa Arab. Dalam permainan, siswa dibentuk menjadi beberapa kelompok, dan diarahkan memilih jenis ujian. Nah, pengelompokkan inilah yang dapat mendukung jalannya graduations ceremony oleh spetech festival 2022. Bersama MC kece yang menggunakan dua bahasa, penampil juga tak kalah hebohnya dengan menampilkan pertunjukkan yang spektakuler sekali.
Ketiga Art and Craft. Art and Craft merupakan ujian praktik mata pelajaran seni dan prakarya. Terdapat dua jenis ujian yang dapat dipilih dalam menghadapi ujian ini, yaitu junior chef atau rattan craft. Terdapat dua pengelompokkan yang dibagi secara merata untuk mendukung jalannya ujian praktik art and craft. Jika kelompok tersebut memilih junior chef maka mereka harus menyajikan hidangan menarik, dan dimasak langsung di lokasi sekolah beserta juri-juri yang keren serupa acara master chef. Sedangkan, jika kelompok tersebut memilih rattan craft maka mereka harus membuat kerajinan pot bunga dari rotan. Hasil kerajinan tersebut akan dipamerkan ketika kegiatan graduations ceremony berlangsung.
Selanjutnya, merupakan ujian praktik berupa produk-produk menarik, yang dipamerankan ketika acara spetech festival berlangsung. Pertama science fair. Science fair merupakan ujian praktik mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dengan tiga pilihan menarik, yaitu sainstech atau perpaduan sains dan technologi. Pada ujian ini, siswa akan diarahkan untuk membuat rangkaian digital yang berhubungan dengan sains, contohnya deteksi suhu. Selanjutnya, magic sains atau percobaan sains dengan menggunakan bahan-bahan ilmiah dan memunculkan suatu hal yang menarik. Terakhir, APE-Sains atau pembuatan alat peraga edukatif mata pelajaran sains. Kedua sosmath fair. Sosmath fair merupakan ujian praktik yang mengintegrasikan mata pelajaran sosial, dan matematika. Terdapat tiga pilihan jenis ujian praktik yang harus dihadapi siswa, yaitu, keanekaragaman budaya, miniatur pusat kota, dan diorama 3D desain.
“Yang paling dikangenkan ketika lulus dari spetech nanti ya.. sudah pasti ujian praktiknya, karena melalui ujian praktik, kita dapat mengeksplore kemampuan atau apa ya... bakatlah, dengan tampil di depan teman-teman kita, seru banget acaranya.” Ujar Bisma, salah satu peserta ujian praktik dalam acara spetech festival.
“Melalui acara ini, harapannya, anak-anak akan semakin terpacu dalam menunjukkan minat dan bakatnya di kemudian hari. Selain itu, acara ini juga bisa menjadi wadah bagi anak-anak yang sebelumnya pasif dalam hal public speaking hingga mereka menjadi berani mencobanya sampai ada beberapa anak yang merasa ketagihan.” Ujar salah satu pengampu ujian praktik, Aprilia Dewi S, S.Pd.
Remaja milenial sangat identik dengan pemikiran unik, kreatif, dan terampil. Melalui pengarahan yang jelas, berdasarkan model dan tema ujian yang menarik, menumbuhkan respon positif bagi siswa. Tentunya, siswa akan leluasa menjelajahi keterampilannya dengan senang hati.
KEGIATAN EDU TRIP
"10 Generation Goes to Jogja"
TIGA PENELITI CILIK SABET MENDALI EMAS DI AJANG YOUTH INTERNATIONAL SINENCER FAIR
Pencapaian dan mimpi besar dimulai dari sebuah langkah kecil, sejauh manapun langkah menapaki tujuan, nikmatilah proses itu. Dengan terus berusaha, maka semua ada masanya. Semarang-Kamis, 17 Maret 2022, medali emas dikalungkan dengan penuh rasa bangga pada tiga peneliti cilik, yaitu Miftaqurromah Dwi Salsabila, Rayinda Dinara Nuur Aini, dan Bunga Firdaus, siswa SMP Techno Insan Kamil Tuban dalam ajang bergengsi penulisan karya ilmiah internasional “Youth International Science Fair (YISF)”. Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA), yang berpatner dengan Aktuaria, ITS, Undip, IPB, dan beberapa Intansi pendidikan perguruan tinggi, baik di Indonesia maupun luar negeri.
Penelitan ini mengangkat fenomena maraknya limbah sampah plastik di kota kecil pesisiran pantai utara (Pantura) Tuban, yang masih belum menemukan solusinya. Adapun fenomena lainnya adalah melimpahnya biota laut, salah satunya cumi-cumi. “Menurut TPI Karangagung, dalam wawancara yang sudah kita lakukan, produksi cumi-cumi di Tuban diperkirakan mencapai 100kg lebih, perharinya.” Ujar Dinara, salah satu anggota penelitian lomba YISF. “Cumi–cumi merupakan biota laut yang memiliki tulang rawan cumi, atau biasa disebut endoskeleton. Tulang rawan cumi-cumi yang sudah tidak digunakan, kerap dibuang bagitu saja, dan akan menjadi limbah sampah. Sehingga dalam penelitian ini, kami berusaha menyulap fenomena tersebut agar limbah tulang cumi-cumi menjadi suatu hal yang dapat dimanfaatkan, yaitu dengan mengubahnya menjadi plastik ramah lingkungan (dapat dimakan). Dengan begitu, kita juga dapat mengurangi limbah plastik yang ada di pesisir kota Tuban.” Tambahan dari leader penelitian lomba YISF, Salsabila.
Tiga peneliti SMP Techno Insan Kamil Tuban yang mengangkat penelitian dengan judul “Edible Film Based On Cuttlefish (Sephia SP.) Cartilage as Alterlnative to Replace Plastic Packaging on Salted Fish”, menjelaskan bahwa hasil akhir karya tersebut adalah pembuatan plastik dari limbah tulang rawan cumi, yang mereka namai dengan istilah edible film. Edible film sendiri merupakan lapisan tipis yang terbuat dari bahan yang dapat dimakan, dibentuk melapisi produk (coating) atau diletakkan di antara komponen produk. Edible film dari limbah tulang rawan cumi-cumi ini, diharapkan dapat menggantikan penggunaan plastik untuk kemasan ikan asin di Tuban. Sehingga, dapat mengurangi pengguaan plastik dan berefek pada berkurangnya sampah plastik yang ada di Tuban.
Kepala Sekolah SMP Techno Insan Kamil Tuban, WInartik, S.Pd menjelaskan bahwa melalui karya tulis ilmiah ini banyak sekali kompetensi yang mampu dikembangkan oleh siswa, khususnya siswa SMP Techno Insan Kamil Tuban. Mulai dari literasi membaca efektif, mencari referensi dari berbagai jurnal, mereka akan mampu menyaring serta memilah informasi. Menulis karya ilmiah akan sedikit demi sedikit mengubah mindset (pola piker) kita menjadi lebih sistematis. Menilai sesuatu tidak hanya dari apa yang tampak di depan mata, namun juga melihat sebab dan faktor yang melatar belakanginya. Menulis karya ilmiah juga ikut berdampak pada bagaimana cara mencurahkan ide, menyampaikan pendapat kepada orang lain dengan baik. Mulailah segalanya dari satu definisi, melewati setapak jalan introduksi, berhenti sejenak dan membaca tanda ‘isi’, untuk melanjutkan perjalanan ke tahapan konklusi, dan pada akhirnya mencapai satu tujuan yaitu memberi arti mimpi dalam kehidupan yang berarti.
Ketua Yayasan Bina Insan Kamil Tuban, KH Imam Mawardi Ridlwan memberi penghargaan budaya membuat karya ilmiah santri SMP Techno Tuban. Generasi emas perlu dapat bimbingan yang benar sehingga dapat menghasilkan karya ilmiah. Tantangan global generasi muda adalah menghasilkan karya inovasi. Budaya sekolah harus diupayakan menjadi budaya melakukan penelitian. Secara khusus Ketua Umum Yayasan Bina Insan Kamil Tuban menyampaikan terima kasih team SMP Techno Tuban dan para orang tua. Abah Imam, panggilan akrabnya menyampaikan para pelajar di Tuban harus punya komunitas peneliti yang terus menghasilkan karya.
Tiap usaha yang dilakukan, akan menciptakan hasil yang didambakan. Ruang memang boleh terbatas, namun kreatifitas harus tetap dikembangkan, dan dilalui tanpa batas. Hikmah yang didapatkan dalam kompetisi tersebut adalah, bahwa untuk menuju kemenangan terdapat proses yang sangat panjang. Tiap percobaan memang boleh gagal, namun semangat tetap harus dikobarkan. “Dia (Ibrahim) berkata, “Tidak ada yang berputus asa dari rahmat Tuhannya, kecuali orang yang sesat.” (QS. Surat Al-Hijr Ayat 56)
LENTERA PUSARA GENERASI MILENIAL
OLEH : SHAFIRA NAURA AZZAHRA
PEMENANG LOMBA MENULIS-MOSLEEM TENEGER COMPETITIONS
Kehidupan silih berganti, tiap detiknya. Memutar roda yang kian menggerus zaman, mengusung perubahan pada siapapun yang sedang menjamahnya. Terutama pada perubahan teknologi. Beberapa tahun kebelakang, teknologi semakin dahsyat. Munculnya alat-alat yang terakomodir memiliki banyak fungsi. Memudahkan tuannya dalam melakukan segala hal, yang dirasa cukup sulit. Ya, rupanya teknologi menjadi solusi tiap kesulitan, dan sebut saja munculnya teknologi yang semakin canggih ini, dengan kata era-digital. Era-digital menjadi sarana pengganti teknologi masa lalu agar menjadi lebih praktis dan modern.
Era digital memang sangat berpengaruh bagi kehidupan. Namun sebagai manusia bijak, harus selalu mengingat bahwa, mereka hanya akan mengajak untuk bernyanyi dan menari bersama. Menjadikan kita terus terlena di antaranya, kemudian melupa pada hal yang nyata. Salah satunya adalah smartphone. Smartphone memang sangat berguna, membantu kita dalam setiap aktivitasnya. Tapi, bukankah segala yang baik bisa juga menjelma menjadi buruk? Banyak sekali hal-hal negatif yang bisa kita dapatkan dengan memainkannya. Entah bagaimana, bila seorang remaja yang sudah mengenal jauh lebih dalam apa itu smartphone, ia akan bijak dalam mengelola? Rasanya, hal tersebut hanya 10:3 saja.
Rizwana Maheera El Mila, seorang gadis yang masih duduk dibangku SMP. Cukup panggil saja dengan sebutan Rizwana, maka kamu akan mengetahui betapa pandainya dia dalam memanjakan hidupnya. Remaja identik dengan rasa ingin tahu tinggi, dominan dengan mudah terpengaruh trend, dan sukar berpikir panjang, sebelum memulai tindakan. Begitupun dengan Rizwana. Sangat disayangkan jika ia tidak menjadi remaja pada umumnya. Namun, bukankah menjadi bagian ketiga dari sepuluh yang telah diperhitungkan perbandingannya, lebih baik dan menjanjikan?
“Tidak usah sok menegur temanmu yang bahagia dengan dunia mayanya Rizwana! Cari atensi kau?”
Menjadi asing atas perubahan zaman, memang tidak mudah. Begitupun yang dirasakan oleh Rizwana. Berbagai macam olokan, terus menghantui melalui perkataan yang sungguh tidak diinginkan. Mungkin perlakuan Rizwana yang gemar menegur temannya atas terlenanya kecanggihan smartphone nampak lucu, dan menggemaskan. Namun, bukan berarti Rizwana adalah seorang yang anti akan kecanggihan teknologi. Yang mengeruh dalam pikirannya hanyalah, mengapa harus digunakan dalam mode sangat tidak penting? Pemikiran yang sungguh berkecamuk itu, hanya memunculkan kalimat;
“Tak ada gunanya juga menjawab bualanmu, huh!” kemudian perlahan, ia meninggalkan temannya.
Rizwana tidaklah orang yang suka memperkeruh masalah, apalagi harus membesar-besarkan masalah. Ia berpikir lebih baik diam, daripada harus bereaksi dan menimbulkan masalah baru. Pada sudut koridor, jauh dari peradaban. Rizwana mulai bersimpah, perlahan mengeluarkan smartphonnya, berkecamuk mengikis pemikiran yang melarangnya. Terus menjelajah semakin jauh. Hingga tubuhnya mulai bergetar, tak lama semua menjadi gelap, petanda ia harus mengakhirinya.
Oh, seperti itu asyiknya sosial media!
Pikirnya.
Semakin hari era-digital semakin berkembang, artinya semakin hari semakin banyak juga yang bisa dimainkan melewati sosial media oleh Rizwana. Nampaknya, Rizwana juga sangat pandai saat bergelut di sosial media. Apalagi, ketertarikan yang muncul pada Rizwana yaitu dengan bermain youtube. Tanpa sengaja ia berpikir ternyata bermain smartphone memang asyik. Meski ia hanya stuck pada satu channel kajian, yang membuat pikirannya tetap waras.
“Berhati hati saat bergaul karena kita hidup diantara banyaknya manusia, dan mungkin diantaranya membuat dan mendorong kita kearah yang salah, mungkin saat kita sedang asyik bersosial media, kita akan lari kearah yang salah. Yang harusnya bukan menjadi lentera bagi kita. karena bukan dengan itu kami bahagia.” Attaki, 2022 https://youtu.be/ExW0beERnZQ
Kalimat yang asyik mungkin, bagi Rizwana yang masih dalam ambang ketertarikan mendalami dunia digital, terutama sosial media. Namun, hal tersebut tidak mematahkannya untuk masuk lebih dalam lagi, tanpa tau entah apa alasannya? Malam berganti pagi, smartphone yang terus tergenggam ditangan Rizwana, seolah tak mau lepas. Setiap aktivitasnya selalu dipenuhi dengan bermain smarphone. Makan, bersantai, apapun itu.
“Kak, mamah perhatikan, kamu selalu sibuk dengan smartphonemu, apa yang menarik kak?.”
“Tidak mah, aku hanya bermain sewajarnya kok mah!”
“Tapi kamu tidak seperti biasanya, kamu yang sering bermain dengan teman-teman, dan sekarang kamu lebih suka bermain dengan smartphonemu!”
“Aku tahu, tapi percayalah yang aku lakukan ini memiliki tujuan!”
“Apapun tujuanmu. Mamah rasa, kamu terlihat terlena akan duniamu sekarang, kalaupun benar, ya mamah tidak melarang sih kak. Asal dia memang berpenaruh baik bagi kamu. Apalagi kalau kamu bisa menjadi produser di dalamnya, bukan hanya menjadi konsumen!”
“Maksud mamah?”
“Ya, mungkin kamu bisa memainkan ponselmu dengan mencari peluang yang baik di dunia digital, bukan hanya sekadar menjadi penikmat saja!”
Perkataan tersebut terus menari dipelipis mata Rizwana, menumbuhkan pemikiran-pemikiran kecil yang terus mengiang, tanpa tau kapan perginya. Tak sengaja, perkataan mamah memberikan Rizwana sebuah ide. Ide gila yang terlihat tidak meyakinkan, tapi hal itu membuat Rizwana mulai menginjakkan kakinya untuk bersosial media dengan benar. Ya, menjadi seorang produser, bukan konsumen! Gadis cerdik penuh aksi ini mulai memutar kegiatannya. Memulai dengan hal kecil, seperti membuat konten belajar sholat, doa sehari-hari, bahkan mengupas ayat Al-Quran beserta tajwidnya. Namun, sepertinya konten seperti itu tidak akan pernah laku, mengingat banyak sekali taman pendidikan Al-Quran yang berkembang pesat. Itu semua tidak mematahkan semangat Rizwana. Sesekali ia membuat konten kajian fiqihnisa, karena sempat terinspirasi dari video sebelumnya. Beberapa bulan berlalu, usaha yang ia jalani tak jua berkembang, ia sedih akan hal itu tapi mau bagaimana? selain pasrah, tak ada yang bisa ia lakukan.
“Kalau capek, istirahat saja kak. Jangan terlalu diforsir ya tenaganya!” perempuan setengah baya itu mendekap pundak Rizwana yang sedang sibuk dengan laptop dan ponselnya.
“Mah, kalau misalnya Rizwa gagal?”
“Rizwana, hidup bukan perihal kegagalan, melainkan percobaan. Satu gagal, kamu bisa mencoba yang kedua. Dua gagal, coba lagi ketiga, begitu seterusnya sayang!” Perempuan itu semakin erat memeluk Rizwana. Senyum kecil yang semakin mengembang, sangat menenangkan.
Rizwana menyimpan baik perkataan Ibunya, menyimpan baik ambisi-ambisinya, menyimpan baik channel youtubeInya. Bukan berarti Rizwana menyerah. Ia hany ingin sejenak menghentikan kegiatannya. Mengistirahatkan mata yang mulai lelap. Bersiap menyambut gelap.
Tok... tok... tok...
“Assalamualaikum, permisi!”
Terlihat perempuan paruh baya, menyerupai umur mama Rizwana di balik pintu.
“Waalaikumsalam, iya ada yang bisa saya bantu?”
“Apa benar ini rumah Ananda Rizwana Maheera El Mila?”
Muncul kerutan pelipis mata mama Rizwana, perlahan ia membuka pintu umahnya
“Ada apa ya? dengan siapa ini?”
“Saya Ira ketua majelis taklim dari jakarta. Saya ingin mengundang adik Rizwana untuk mengisi seminar tentang remaja islam berkarya. Melihat konten-konten youtube Rizwana membuat kami memutuskan demikian, ngomong-ngomong bisa saya bertemu dengan Rizwana?”
“T-tunggu, Y-youtube? Ehm, maaf Rizwana masih disekolah bu”
“Ibu sungguh tidak tau perihal channel youtube Rizwana?
“Baiklah bu, terima kasih untuk jamuannya pagi ini. Saya sangat mengharapkan kehadiranya!”
Obrolan kian menggebu, menghangatkan pikiran-pikiran yang membuat mama Rizwana telah resah akan kecanggihan teknologi, yang kian membasuh pemikiran remaja masa kini. Namun tidak dengan berita baik yang diperoleh dari bu Ira. Puteri kecilnya memang patut dibanggakan.
Rizwana sungguh tidak menyangka kejadian luar biasa ini menimpanya. Kedatangan orang asing, diundang ke seminar. Tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Keesokan harinya, ia bergegas bersama seluruh keluarganya. Gadis lugu yang enggan menggantungkan hidup pada berkembangnya teknologi. Justru, membawa Rizwana ketempat penantian, yaitu menyebar kebaikan di era penuh kecanggihan. Kegagalan, mungkin akan menghampiri. Tapi bukankah keberhasilan itu benar-benar ada? Pikir Rizwana, menepis senyum salah tingkahnya.
“Bersinergi terhadap kecanggihan teknologi bukan perihal bagaimana kita harus upgrade diri agar tidak tertinggal oleh trend mengikuti budaya asing. Melainkan bagaimana kita akan tetap mempertahankan adab, bahwa seorang muslim sejati, adalah mereka yang mengetahui mana yang baik dan mana yang bathil, mereka yang tetap mematuhi perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, dan mereka yang tetap bijak menyikapi perubahan zaman.”
Riuh tepuk tangan menjelma kencangnya detak jantung Rizwana. Perlahan memudar, menyisa peradaban yang kan terus dikejar, mulai hari ini.
SMP Tehno Insan Kamil Tuban, tepat di ruang guru yang tidak terlalu luas. Bersama potongan-potongan kertas ulangan harian yang biasa Ustadzah tumpuk di atas meja. Cerita ini tertulis rapi, tentunya atas bimbingan Ustadzah tercinta yang selalu menemani saya di samping. Memang tidak mudah untuk bisa menulis sejauh ini, butuh waktu yang sangat lama juga pastinya. Ya, cerita ini tertulis pada 28 Februari 2022.
SPETECH JAGA BUMI
Tananam merupakan penyaring udara dibumi. Menanam pohon di sekitar lingkungan, menjadi investasi jangka panjang yang dapat meningkatkan ekosistem, menstabilkan sirkulasi udara, serta menetralisir saturasi pemanasan global. Masa kini, sulit sekali menemukan seseorang yang peka akan lingkungan, terutama dalam hal menyayangi tanaman. Padahal, penting sekali bagi kita saling mengingatkan untuk tetap membudayakan menanam tumbuhan di lingkungan sekitar. Selain sebagai investasi jangka panjang, tumbuhan juga memiliki banyak manfaat, terutama dalam hal membantu pernapasan manusia. Proses fontositesis yang dialami oleh tumbuhan dapat mengeluarkan gas O2 (oksigen) sehingga dapat membantu meringankan sistem pernapasan manusia. Selain tumbuhan, tanaman juga memiliki banyak manfaat salah satunya tanaman jenis bunga. Bunga identik dengan warna-warnanya yang beragam dan dapat memanjakan mata. Warna-warna tersebut ketika dilihat oleh mata, akan diserap otak dan mengirim sinyal keindahan, sehingga pikiran menjadi lebih rileks dan mood semakin baik. Warna hijau yang dimiliki oleh daun-daun bunga, menyalurkan hasrat ketenangan bagi jiwa, yang harus dipandang setiap harinya.
Udara yang segar dan lingkungan yang asri, siapa yang tidak mengidamkan tempat seperti itu?
Membudayakan berkebun sangat mudah dilakukan, asal ada kemauan dalam diri kita. Apalagi, jika kegiatan tersebut dilakukan dalam lingkungan sekolah. Hal tersebut akan sangat membantu untuk menciptakan ruang belajar yang menyenangkan dan menenangkan. Di samping berkegiatan tanam-menanam, tidak akan lengkap jika tidak diselingi dengan ro’an, atau kegiatan membersihkan lingkungan sekitar. Menyediakan ruang nyaman bagi tanaman, akan menjadikan mereka tumbuh lebih subur. Selain itu, kebersihan juga bagus bagi kesehatan tubuh manusia.
“Annadhofatu minal iman” yang berarti, kebersihan sebagian dari iman. Ciptakan lingkungan yang, bersih, nyaman dan asri melalui mengajak siswa-siswi membersihkan lingkungan sekitar, kemudian menghiasinya dengan bercocok tanam. Hal tersebut menjadi bagian kecil pembelajaran karakter pada siswa-siswi, yang tidak mereka dapatkan dari materi pelajaran di kelas. Kegiatan membudidayakan tanaman dapat dilakukan sekiranya satu minggu sekali. Jaga bumi, lestarikan lingkungan yang asri.
FUN LEARNING
SMART STUDENTS
“Ujian kok menyenangkan!” begitu ujar siswa SMP Techno Insan Kamil, yang saat ini sedang melaksanakan Penilaian Akhir Semester. Ujian biasanya cenderung ditakuti dan dibenci oleh siswa. Namun, berbeda dengan pelaksanaan ujian di SMP Techno Insa Kamil yang justru membuat anak semakin senang dan antusias untuk mengikutinya. Terdapat dua model ujian di SMP Techno Insan Kamil. Yang pertama, ujian tulis, seperti sekolah pada umumnya. Yang kedua, uji project (produk dan perfom). Uji project dilakukan dengan cara mengintegrasikan beberapa mata pelajaran menjadi kesatuan project yang dikemas secara menarik, dengan mempertimbangkan masing-masing kemampuan yang dimiliki oleh siswa. Yang paling ditekankan dari kalimat ujian kok menyenangkan, adalah pada uji project. Hal tersebut dikarenakan pada ujian project, guru berusaha mengembangkan ide kreatif, pemikiran kritis, serta peka terhadap lingkungan yang dipadukan dengan isu terkini, sehingga siswa dapat terlibat dengan penuh antusias, sesuai output yang diharapkannya.
Pertam adalah uji produk. Dalam uji produk siswa diarahkan untuk membuat berbagai macam hasil karya baik berupa barang maupun digital. Pembuatan karya pada uji produk yaitu hand craft stick ice cream yang dipadukan dengan teknologi lampu hias, hanging door, boneka tangan, dan alat peraga sederhana. Adapun pembuatan karya berupa digital yaitu desain dan animasi, seperti desain filosofi budaya Indonesia, comic series Wali Songo, national hero infographic, hajj animation guidance, serta mufrodat cart. Kedua, uji projek. Kedua adalah uji perform. Pada uji perform siswa dituntut untuk berani menampilkan hasil karyanya dengan presentasi di depan teman-temannya dan dewan juri untuk melatih public speaking siswa. Selain itu terdapat pula penampilan berupa monolog dan dalang cilik. Terakhir adalah uji olah fisik, yaitu dengan sircuit trainning untuk melatih kelincahan siswa. Pengarahan yang jelas, berdasarkan model dan tema ujian yang menarik, menumbuhkan respon positif bagi siswa. Tentunya, siswa akan melakukan dengan senang hati.
Ibarat kapal yang sedang berlayar, guru adalah nahkodanya, yang harus mengetahui situasi dan kondisi di depan, membawa penumpang sampai pada tujuan. Dalam hal ini kata “kondisi di depan” adalah peluang (kesuksesan) dan kata “penumpang” berpacu pada siswa itu sendiri. Melalui uji produk, projek, dan perfom siswa akan dibimbing untuk berani mencoba, dengan begitu baik guru maupun siswa dapat menganalisa sejauh mana mereka bisa melakukan. Selain itu, ujian ini juga dilakukan sebagai ajang mengenal dan menggali bakat siswa untuk dikembangkan dikemudian hari. Sebab, di era modern seperti saat ini, keterampilan sangat dibutuhkan untuk kehidupan lebih menjanjikan.
DEBAT CALON KETUA DAN WAKIL KETUA OSIS MASA BAKTI 2021/2022
Pemimpin pasti dibutuhkan dalam sebuah organisasi, sebagai komando pemersatu jalan pikiran yang sukar berpadu, terutama untuk membentuk suatu kegiatan. Senin, 8 November 2021, SMP Techno Insan Kamil, tergerak maju dalam menentukan siapa pemimpin ketua OSIS periode 2021-2022, yang diawali dengan acara "Debat Terbuka Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS 2021/2022", di halaman gedung B SMP Techno Insan Kamil. Acara yang diselenggarakan oleh anggota OSIS periode 2020-2021, dimulai dengan pembukaan dan pembacaan doa awal majlis oleh pembawa acara, yaitu Deby Humairo’ dan Alya Putri. Kemudian, dilanjut oleh sambutan Kepala Sekolah dan katua OSIS periode 2020-2021. “Debat terbuka calon ketua dan wakil ketua OSIS SMP Techno Insan Kamil, dilakukan semata sebagai pembelajaran bagi kita, bahwa Indonesia merupakan negara demokrasi, atau negara bebas berpendapat. Harapan saya, dengan adanya acara ini, kita dapat belajar mengungkap pendapat secara rasional dan berterima satu sama lain. Jangan ragu atau takut untuk kalah, karena dalam sebuah persaingan pasti ada yang kalah dan menang. Namun, bukan berarti kalian yang belum memiliki kesempatan untuk menang adalah orang-orang yang buruk. Berani mengungkapkan argumen dengan baik, menandakan bahwa kalian adalah orang-orang yang hebat, orang-orang yang mampu membawa perubahan dunia menjadi lebih baik.” Dikutip dari sambutan Kepala Sekolah SMP Techno Insan Kamil Tuban, Winartik, S.Pd.
Acara yang luar biasa tidak terlepas dari orang-orang hebat, orang-orang tersebut merupakan Asatidz dan Asatidzah SMP Techno Insan Kamil, sebagai juri debat terbuka. Yaitu, Ustadz Eko Julianto, S.Pd, Ustadz Alfi Rizky, S.Pd, dan Ustadzah Aldiah Putri, S.Pd. Juri yang senantiasa membuka wawasan bagi pemikiran calon ketua dan wakil ketua OSIS periode 2021-2022, sehingga mereka dapat mengungkapkan argumen secara rasional dan tepat sasaran. Fun learning, peer group produktif, dan bijak mengelola media sosial menjadi bumbu penting dalam sajian acara debat terbuka tersebut. Acara yang dimulai pukul 13.00 WIB, berlangsung dengan meriah ketika ketiga paslon dapat mengungkapkan argumen yang menarik dan mengagumkan. Tidak ada keraguan dari tiap paslon dalam menjawab pertanyaan juri, sehingga acara berjalan dengan lancar.
Inti acara diawali dengan sesi tanya jawab oleh pembawa acara mengenai tema yang diangkat, yang dapat dijawab oleh tiap paslon dengan waktu berdiskusi sekitar 30 detik, dan waktu menjawab pertanyaan sekitar 120 detik. Sorak dan tepuk tangan terdengar meriah, ketika Intan Dwi Novikano sebagai calon ketua OSIS dan Titania Nabila Putri sebagai calon wakil ketua OSIS dari paslon tiga, mengemukakan argument mengenai fun learning. Menurut mereka, fun learning adalah pembelajaran luar sekolah yang dapat menumbuhkan gairah belajar yang menyenangkan bagi siswa. Fun learning identik dengan outdoor dan game. Maka dari itu, untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, harus dikaitkan dengan permainan yang dilakukan di luar kelas atau sekolah.
“Fun learning bagi kalian adalah mengaitkan pembelajaran dengan permainan. Lantas, permainan seperti apa yang bisa dikombinasikan dengan pembelajaran agar tercipta fun learning? Ujar Aldiah Putri, S.Pd selaku juri acara debat terbuka, dan menurut anggota paslon tiga, fun learning dapat tercipta jika guru dapat memanfaatkan permainan tradisional sebagai media pembelajaran. Selain dapat menumbuhkan sikap menjaga peninggalan budaya bagi siswa, permainan tradisional juga mudah dijangkau, tidak membutuhkan biaya mahal, dan ramah lingkungan.
Acara diakhiri dengan satu kesimpulan. Bahwa, sebagai calon pemimpin organisasi, seseorang harus memiliki pandangan luas dan bersikap bijak dalam bertindak. Mengenai kondisi lingkungan sekitar, psikis tiap anggota organisasi, hingga kemungkinan-kemungkinan di luar dugaan yang bisa saja terjadi. Maka dari itu, persiapan matang baik secara fisik maupun mental perlu dilakukan. Selain itu, berdoa adalah kunci paling utama, agar segala yang sudah direncanakan, berjalan sesuai dengan yang diinginkan atas pertolongan Allah SWT.
2021.76
Penulis : Nurul Kholifah Maysari,S.Pd
Nampak jelas busa yang menempel di dinding mulutmu itu,
Semakin larut, nyatanya cerita semakin menggebu
Raut muka yang usang mengkerut, kau paksa menjelajah ingatan
Nostalgia tanpa takut membuatmu gila
Mengisah semua yang indah, Memisuh hingga membuatmu lusuh
Nak…
Bangsamu tidak akan pernah tau
Melawan penjajah, tidak serumit melawan restu
Memegang senjata, artinya meregang nyawa
Mendedau bahwa mereka hanyalah antek-antek bawa sial, hanya akan menjadikan kakek-kakekmu ini merangkak, kemudian membentang rotan panjang guna melebas nasib.
Lantas apa yang bisa kami lakukan kala itu?
Ya, tunduk.
Nak…
Bangsamu tidak akan pernah mengerti
Pertolongan datangnya hanya pada diri
Perlindungan tidak kekal membuahkan arti
Pertikaian menimbulkan tawa, yang nyaring mengelabuhi telinga, semakin tinggi
HA HA HA HA HA
Lucunya boneka-boneka pribumi!
Kemudian kakek tertidur lelap, bersama ingau yang terdengar muram
Sembari memeluk peluru di dada, akibat sial sebagai pembangkang
Tujuh puluh enam kali, ceritamu terpatri
Menggenerasi pada bangsa kami, yang akan terus menjadi saksi
Terima kasih, untuk keselamatan ibu pertiwi.
UJI PERFORM, PRODUCT, PROYEK, DAN PAMERAN KARYA LANGKAH AWAL MENYIAPKAN KUALITAS RAGA
Penulis : Nur Imama Ipawati,S.Pd
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan Surat Edaran Nomor 1 Tahun 2021 tentang Peniadaan Ujian Nasional dan Ujian Kesetaraan serta Pelaksanaan Ujian Sekolah dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19) terbit pada tanggal 1 Februari 2021. Berdasarkan Surat Edaran tersebut Ujian Nasional (UN) diganti dengan program kegiatan bagi peserta didik. Kegiatan yang dilakukan oleh peserta didik ini menjadi indikator untuk menyatakan kelulusan dari satuan pendidikan masing-masing. Persyaratan kelulusan ini adalah sebagai berikut:
1. Menyelesaikan program pembelajaran di masa pandemi Covid-19 yang dibuktikan dengan rapor tiap semester;
2. Memperoleh nilai sikap/perilaku minimal baik; dan
3. Mengikuti ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan.
Salah satu ujian yang dimaksud adalah ujian praktik siswa kelas IX. Ujian praktik (uprak) menjadi kegiatan yang harus diikuti oleh seluruh peserta didik. Tepat pada tanggal 22 – 27 Maret 2021, SMP Techno Insan Kamil Tuban melaksanakan Ujian Sekolah Praktik. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Khusus tahun ini, SMP Techno Insan Kamil Tuban memberikan sajian yang lebih menarik dalam pelaksanaan Ujian Sekolah Praktik pada setiap mata pelajaran. Jika tahun-tahun sebelumnya mata pelajaran yang diuji praktikkan adalah mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, ART&SPORT, Pendidikan Agama Islam, PKY, Bahasa Jawa, dan IPA. Maka tahun ini seluruh mata pelajaran yang disampaikan di kelas IX mendapatkan kesempatan untuk Ujian Sekolah Praktik, termasuk mata pelajaran Matematika dan Sosial and Civic. Oleh karena itulah SMP Techno Insan Kamil Tuban memberikan nama untuk Ujian Sekolah Praktik ini menjadi Uji Perform, Product, Proyek, dan Pameran Karya. Tentu dengan sajian yang berbeda pula, yaitu dengan sistem terintegrasi. Mata pelajaran Bahasa Indonesia kolaborasi dengan mata pelajaran Sosial and Civic, PKY, dan Art; Matematika berkolaborasi dengan PKY; PAI berkolaborasi dengan Bahasa Jawa; dll. Ada banyak keuntungan yang dapat diperoleh dengan melaksanakan ujian praktik terintegrasi ini, diantaranya adalah hemat waktu dan hemat biaya. Selain itu, peserta didik dapat mengasah kemampuan untuk senantiasa memiliki soft skill berkolaborasi.
Untuk apa dilaksanakan demikian????
Hal itu dilaksanakan tentu dengan berbagai harapan agar seluruh peserta didik SMP Techno Insan Kamil Tuban dapat mengukur kemampuan soft skill yang nantinya akan mereka gunakan sebagai bekal dalam kehidupan di masa yang akan datang. Tentu saja para asatidz juga menyediakan pilihan ujian praktik yang menarik dan beragam, setiap mata pelajaran menyediakan lebih dari 3 pilihan ujian yang dapat dipilih oleh peserta didik sesuai dengan bakat dan minatnya. Sehingga kegiatan ini dapat dimanfaatkan sebagai ajang untuk menajamkan kualitas kemampuan dalam diri peserta didik.
Bagaimana pelaksanaanya???
Usaha tidak akan mengkhianati hasil, begitulah pepatah mujarab yang ditanamkan pada benak peserta didik SMP Techno Insan Kamil Tuban. Dengan berbagai usaha yang dilakukan, pasti akan mendapatkan hasil yang maksimal. Harapan lain adalah setiap peserta didik dapat senantiasa memetik makna lain dari setiap proses yang dilakukan.
Sebelum pelaksanaan Uji Perform, Product, Proyek, dan Pameran Karya, seluruh siswa diberikan juknis uji perform, product, proyek, dan pameran karya. Kemudian diberikan waktu untuk merancang perencanaan, seperti menyusun naskah untuk monolog untuk perform Bahasa Indonesia, membuat story board denah rumah untuk product Matematika, sampai dengan menyusun rancangan pembuatan mading 2D. hal itu dilakukan supaya seluruh siswa mendapatkan bekal untuk merencanakan segala sesuatu dengan maksimal sebelum bertindak. Sehingga mendapatkan hasil yang sesuai target, bahkan hasil yang maksimal.
Hari pelaksanaannya!!!
Meskipun uji perform, produk, proyek, dan pameran karya ini meliputi seluruh mata pelajaran yang diajarkan di kelas IX. Namun tidak sedikitpun mengurangi semangat peserta didik. Mereka melaksanakan kegiatan ini dengan penuh energi. Terlihat dari hasil yang luar biasa sebagai berikut:
Uji Perform Dongeng Boneka Tangan
Uji Perform Dongeng Boneka Tangan
WORKSHOP
PERSIAPAN AKREDITASI, PENTING?
Rabu, 10 Maret 2021 telah dilaksanakan workshop persiapan akreditasi di SMP Techno Insan Kamil Tuban dengan bapak Fauzan M,Pd dan bapak Muhammad Ghufran M,Si sebagai narasumber. Lalu, seberapa pentingkah melakukan workshop persiapan akreditasi? “Guru merupakan agen of changes yang berpengaruh besar bagi perubahan anak didik. Maka, jagan sampai ada kata lelah bagi kita sebagai guru untuk menuntut ilmu”. Ujar Winartik, selaku kepala sekolah SMP Techno Insan Kamil Tuban sebagai penguatan tujuan awal diadakannya workshop persiapan akreditasi. Workshop tersebut tidak hanya dilaksanakan hanya sebatas mempersiapkan akreditasi saja, kemudian selesai. Melainkan, banyak ilmu-ilmu pengetahuan yang disampaikan oleh narasumber terkait pencapaian sekolah dengan basis Standar Nasional Pendidikan, cara menjadi guru yang kreatif dan tidak monoton, dan tips-tips mengajar agar tidak membosankan, sehingga siswa mampu mengikuti pelajaran dengan baik. Dalam hal ini, bapak Ghufran menyatakan bahwa “tidak perlu persiapan matang, jika setiap harinya sekolah sudah melaksanakan proses pembelajaran yang layak berdasarkan prosedur yang ditentukan oleh assessor”. Narasumber dari Diknas Tuban.
Akreditasi merupakan kegiatan penilaian (assessmen) sekolah secara sistematika dan komperehensif melalui kegiatan evaluasi diri, dan evaluasi eksternal untuk menentukan kelayakan kinerja sekolah. “Terdapat 35 kriteria penilaian yang harus dilaksanakan oleh sekolah untuk mencapai nilai A ketika akreditasi” Ujar bapak Fauzan selaku narasumber workshop dari Diknas Tuban, beliau juga mengatakan bahwa kriteria tersebut terbagi menjadi 4 komponen penting, yaitu mutu lulusan, proses pembelajaran, mutu guru, dan manajemen sekolah. Bagaimana ke 35 kriteria tersebut dapat tercapai dengan maksimal? Pak Fauzan juga menjelelaskan, suksesnya akreditasi sekolah didasari oleh,
a. Pembentukan tim yang kompak dan bisa bekerja sama sebaik mungkin
b. Setiap tim mempelajari dokumen yang berisi kompenen penting penilaian akreditasi
c. Menyiapkan ruang untuk kordinasi tiap tim dalam membedah dokumen
d. Menyiapkan tiga guru mata pelajaran untuk supervise
e. Menyiapkan satu guru untuk mempelajari sispena 2020
f. Membuat matrik control (untuk kompenen mutu lulusan)
g. Check and re check data pendukung
h. Siapkan dokumen ketika wawancara
i. Bersikap tenang ketika menghadapi visitasi
Jika sekolah, bisa melaksanakan Sembilan tips tersebut dengan baik, maka assessor akan dengan mudah member nilai yang baik untuk sekolah.
Meskipun menurut pak Ghufran menyatakan bahwa tidak perlu persiapan yang matang, namun pelaksanaan workshop sangat penting dilakukan, sebagai pembelajaran dan evaluasi sekolah, terutama bagi guru untuk mencapai hasil akreditasi yang maksimal. Sejatinya, tidak ada sekolah yang mau dianggap rendah. Meskipun, tidak semua sekolah mau mengajak guru mereka berkompetensi dalam agen of change, masih banyak sekolah masih enggan berproses dalam kebaikan, yang hanya ingin menikmati hasilnya saja, tanpa berusaha.
Pada kesempatan yang sangat langka didapatkan tersebut, Pengurus Yayasan Bina Insan Kamil, bu Endang menyampaikan beribu terima kasih dan ucap syukur kepada narasumber, karena telah membimbing dengan baik agar SMP Techno Insan Kamil Tuban menjadi sekolah dengan akreditasi A. Evaluasi memang sangat penting. Dan setiap kesalahan pasti ada perbaikan, pihak Pengurus Yayasan akan mengupayakan perbaikan atas kekurangan yang ada pada SMP Techno Insan Kamil Tuban agar tidak menjadi kesalahan yang fatal terjadi, dan memengaruhi penilaian akreditasi. “Kami memang mendapat banyak nilai positif, namun ada juga yang negatif berdasarkan yang telah bapak sampaikan. Meskipun begitu, kami tidak akan berhenti pada satu nilai positif saja, melainkan kami akan terus mengupayakan agar nilai negatif tersebut tidak menjadi kesalahan dan menurunkan nilai akreditasi A yang sudah pernah didapatkan oleh SMP Techno Insan Kamil Tuban” Ujar bu Endang.
Jadi, bagaimana agar kita bisa mencapai sekolah dengan akreditasi A? Perbaiki sistem sekolah yang mulai bobrok menuju standar nasional, kembangkan ilmu dengan terus belajar, evaluasi lebih mendalam baik secara internal maupun eksternal, tidak hanya berhenti pada beberapa nilai positif dan membiarkan nilai negatif tanpa perbaikan sama sekali, dan yang peling terpenting adalah wujudkan generasi berilmu dan beradab. Sebaik-baiknya perilaku siswa adalah hasil adopsi dari guru ketika di sekolah, dan sekolah yang baik adalah pencetak siswa dengan ilmu yang bermanfaat dan nilai karakter yang membudidaya.
Penulis : Nurul Kholifah May Sari, S,Pd.
9 Alasan mengapa memilih SMP Techno Insan Kamil
1. Sekolah islam
Perkembangan zaman pada saat ini membuat kehidupan banyak tertuju pada teknologi. Seolah menjadi kebutuhan pokok, sebuah kecanggihan teknologi sangat mempengaruhi peradaban manusia saat ini dan masa depan. Dibalik kebutuhan teknologi ada hal lain yang tidak boleh dilupakan. Kedekatan manusia terhadap Allah SWT tidak boleh dilupakan selain beriring dengan kebutuhan untuk mengupdate teknologi. SMP Techno Insan Kamil sangat memahami kebutuhan tersebut. Bukan sekedar menggali potensi teknologi namun kami selalu mendasari setiap peserta didik dengan nilai-nilai Islami. Sebagai sekolah Islam perlu kiranya kami membekali perisai para siswa kami dengan nilai-nilai Islam secara utuh. Mulai dari rutinitas ibadah wajib hingga pembiasaan lain yang bernilai ibadah. Dengan demikian akan tercipta para cendekiawan muslim di masa depan.
2. Walau tidak mondok tetap mendapat materi pesantren
Meskipun kami tidak sebagai sekolah pesantren namun segala aktifitas pembelajaran dan pembiasaan yang kami lakukan tidak jauh dari yang diajarkan di pesantren. Beberapa materi pesantren perlu kami sampaikan ke siswa-siswi agar cukup bekal agama sebagai perisai dalam kehidupannya. Misalkan materi Amtsilati, materi ini adalah kitab atau buku berisi metode membaca kitab kuning secara cepat, yang digagas oleh KH Taufiqul Hakim, pengasuh Pondok Pesantren Darul Falah, Bangsri, Jepara, Jawa Tengah. Alasan kami memilih amsilati mengingat anggapan bahwa membaca kitab kuning itu sulit, dan memerlukan kemampuan penguasaan atas tata bahasa Arab yang dikaji dalam kitab-kitab yang berat, seperti Alfiyah Ibnu Malik, `Imrithi, dan lain-lain, sehingga perlu kitab yang mempermudah. Disamping Amsilati SMP techno Insan Kamil memberikan penanaman karakter islami dalam setiap aktifitas sehari-harinya. Pembinaan ilmu agama ini sebagai jalan menuju keberhasilan kami dalam menciptakan cendiekiawan muslim.
3. Berbasis teknologi
Dengan label techno sebagai brand immage sekolah kami bukanlah tanpa alasan. Misi technologi ini sebagai kecakapan khusus yang kami bekali kepada siswa agar mampu berkompetisi dan menyongsong kemajuan zaman utamanya dalam bidang teknologi. Siswa kami tidak hanya bersifat adaptif namun juga harus memiliki cukup kemampuan aplikatif dalam bidang teknologi. Pembelajaran yang kami lakukan memanfaatkan teknologi sebagai alat pembelajaran. Bukan sekedar perangkat komputer atau laptop saja sebagai bahan penunjang, beberapa teknologi pembelajaran lain sebagai strategi pembelajaran agar siswa lebih mudah dalam memahami setiap materi yang dipelajari.
4. Pengembangan life skill
Dalam menunjang kecakapan hidup para siswa, maka SMP Techno Insan Kamil sangat intens sekali memantau pengembangan life skill yang dimiliki para siswa kami. Melalui sentuhan para pembimbing yang ahli di bidangnya kami menjadikan hobi siswa kami menjadi potensi yang menghasilkan bagi mereka. Tentu saja, hasil yang dicapai bukan profit oriented semata. Kematangan dalam mengasah hobinya agar mampu berkompetitif dengan sekolah lain adalah muara dari pembinaan life skill yang kami lakukan. Kami menyadari self potention tidak akan dapat muncul begitu saja tanpa diasah dengan baik. Inilah yang membuat kami dengan siap dan sigap dalam mengasah life skil para siswa.
5. Berbasis project
Pembelajaran yang ada di sekolah kami mengutamakan pada berbasis project. Penerapan metode ini untuk mendorong para siswa kami selalu berfikir creatif dan inovatif. Ditunjang dengan guru yang berkompeten tidak pernah kehabisan ide dalam menuangkan ide project yang dibuat pada setiap materinya. Hingga saat ini sudah banyak karya yang terkoleksi dari hasil project para siswa kami. Mulai yang bersifat digital, elektronik dan handycraft telah dihasilkan dengan baik oleh para siswa kami. Kami menanamkan pola fikir yang creatif dan inovatif kepada siswa-siswi kami dengan maksud agar siap berkompetisi dan menjadi kompetitor ketika kelak terjun di dunia usaha maupun dunia industri. Mengingat pada era 4.O ini siswa kami harus mampu menghadapi dengan cerdas kreatif dan inovatif.
6. Lingkungan belajar nyaman
Terletak di daerah perbukitan, membuat tata letak SMP Techno Insan Kamil terasa rindang dan asri sekali. Tumbuhan rindang nan indah menghiasi setiap pelataran sekolah kami. Menghabiskan segala rutinitas pembelajaran di sekolah tidak akan terasa lama. Belajar, bermain dan berdiskusi sangat asik dirasakan oleh para siswa kami. Ruang kelas yang tersedia tidak luput dari kebersihan yang selalu terjaga. Ruang kelas lebih terasa homy dengan kenyamanan yang ada. Banyak pilihan yang dapat diambil oleh para asatidz dan murid-murid sebagai singgasana belajarnya. Indor dan outdoor semua telah tersaji dengan indah. Begitulah kiranya kenyamanan sekolah yang berada di atas bukit nan asri ini.
7. Pendidik berkompeten
Sudah menjadi kewajiban untuk belajar dengan baik sebagai seorang guru jika hendak menghasilkan murid yang baik pula. Seperti halnya sekolah kami yang tidak pernah henti memberikan bimbingan dan pembinaan kepada seluruh pendidik dalam rangka mengupdate skill dalam mengajarnya. Pembekalan penunjang kurikulum, IT, Model Belajar dan Agama Islam merupakan sederet materi yang kami berikan kepada para asatidz. Tenaga pendidik kami selalu termotivasi untuk mengasah ilmun dan kemampuannya. Tidak ada kata menyerah kami membersamai asatidz senantiasa berjibaku dalam memperbarui ilmu. Sesuai dengan perkembangan zaman kami tidak ingin tenaga pendidik kami semakin tertinggal. Dengan segala upaya dan memanfaatkan mitra dari luar keminterus menjadikan tenaga pendidik kami menjadi sangat berkompeten.
8. sekolah sadar bakat
Keberbakatan siswa sangatlah penting untuk dibina sebagai ajang untuk meraih prestasi. Ada banyak program pengembangan bakat yang kami berikan kepada siswa kami. Beberapa tergabung dalam satu wadah ekstrakurikuler seperti Futsal, robotika, jurnalistik, animasi, desain grafis, basket, karate, rabbana, teater, pabrasmada dan MIPA. Demi peningkatan kemampuan bakat siswa beberapa ekstrakurikuler tersebut kami libatkan mitra luar sekolah yang ahli dalam bidangnya. Sejauh ini sudah sederetan prestasi yang kami raih dari masing-masing item ekstrakulikuler yang ada. Tentu saja prestasi tersebut diraih berkat intensitas yang cukup dalam pembinaan bakat siswa.
Selain pengelompokan ekskul sekolah kami juga memiliki Program khas yaitu
Tahfidz, Tafhiim ayat semesta, talent maping, English conversation dan personality development. Program khas ini
9. Biaya berkeadilan
Sebagai sekolah swasta dengan kualitas pendidikan yang baik tentu sangat membutuhkan beaya yang relatif tidak sedikit sebagai penunjang beaya operasional. Prinsip biaya berkeadilan dalam penerapannya kami sangat memperhatikan kondisi tertentu dari siswa. Ada beberapa fasilitas yang mengarah pada keringanan biaya bagi siswa yang sangat membutuhkan. Keringanan khusus biaya tersebut kami berikan kepada anak yatim dan yatim piatu. Bagi siswa yang tergolong dalam kategori ini pihak yayasan Bina Insan Kamil menyiapkan alokasi dana khusus sebagai penunjang pendidikannya di sekolah kami. Selain itu siswa yang dari golongan tidak mampu juga disiapkan bantuan berupa keringanan biaya jika menempuh pendidikan di sekolah kami. Pada prinsipnya kami berupaya menuntaskan pendidikan di sekolah ini dengan tanpa terbebani masalah biaya bagi mereka membutuhkan.
Lesson Plan sebagai Wadah Sinergi antara Sekolah dan Wali Santri
SMP Techno Insan Kamil Tuban, dalam rangka menyongsong semester dua di tahun ajaran 2020/2021 kembali menjalin sinergi dengan wali santri melalui zoom meeting dengan agenda lesson plan. Sinergi yang dibangun nantinya membangun keselarasan, kesepahaman, serta kesinambungan selama proses pembelajaran yang dilakukan oleh peserta didik (santri) di sekolah.
Kegiatan tersebut berlangsung pada hari Jumat-Sabtu, (15-16/01), bertempat di Lab. Komputer. Dihadiri kepala sekolah dan diikuti sebanyak 41 wali santri kelas IX, 58 wali santri kelas VIII, 63 wali santri kelas VII, serta 11 wali kelas.
Wien, sapaan akrab kepala sekolah SMP Techno Insan Kamil, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan setiap perencanaan di awal semester, sekaligus sebagai media sosialisasi kepada wali santri untuk menyikapi kondisi peserta didik selama melaksanakan alur pembelajaran di tengah pandemi dalam kurun waktu satu tahun terakhir ini.
Kegiatan tersebut diisi dengan pembekalan materi yang harus dilakukan wali santri kepada anak-anak di rumah, penyampaian draf Lesson Plan, syarat kenaikan kelas, Karya Tulis Ilmiah (KTI), serta dilanjutkan dengan pembentukan Paguyuban Orang Tua Santri (POTS).
Wien juga menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan membuat interaksi antara wali santri dan santri menjadi lebih intens. Wali santri bisa mendampingi santri dalam pembuatan jadwal untuk aktivitas sehari-hari. Sehingga jadwal kegiatan sekolah dan kegiatan di rumah bisa berjalan selaras.
“Interaksi antara wali santri dan santri di rumah harus lebih intens, dalam pandemi seperti ini, khususnya dalam pendampingan pembuatan jadwal sehari-hari secara mandiri oleh santri,”jelas Wien.
Selain itu, perempuan berusia 32 tahun itu menuturkan pentingnya asupan nutrisi, olah fisik, pengelolaan gawai, serta penyaringan informasi, sebagai bentuk ikhtiar agar tidak terdampak virus covid-19.
Di sisi lain, wali kelas saat dikonfirmasi oleh wali santri, memaparkan draf lesson plan, secara bergilir. Salah satunya wali kelas Thariq Bin Ziyad, Minarsih mengungkapkan, bahwa konsep pembelajaran di SMP Teschno Insan Kamil tidak hanya berorientasi pada nilai-nilai pengetahuan saja, namun juga penegembangan soft skill yang tetap dikemas apik berbasis teknologi. Sehingga santri siap menghadapi persaingan global 10-15 tahun mendatang dan tetap berkarakter. Soft skill yang dibangun diantaranya nilai-nilai keislaman, sosial, komitmen, amanah, percaya diri, serta integritas.
“Selain karakter yang terus dibangun, keterampilan santri juga dikembangkan, yang dihadirkan dalam bentuk product dan performance, hasil dari setiap mata pelajaran. Sebagai wadah santri menghasilkan karya dan terampil menyatukan antara gagasan, lisan, dan perbuatan. Kreatif, inovatif, kolaboratif, dan kritis,” tegas Minarsih.
Kegiatan ini berakhir dengan pembentukan Paguyuban Orang Tua Santri (POTS), dengan membentuk koordinator wali santri di setiap kelas. Tujuannya, wali santri bisa bekerja sama untuk mendukung kegiatan-kegiatan sekolah, dalam rangka melayani pendidikan santri. Pihak sekolah selalu melibatkan wali santri dalam membuat perencanaan dan kesepakatan, sehingga kepercayaan dan persamaan persepsi wali santri terjalin harmonis.
Wien menegaskan, “Sebuah lembaga, dalam hal ini sekolah, bisa maju jika terjalin kedekatan yang harmonis antara sekolah dan wali santri.”