Pengelolaan kelas merupakan suatu kegiatan atau usaha mengatasi suatu masalah, yang bertujuan menciptakan dan mempertahankan suasana kelas yang menunjang program pembelajaran berjalan dengan efektif. Pembelajaran yang efektif dapat dilakukan dengan menciptakan motivasi siswa untuk selalu ikut terlibat dan berperan serta dalam proses pembelajaran di kelas. Agar tercipta suasana pembelajaran yang efektif, yaitu dengan menciptakan rasa nyaman, menyenangkan dan memotivasi sehingga menjadi pendorong dan penyemangat belajar siswa. Oleh karena itu keberhasilan dalam proses pembelajaran siswa harus didukung oleh guru yang berkompeten. Adapun keberhasilan dalam meningkatkan efektifitas proses pembelajaran dalam pengelolaan kelas, yaitu seorang guru harus aktif (sering membaca) agar mampu menguasai materi secara matang, menguasai informasi agar tidak ketinggalan zaman, komitmen kerja (ikhlas, rajin dan tidak mudah mengeluh), serta keteladanan bagi para siwanya.
Oleh karena itu, pengelolaan kelas perlu menciptakan suasana gembira atau menyenangkan dan terciptanya rasa nyaman di lingkungan sekolah sehingga akan terjalin keakraban antara guru dan siswa, sehingga guru dapat dengan mudah mengarahkan siswa, memberi dorongan dan memotivasi semangat belajar siswa. Selain itu, keberhasilan atau kegagalan dalam proses pembelajaran merupakan sebuah ukuran atas proses pembelajaran. Apabila merujuk pada rumusan operasional keberhasilan belajar, maka belajar dikatakan berhasil mengembangkan potensi kreatifitas siswa apabila memiliki ciri-ciri sebagai berikut; memiliki daya serap terhadap bahan pengajaran hingga mencapai prestasi tinggi, baik secara individu maupun kelompok; perilaku yang digariskan dalam tujuan pengajaran telah dicapai oleh siswa baik secara individual maupun kelompok; dan terjadinya proses pemahaman materi secara sekuensional mengantarkan materi tahap berikutnya. Sehingga keberhasilan dalam pengelolaan kelas yang akan memotivasi semangat belajar siswa, akan berdampak pada terciptanya keberhasilan pembelajaran yang efektif.
Aktivitas keberagamaan siswa, menjadi agenda penting yang menjadi satu kesatuan dalam agenda kegiatan Sekolah. berbagai kegiatan agama menjadi agenda rutin yang difasilitasi sekolah. Tujuannya tiada lain adalah untuk memberi kesadaran penuh terhadap siswa dan seluruh civitas akademika di SMP Negeri 2 Tambakboyo, bahwa sebagai manusia beragama, sisi religiusitas menjadi aspek penting untuk dikembangkan dalam diri siswa, guru, juga personil lain di lingkungan Sekolah.
Berbagai kegiatan rutin sekolah dalam bidang keagamaan diantaranya adalah:
Pembacaan surat-surat pendek dalam juz Amma setiap hari sebelum KBM
Istighotsah setiap hari jum’at
Sholat Dhuha
Peringatan hari besar Islam (Maulid Nabi SAW., Isra Mi’raj)
Ibadah Qurban
Salam Pramuka…!!!
Di penghujung minggu ke dua peserta didik kelas VII di SMP Negeri 2 Tambakboyo, tepatnya Sabtu sd Minggu, 20 – 21 Juli 2023 peserta didik kelas VII mengikuti kegiatan Masa Orientasi Pramuka (MOP).
Masa Orientasi Pramuka (MOP), merupakan kegiatan terjadwal setiap tahun yang diadakan oleh setiap sekolah. Gerakan Pramuka adalah ekstra kurikuler wajib do semua jenjang pendidikan. Pendidikan kepramukaan berguna untuk menumbuhkan tunas bangsa agar menjadi generasi penerus yang lebih baik, bertanggung jawab, mampu membina dan membangun.
Selain itu, pendidikan Pramuka bertujuan menanamkan dan menumbuhkan budi pekerti luhur, dengan cara memantapkan mental, moral, pengetahuan, ketrampilan dan pengalaman melalui berbagai kegiatan.
“Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk memberikan sosialisasi kepada peserta didik baru SMP Negeri 2 Tambakboyo bahwa dirinya sebagai golongan penegak, bukan lagi sebagai penggalang. Ketika menjadi golongan penegak, peserta didik akan lebih mengasah kemampuan atau skilnya untuk kesejahteraan masyarakat” tutur Hatri.
Perbedaan golongan pramuka antara penggalang dan penegak harus bisa dipahami oleh para peserta didik baru SMP Negeri 2 Tambakboyo. Terutama mengenai kandungan isi pada Tri Satya dari seorang penegak, yaitu berjanji akan siap ikutserta untuk membangun masyarakat. Selanjutnya, Kak Adi Sudarmo, S.Pd. berharap para peserta didik ikut berpartisipasi dan masuk dalam kegiatan kepramukaan. Tegasnya bahwa kegiatan pelatihan pramuka penegak tidak dilakukan sepenuhnya di sekolah, justru akan banyak dilakukan di luar sekolah.
MPLS SMP NEGERI 2 TAMBAKBOYO TAHUN PELAJARAN 2023-2024
Seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2023 telah berakhir. Siswa yang lolos proses itu kini menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau disebut MPLS.
MPLS merupakan program penyambutan siswa baru sebelum memulai proses belajar mengajar. Pelaksanaan pengenalan lingkungan sekolah diperlukan untuk mendukung proses pembelajaran.
MPLS bagi siswa baru dilaksanakan dalam jangka waktu paling lama 3 hari pada minggu pertama awal tahun pelajaran. Pengenalan lingkungan sekolah dilaksanakan hanya pada hari sekolah dan jam pelajaran.
Dalam Permendikbud ditegaskan adanya pengecualian terhadap jangka waktu pelaksanaan MPLS dapat diberikan kepada sekolah berasrama. Namun dengan catatan harus melalui koordinasi dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya disertai dengan rincian kegiatan pengenalan lingkungan sekolah.
Adapun kegiatan MPLS di SMAN 2 Yogyakarta mencakup :
Diskusi konseling.
Mengenalkan kegiatan ekstrakurikuler yang ada di sekolah.
Melibatkan siswa secara aktif dalam setiap diskusi.
Mengajak siswa berkeliling ke seluruh area sekolah, sambil menjelaskan setiap fasilitas, sarana, dan prasarana yang terdapat di sekolah serta kegunaannya.
Menginformasikan fasilitas-fasilitas umum di sekitar sekolah. Menginformasikan kewajiban pemeliharaan fasilitas dan sarana prasarana sekolah dan fasilitas-fasilitas umum.
Kegiatan simulasi penanggulangan bencana.
Menginformasikan daerah rawan di sekitar sekolah.
Kegiatan pengenalan manfaat dan dampak teknologi informasi, termasuk sanksi yang diatur dalam peraturan perundang-undangan terkait.
Pengenalan metode pembelajaran dalam bentuk quantum learning (speed reading, easy writing, mind mapping, super memory system).
Mendatangkan narasumber dari berbagai profesi untuk berbagi pengalaman.
Kegiatan atraksi masing-masing kelas, antara lain perlombaan bidang kesenian, dan olahraga.
Kegiatan yang menjalin keakraban antar siswa dengan warga sekolah antara lain dengan permainan atau diskusi kelompok.
Beribadah keagamaan bersama, pengenalan pendidikan anti korupsi, cinta lingkungan hidup, dan cinta tanah air.
Kegiatan kebanggaan terhadap keanekaragaman dan kebhinekaan, antara lain pengenalan suku dan agama, penggunaan pakaian adat di sekolah.
Kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah dan pengenalan tata cara membuang sampah sesuai dengan jenis sampah.
Penggunaan sumber daya sekolah (air, listrik, telepon, dsb) secara efisien.
Kegiatan pendidikan bahaya pornografi, narkotika psikotropika, dan zat adiktif lainnya antara lain bahaya merokok.
Kegiatan pengenalan dan keselamatan berlalu lintas.