SMP NEGERI 5 BUKITTINGGI MASA DULU
Dalam riwayatnya SMP Negeri 5 Bukittinggi dahulu bertempat / berlokasi di panorama Bukittinggi, tepatnya berada pada SMP Negeri 4 Bukittinggi sekarang. dimana pada mulanya berdirinya sekolah ini satu atap dan satu lokasi dengan :
SMP Negeri 2 Bukittinggi yang pada masa kolonial Belanda bernama Moelo School, kemudian dalam perkembangannya sekarang berubah nama menjadi SMP Negeri 4 Bukittinggi
SMP Negeri 4 Bukittinggi yang dalam perkembanganya berubah nama menjadi SMP Negeri 3 Bukittinggi tersebab adanya perubahan sistem pemerintahan dari pusat ke Otomi Daerah akirnya SMP Negeri 3 Bukittinggi yang berada di Kenagarian Tanjung Alam Kecematan Ampek Angkek Kabupaten Agam, yang dalam perkembanganya sekarang bernama SMPN Negeri 1 Ampek Angkek Kabupaten Agam
SMP Negeri 5 Bukittinggi yang dalam perkembangannya di pindahkan ke JL. Sarojo Mandiangin Bukittinggi
Pada akir tahun 1975 seiring dengan di hapuskanya sebagian Sekolah Teknik ( ST )-Sekolah Menengah Ekonomi Pertama ( SMEP ) dan ( SKKP ) Sekolah Keterampilan Keluarga Pertama, dimana ketiga sekolah tersebut ( ST-SMEP dan SKKP ) di jadikan SMP Negeri, hal ini berlaku secara Nasional di Indonesia.
SMP NEGERI 5 BUKITTINGGI MASA PERALIHAN
Semenjak berdirinya berdirinya yang berlokasi di Panorama Bukittinggi, pelaksanaan belajar terdapat persesuaian antara SMP Negeri 4 Bukittinggi dan SMP Negeri 5 Bukittinggi.bila SMP Negeri 4 Bukittinggi belajar pagi hari, maka SMP Negeri 5 belajar sore hari, dan begitu pula sebaliknya terjadi pergantian jadwal belajar siswa, akan tetapi kedua sekolah itu di pimpin oleh Kepala sekolah yang berbeda walaupun sekolah itu satu atap yang menempati gedung dan ruang yang sama.
Kemudian bak pepatah oarang minang " Ditangah indak tatatah akhienyo di tabang juo". Ditangah indak tatagah akirnyo di lapeh juo ka Sarojo. Semenjak bulan Januari 1976 dengan keputusan Mentri P dan K RI dengan Kepala Sekolahnya Bapak Amir Syukur, Menurut informasi yang berkembang di masyarakat sebelum berdirinya bangunan SMP Negeri 5 Bukittinggi ini di sarojo, Lokasi tersebut sebelumnya di gunakan pasar ternak, Tempat orang jual beli ternak, yang pada masa penjajahan jepang di kuasai oleh tentara pemerintahan Jepang, dan setelah Jepang kalah dan Indonesia merdeka di ambil alih oleh Pemerintah dan sekarang dalam perkembangannya adalah milik Pemerintahan Daerah Kota Bukittinggi.
SMP NEGERI 5 BUKITTINGGI MASA SEKARANG
Semenjak pindahnya lokasi SMP Negeri 5 Bukittinggi dari panorama ke sarojo pada tahun 1975, mulailah di lakukan pendataan kembali baik berupa proses PBM maupun administrasi pendidikan.
Khusus mengenai administrasi yang ada pada tempat yang lama ( Panorama ) dibawa pindah ke sarojo ( Sekolah sekarang ) akan tetapi tidak tertutup kemungkinan ada data sekolah yang masih tertinggal di tempat yang lama. Hal ini di buktikan bahwa sesuai dengan data yang terdapat pada Buku Induk ( Stanbook ) Siswa, penerimaan hasil termasuk murid baru kelas 1 ( satu ) tertanggal September tahun 1958 sudah tercantum Nomor Induk Siswa 1332 s/d 1420 dengan jumlah Penerimaan siswa baru 88 orang.
Sesuai uraian di atas , Penerimaan Murid Baru tahun 1958 adalah No. 1420- No 1332 = 88 orang siswa / tahun.
Bila rata-rata siswa masuk setiap tahun ± Orang, maka di dapat sebelum tahun 1958 ada ± 15 kali Penerimaan Murid Baru.
Kemudian di hitung mundur mulai tahun 1957 untuk 15 tahun / 15 x Penerimaan murid baru tepatnya sekitar tahun 1942 ( Masa Kolonial Jepang ) dengan uraian sebagai berikut :
= 1332 x 1 tahun
80
= ± 15 tahun
Demikian lah kiranya sejarah SMP Negeri 5 Bukittinggi.