13/02/2023 SMP Negeri 38 Makassar terletak di Pulau Kodingareng, salah satu pulau yang berada di wilayah Kecamatan Kepulauan Sangkarrang Kota Makassar. Sekolah yang tergolong kecil dan terletak di pulau yang juga relatif kecil bukan berarti masalah yang dihadapi juga kecil. Sama halnya sekolah lain, SMP Negeri 38 Makassar juga tidak lepas dari masalah terutama masalah lingkungan.
Sampah merupakan salah satu permasalahan terbesar di SMP Negeri 38 Makassar khususnya dan kota Makassar pada umumnya. Selain mengotori lingkungan sekolah, sampah di sekolah juga bisa mencemari laut. Sampah dari sekolah yang terletak di pulau ini sangat memungkinkan mencemari laut yang berada di sekitarnya.
Sampah yang belum terpilah antara sampah organik dan anorganik terpaksa dibuang ke laut lantaran lahan yang sempit. Padahal sampah terutama sampah anorganik sangat membahayakan ekosistem laut. Tidak hanya itu, laut yang tercemar juga tidak akan nampak biru lagi sehingga tak nampak indah dipandang mata. Selain itu, sampah yang mencemari laut akhirnya menjadi konsumsi ikan. Sehingga ikan yang nantinya kita konsumsi adalah ikan yang tidak sehat lagi karena sudah mengandung zat berbahaya dari sampah yang dikonsumsinya.
SMP Negeri 38 Makassar sebagai sekolah yang memiliki visi ingin mewujudkan peserta didik yang berwawasan lingkungan, merasa ikut bertanggung jawab dalam upaya pengelolaan sampah. Oleh karena itu, pada tanggal 13 Februari 2023 diadakan rapat pembentukan pengurus Bank Sampah SMP Negeri 38 Makassar yang dipimpin langsung Bapak Kepala Sekolah. Dalam rapat itu, disepakati pengelola Bank Sampah di sekolah tersebut terdiri dari: Irwan R. (Ketua), Muh. Fajri Ridwan (Sekretaris), Raidah (Bendahara), Suhriani (Pembukuan), Sapa (Penimbangan), Maskur (Pengepakan), dan Muhammad Arif (Koordinator Lapangan).
SK Pengurus Bank Sampah SMP Negeri 38 Makassar dapat dilihat melalui tombol di bawah ini.
Mengapa tiba-tiba PJJ? Bukan karena sosial distancing (Covid-19) tetapi karena cuaca ekstrim di bulan ini (Februari 2023). Curah hujan yang cukup tinggi dan air laut pasang menyebabkan hampir seluruh wilayah kota Makassar terendam banjir. Bukan hanya Makassar yg terdampak tetapi pulau yang berada di Wilayah Makassar khusunya Pulau Kodingareng yang sebelumnya tidak pernah mengenal kata banjir karena air hujan biasanya mengalir ke laut, justru sekarang ini menjadi langganan banjir juga. Selain itu, angin kencang dan curah hujan tinggi yang datang tiap saat membuat masyarakat Pulau harus tawakkal kepada Allah SWT dengan keadaan cuaca ekstrim sekarang.
Menyikapi cuaca ekstrim yang terjadi serta peringatan BMKG terhadap kondisi Kota Makassar khususnya, yang diperkirakan terjadi dari tanggal 12 - 16 Februari 2023, Walikota Makassar mengeluarkan surat edaran agar pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dari tanggal 13 - 16 Februari 2023 dilakukan dengan PJJ atau daring. Sehingga peserta didik tetap belajar di rumah masing-masing.
Semangat guru dan pesrta didik utamanya pada UPT SPF SMP Negeri 38 Makassar pantang mundur meskipun dalam keadaan cuaca ekstrim, berbagai inovasi guru sehingga proses belajar mengajar tidak terputus. Tidak semua peserta didik memiliki fasilitas belajar daring seperti HP dan kuota, sehingga berdasarkan hasil rapat di sekolah, guru membagi kelompok peserta didik sesuai jarak dekat rumah agar semua anak mendapatkan hak belajar yang sama, dan agar anak lebih mudah dipantau oleh orang tua selama cuaca buruk. (Suhriani Amir)
Sabtu, 25/02/2023 UPT SPF SMPN 38 MAKASSAR Outing Class bertajuk spentidel jappa-jappa dengan tema "mengenal Warisan Budaya Melalui Kunjungan Museum" dalalm kegiatan ini para guru mata pelajaran berkolaborasi seperti IPS, Muatan lokal (Bahasa Makassar), Seni Budaya, Bahasa Indonesia, PPKN.
Para siswa berangkat dari Pulau Kodingareng pukul 6.30 di dermaga Pulau Kodingareng menaiki KM Carikawang dan tiba pada pukul 7.30 WITA di dermaga Tumba kayubangkoa, kota Makassar.
Sekitar 90 siswa mengikuti kunjungan ke fort Roterdam dan diikuti oleh para guru dan staf SMP 38 Makassar.
Kegiatan ini diadakan untuk menambah wawasan peserta didik dan pengalaman serta membiasakan peserta didik belajar secara langsung mengenal tempat-tempat bersejarah dan budaya setempat dengan cara berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
Museum La Galigo ada ruangan yang pertama kali siswa masuki Para siswa antusias mendengarkan paparan dari para pemandu mengenai sejarah benteng panyua dan benda sejarah yang dalam benteng tersebut, saking semangatnya siswa lupa bahwa mereka sudah di benteng Rotterdam selama 4 jam.
Pendapat mu tentang tujuan kegiatan jappa-jappa?
Belajar secara langsung merupakan salah satu proses belajar yang sangat efektif bagi peserta didik karena mereka bisa melihat secara langsung dan belajar secara langsung. Dan sebaiknya dilakukan secara rutin agar peserta didik terbiasa belajar dan terlibat langsung di lingkungan sekitar
Selasa, 28/2/2023. UPT SPF SMPN 38 MAKASSAR tengah melakukan peringatan isra mi'raj sebagai bentuk mengingat perjalanan nabi Muhammad Saw dari masjidil haram di Mekkah 1 ke Masjidil Aqsha di Palestina (isra) dan menuju langit pertama sampai langit ke tujuh atau Sidratul Muntaha (mi'raj).
Beberapa kelompok siswa dan siswi SMPN 38 Makassar menampilkan salawat nabi dan nasyid, kegiatan ini adalah wujud dari visi misi SMPN 38 MAKASSAR yaitu religius sehinggat setiap tahun perayaan isra mi'raj ini di lakasakan.
"Jepang maju bukan karena Meraka pintar tapi mereka berbudaya salah satu budaya Meraka terapkan jika Meraka makan maka mereka tidak menyisakan nasi di piring dia biar sebutir dan itu budaya Islam, itulah kehebatan Islam" ungkap Jamaluddin Tahuddi kepala SMP Negeri 38 Makassar.
Sebelum peringatan isra Mi'raj ini mulai terlebih dahulu siswa siswi serta bapak ibu guru melakukan sholat Dhuha berjamaah dan ini menjadi rutinitas di setiap hari Selasa, Rabu dan Kamis di lapangan UPT SPF SMPN 38 MAKASSAR.
Acara ini terlaksaa tentunya peran dari seluruh warga UPT SPF SMPN 38 Makassar kolaborasi apik dari para guru-guru serta siswa siswi dan kepala sekolah yang hebat membimbing seluruh warga UPT SPF SMPN 38 Makassar.
" Rasulullah Muhammad SAW di perjalanan di peristiwa isra mi'raj karena nabi Muhammad mengalami tahun sedih yaitu meninggal istri dan paman Rasulullah Saw sehingga di perjalankan oleh Allah SWT lewat isra mi'raj" Hikma isra mi'raj yang dibawakan ust. Zulkarnain