Standar News- OSIS merupakan organisasi siswa yang sah di sekolah. OSIS adalah kependekan dari Organisasi Siswa Intra Sekolah. Kata “organsisasi” menunjukkan bahwa OSIS merupakan kelompok kerja sama antar pribadi yang diadakan untuk mencapai tujuan bersama. 

Sebagai organisasi, OSIS dibentuk dalam usaha mencapai terwujudnya pembinaan kesiswaan. Siswa adalah peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, yaitu SMP dan SMA dan yang setara. Kata “intra” menunjukkan bahwa OSIS adalah suatu organisasi siswa yang ada di dalam dan di lingkungan suatu sekolah.

Seharusnya siswa-siswa yang mengikuti OSIS tidak boleh hanya sekedar ikut-ikutan karena dalam kegiatan OSIS ini diperlukan keseriusan dan keaktifan dari siswa agar siswa benar-benar belajar berdemokrasi dalam organisasi. 

Dengan keterlibatan siswa dalam kegiatan OSIS ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar yaitu mencetak siswa yang memiliki karakter terpuji, misalnya berani menjadi pemimpin, berani mengungkapkan pendapat, mau menerima saran dan kritik dari orang lain, menghargai pendapat orang lain, memelihara dan menghargai kebersamaan, melatih tanggung jawab, bersikap amanah, bersikap adil, bersikap jujur, dan lain sebagainya. 

Selain itu dengan keterlibatan siswa dalam kegiatan OSIS ini diharapkan dapat meminimalisir terjadinya penyimpangan maupun tindakan negatif yang banyak dilakukan oleh pelajar, seperti minum minuman keras, merokok, narkoba bahkan sampai pergaulan bebas.

Pembina OSIS harus keluar dari jalur nyaman, maksudnya harus berani membuat program terobosan di era digital ini untuk seluruh warga OSIS. 

Penulis memberi inspirasi bahwa zaman dahulu sangatlah berbeda dengan zaman sekarang, dan era digital itu haruslah dihadapi, dengan kegiatan OSIS berbasis digital ini dapat membuka cakrawala siswa dalam membedakan mana yang positif dan negatif, sekaligus memacu untuk terus berpikir kritis dalam mengarungi dunia kerja yang dimulai sejak dini.

Pembina OSIS harus sangat aktif dan tidak gagap teknologi, sehingga menu yang disajikan kepada pengurus OSIS terkait terobosan program di era digital ini dapat ditransfer program ke seluruh siswa (sedikit program digitalisasi OSIS, tapi dapat dirasakan dan dikembangkan) di sekolah. Selain nantinya program yang mengacu pada program karakter, itu sudah pasti dan terus dilestarikan oleh setiap siswa.

OSIS memiliki fungsi dan peranan sebagai berikut :

Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. 

Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor, guru, atau atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Ayo memacu ke arah manajemen OSIS yang lebih baik dengan menyesuaikan zamannya.

Koto Baru, 26/02/2024