Sekolah inklusi adalah sekolah yang juga memberikan pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus (ABK). Di sekolah ini, baik anak yang berkebutuhan khusus maupun tidak, akan belajar di kelas yang sama dan mendapat pendidikan yang serupa. Sekolah inklusi adalah sekolah dengan sistem layanan pendidikan yang mempersyaratkan siswa berkebutuhan khusus dilayani sesuai kemampuannya. SMP Negeri 14 Banjarmasin adalah salah satu sekolah inklusi di kota Banjarmasin. SMP 14 Banjarmasin sudah menerima anak berkebutuhan khusus sekitar tahun 2013 lalu. Anak berkebutuhan khusus yang diterima mulai dari autis, tuna rungu, slow leaner, tuna daksa dan tuna laras. Sekolah inklusi merupakan salah satu program unggulan yang ada di SMP Negeri 14 Banjarmasin dan sering membuahkan prestasi yang membanggakan bagi sekolah.
Penghargaan Sekolah Inklusi SMP Negeri 14 Banjarmasin
Kegiatan Siswa Inklusi SMP Negeri 14 Banjarmasin
Fasilitas Sekolah Inklusi SMP Negeri 14 Banjarmasin
SMP Negeri 14 Banjarmasin menjadi sekolah percontohan ramah anak pertama di Kota Banjarmasin. Pencanangan sekolah yang berlokasi di kawasan Kecamatan Banjarmasin Timur itu, dilakukan langsung oleh Walikota Bnajarmasin H Ibnu Sina. Sebagai bukti komitmen menjadi sekolah tersebut sebagai kawasan ramah anak, H Ibnu Sina bersama Kadisidik Kota Banjarmasin Totok Agus D. Kadis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (P3A) Kota Banjarmasin Iwan Fitriady, Camat Banjarmasin Timur Muzaiyin, para kepala sekolah serta seluruh dewan guru, melaksanakan penandatangan komitmen bersama untuk mewujudkan sekolah ramah anak di SMP Negeri 14 Banjarmasin.
Selain melakukan pencanangan sekolah ramah anak, orang nomor satu di Bumi Kayuh Baimbai ini juga melantik 730 orang siswanya menjadi duta kebersihan Kota Banjarmasin. Pelantikan dan pencanangan tersebut dilakukan usai upacara bendera yang setiap hari Senin dilaksanakan di sekolah tersebut. Menurut H Ibnu Sina, program sekolah ramah anak memang harus dicanangkan, dengan maksud agar tidak ada lagi kekerasan terhadap anak-anak terutama peserta didik. “Hari ini saya mencanangkan sekolah-sekolah di Banjarmasin, dimulai dari SMP Negeri 14 Banjarmasin sebagai sekolah ramah anak,” ujarnya
Kota Banjarmasin, jelasnya, sebenarnya sudah mendapatkan predikat sebagai kota ramah anak, dan dengan adanya pencanangan ini diharapkan tidak terjadi kekerasan terhadap anak didik. Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan kota ramah bagi anak, karena Kota Banjarmasin telah dikenal sebagai kota ramah anak. “Mari kita wujudkan Kota Banjarmasin yang ramah anak, dimulai dari sekolah- sekolah yang ramah anak. Kami juga kita bertekat menjadikan Kota Banjarmasin sebagai kota yang nyaman, aman,” katanya. Ada beberapa predikat yang telah didapatkan Kota Banjarmasin terkait kepedulian dan perhatian pemerintah terhadap masyarakat, diantaranya sebagai kota ramah anak, kota ramah difabel dan kota layak pemuda. Karena itu, dengan terciptanya Sekolah Ramah Anak ini, maka diharapkan bisa menciptakan lingkungan yang aman dan suasana yang nyaman bagi semua anak-anak. “Tentunya semua itu tidak lepas dari peran guru maupun orang tua siswa siswi untuk membantu program dari SMP Negeri 14 Banjarmasin,” katanya lagi.