SMAN 17 PANGKEP Merupakan sekolah yang telah berdiri sejak tahun 2013, dulunya sekolah ini SMAN 17 Pangkep merupakan salah satu sekolah menengah atas di Kabupaten Pangkep Sulawesi Selatan. Secara geografis Kabupaten Pangkep dikenal sebagai kawasan tiga dimensi, yaitu kawasan pegunungan, kawasan pesisir dan kawasan kepulauan. SMA Negeri 17 Pangkep terletak di kawasan kepulauan di Selat Makassar.
Dari segi etnologis dan sosiokultural, Kabupaten Pangkep merupakan wilayah pertemuan dan pembauran tiga etnik besar di Sulawesi. Kawasan selatan didominasi oleh etnik Makassar, kawasan utara didominasi oleh etnik Bugis sedangkan di wilayah kepulauan dihuni oleh etnik bugis, Makassar dan etnik Mandar. SMA Negeri 17 Pangkep terletak di kawasan yang didominasi oleh etnik Mandar, sehingga siswa di sekolah ini umumnya etnik Mandar.
SMAN 17 Pangkep yang terletak pada 90 mill dari Ibu Kota Propinsi ke arah barat Selat Makassar. Dapat dijangkau dengan perjalanan 16 jam dari Kota Makassar, dan 18 jam dari kota kabupaten. Akses yang begitu sulit dengan kota besar menyebabkan siswa di sekolah ini belum mendapat pengaruh gaya hidup kota. Keterbatasan sumberdaya energy listrik dan tidak adanya akses jaringan internet menyebabkan siswa masih kesulitan dalam aplikasi teknologi informasi.
Mengingat posisi geografis SMAN 17 Pangkep yang terletak di wilayah kepulauan maka pada umumnya orang tua siswa bermatapencaharian sebagai nelayan, petani rumput laut dan kelapa serta kewirausahaan yang berbasis potensi laut. Sekaitan dengan itu, maka untuk mengakomodasi karakteristik daerah dalam kurikulum, khususnya mata pelajaran muatan lokal kami memilih mulok Potensi Pesisir dan Laut berbasis Agribisnis.
BERAKHLAK MULIA, TERAMPIL, MANDIRI DAN BERWAWASAN KEMARITIMAN
1. Menanamkan keimanan dan ketaqwaan melalui pembiasaan pengamalan ajaran agama.
2. Mengoptimal proses pembelajaran dan bimbingan berdasarkan potensi dan bakat minat siswa.
3. Mengembangkan bidang ilmu pengetahuan dan teknologi berbasis sumber daya kemaritiman.
4. Membina kemandirian peserta didik melalui kegiatan pembiasaan, kewirausahaan dan kecakapan hidup.
5. Menjalin kerjasama harmonis dengan masyarakat dan lembaga lain yang terkait.
6. Menumbuhkan sekolah berbudaya lingkungan.