Sebuah inovasi digital yang dikembangkan untuk mendukung optimalisasi penerapan Whistleblowing System (WBS) di Inspektorat Daerah Kabupaten Bungo. SIWARA WBS berfungsi sebagai media informasi, sarana edukasi, dan pusat publikasi terkait WBS yang bertujuan meningkatkan pemahaman, partisipasi, serta kesadaran ASN dan masyarakat dalam melaporkan dugaan pelanggaran, penyimpangan, atau tindak kecurangan secara aman, mudah, dan bertanggung jawab.
Melalui SIWARA WBS, pengguna dapat mengakses berbagai informasi mengenai tata cara pelaporan, mekanisme penanganan laporan, regulasi yang menjadi dasar pelaksanaan WBS, video sosialisasi, booklet panduan, poster edukasi, berita dan artikel pengawasan, serta tautan langsung menuju kanal pelaporan WBS. Kehadiran SIWARA WBS diharapkan dapat memperkuat budaya integritas, transparansi, dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pemerintahan serta mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) di lingkungan Kabupaten Bungo.
Berdasarkan Peraturan Bupati Bungo Nomor 19 Tahun 2019 tentang Sistem Pelaporan Pelanggaran (Whistle Blowing System) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bungo disusun sebagai landasan hukum dalam mengatur mekanisme pelaporan pelanggaran di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bungo. Peraturan ini bertujuan untuk mendorong partisipasi aktif pegawai dalam mengungkap berbagai bentuk pelanggaran, seperti tindak korupsi, penyalahgunaan wewenang, kecurangan, atau pelanggaran disiplin lainnya, dengan jaminan kerahasiaan dan perlindungan bagi pelapor. Melalui WBS, setiap laporan pelanggaran dapat disampaikan secara aman, tertib, dan terstruktur, baik melalui media elektronik maupun saluran pelaporan resmi yang ditetapkan pemerintah daerah. Peraturan ini menegaskan bahwa identitas pelapor wajib dirahasiakan untuk menghindari ancaman, intimidasi, atau tindakan balasan yang merugikan. Namun meskipun Whistle Blowing System (WBS) telah diberlakukan di lingkungan Inspektorat Daerah Kabupaten Bungo sebagai sarana pelaporan dugaan pelanggaran, implementasinya masih belum berjalan secara optimal.