Explore Pesona Budaya Gunung Patuha
Kawah Putih
Kawah Putih
Wisata Budaya Religi
UUD CAGAR BUDAYA
Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 tahun 2010, Cagar Budaya adalah warisan budaya bersifat kebendaan berupa Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya, Struktur Cagar Budaya, Situs Cagar Budaya, dan Kawasan Cagar Budaya di darat dan/atau di air yang perlu dilestarikan keberadaannya karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan/atau kebudayaan melalui proses penetapan.
WARISAN BUDAYA TAKBENDA
Warisan Budaya Takbenda (WBTb) diatur dalam UU No 5 Tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan, beserta objek-objeknya, diantaranya tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, ritus, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, permainan rakyat, olahraga tradisional. Dalam pengertiannya, WBTb merupakan peninggalan atau warisan budaya yang sifatnya tidak dapat dipegang (intagible/abstrak) namun ada disekitar kita.
LEMBAGA KEBUDAYAAN
Menurut Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 87 Tahun 2021 pasal 1 ayat 13 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, Lembaga Kebudayaan adalah organisasi yang bertujuan mengembangkan dan membina Kebudayaan.
STORYTELLING LEMBUR
Gunung Pak Tuha" kemungkinan besar merujuk pada Gunung Patuha di Ciwidey, Kabupaten Bandung, yang dalam bahasa Sunda berasal dari kata "Pak Tua" atau "Patuha" yang berarti orang tua atau sesepuh.
Berikut adalah ringkasan sejarah dan legendanya:
1. Asal-Usul dan Geologi
Letusan: Gunung ini tercatat pernah meletus pada abad ke-10 dan ke-13. Letusan ini membentuk dua kawah: Kawah Saat (yang mengering) dan Kawah Putih yang kini menjadi danau belerang ikonik.
Nama: Nama "Patuha" dipercaya berasal dari kata "Pak Tua", yang merujuk pada sosok sesepuh atau leluhur yang dihormati di wilayah tersebut.
2. Legenda dan Mitos
Kisah Pak Tua: Masyarakat setempat meyakini legenda tentang sosok Pak Tua yang menghuni gunung tersebut. Sebelum ditemukan oleh peneliti, gunung ini dianggap angker dan disakralkan sehingga tidak ada warga yang berani mendakinya.
Misteri Burung Mati: Dahulu, burung-burung yang terbang melintasi kawah sering ditemukan mati. Hal ini memicu mitos mistis, meskipun secara ilmiah disebabkan oleh konsentrasi gas belerang yang tinggi dari kawah.
3. Sejarah Penemuan Modern
Franz Wilhelm Junghuhn: Pada tahun 1837, seorang peneliti asal Jerman, Dr. Franz Wilhelm Junghuhn, menjadi orang pertama yang secara resmi "menemukan" Kawah Putih setelah menembus hutan lebat yang dianggap wingit oleh warga lokal.
4. Puncak-Puncak Utama
Gunung Patuha memiliki beberapa puncak penting untuk pendakian, antara lain:
Puncak Patuha: Puncak utama.
Sunan Ibu: Titik tertinggi kedua yang populer sebagai lokasi melihat matahari terbit (sunrise).
Puncak Rama: Bagian dari gugusan puncak Gunung Patuha.
Apakah Anda sedang merencanakan pendakian ke Gunung Patuha atau ingin tahu lebih dalam mengenai fasilitas wisata di Kawah Putih?
Informasi Reservasi 0857-7751-5085