Situs Bumiayu
Since 1923
Since 1923
Selamat datang di Situs Bumiayu, situs yang mengungkapkan jejak peninggalan purbakala di Brebes selatan! Di sini, Anda akan menemukan berbagai informasi yang memuat sejarah, koleksi benda cagar budaya, dan informasi lain yang berkaitan dengan Situs Bumiayu. Kami akan membahas lokasi temuan benda cagar budaya, koleksi benda cagar budaya di Museum Purbakala Bumiayu, serta menceritakan sejarah Situs Bumiayu.
Situs ini bertujuan untuk memperkenalkan Situs Bumiayu sebagai salah satu situs arkeologi seluas 66,98 Km persegi, yang mencakup 3 kecamatan di Kabupaten Brebes, meliputi Kecamatan Bumiayu, Kecamatan Tonjong, dan Kecamatan Bantarkawung. Bagi Anda yang ingin menggali lebih dalam tentang Situs Bumiayu. Bergabunglah dengan kami dalam perjalanan eksplorasi dan temukan sejarah tersembunyi di Situs Bumiayu!
Situs Bumiayu menyimpan berbagai macam benda-benda cagar budaya meliputi fosil, artefak, dan benda-benda peninggalan prasejarah hingga sejarah.
Penemuan jejak kehidupan paling populer adalah penemuan fragmen Homo erectus berupa 2 tulang bonggol, dan 1 bagian tengah tulang paha yang diperkirakan memiliki usia sekitar 1,8 juta tahun yang lalu.
Stus Bumiayu memiliki luas 66,98 Km persegi yang mencakup 3 kecamatan di Kabupaten Brebes meliputi Kecamatan Bumiayu (Desa Bumiayu dan Desa Kalinusu), Kecamatan Tonjong (Desa Galuh Timur dan Desa Kutamendala), dan Kecamatan Bantarkawung (Desa Bantarsari dan Desa Pengarasan).
1923, penelitian diawali oleh van Der Lerk yang melaporkan keberadaan fosil binatang vertebrata pertama.
1925, van Es melakukan penelitian dan disusul oleh H.G.Stehlin yang menyatakan bahwa lapisan mengandung fosil doi Bumiayu berasal dari kala pliosen (2 juta tahun yang lalu).
1932, penelitian oleh F.H van Der Maarel yang menyatakan fosil-fosil yang ditemukan dalam penelitian di Bumiayu merupakan himpunan fauna tertua dengan kisaran umur sekitar 1,5 juta tahun yang lalu.
1935, G.H.R. von Koenigswald merumuskan pengelompokan fauna (biostratigrafi) di Pulau Jawa berdasarkan asosiasi fosil fauna di 6 lokasi berbeda.
1980-an, John de Vos dan Paul Y. Sondaar menyusun biostratigrafi fauna Pulau Jawa yang merevisi rumusan biostratigrrafi von Koenigswald.
1986, Francois Semah melakukan penelitisn pertanggalan lapisan berfosil melalui metode paleomagnetism.
2015-2016, terbentuknya Kelompok Pelestari Fosil Bumiayu-Tonjong (Buton) yang dikoordinasi oleh Haji Rizal Rafli.
2016, BPSMP Sangiran melakukan penyelamatan temuan fosil fauna Sinomastodon bumiayuensis di Kali Glagah.
2017-2019, BPSMP Sangiran melakukan kegiatan kajian pppppppotensi, konservasi, dan pendataan fosil di Museum Buton, serta pemberian imbalan bagi penemu fosil di wilayah Bumkayu-Tonjong.
2019, salah seorang pelestari bernama Karsono menemukan fosil manusia purba jenis Homo erectus berupa 2 tulang bonggol dan 1 bagian tengah tulang paha.
Animasi Petualangan Arcil di Bumiayu Purba
Peta Sebaran Lokasi Temuan Benda Cagar Budaya di Situs Bumiayu
Sebaran Lokasi Temuan Benda Cagar Budaya di Situs Bumiayu
Desa Kutamendala, Kecamatan Tonjong : Fosil fauna Gajah Purba (Sinomastodon bumiayuensis)
Dukuh Tengah, Desa Galuh Timur, Kecamatan Tonjong: Fosil Gajah Purba (Stegodon sp) dan artefak-artefak
Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu: Fosil Gajah Purba (Elephas sp) dan fosil Buaya Muara (Crocodylus)
Kalipemali, Desa Bantarkawung, Kecamatan Bantarkawung: Fosil kerang dan fosil ekor ikan pari (Dasyatis sp) yang ditemukan di Kalipemali, Desa Bantarkawung, Kecamatan Bantarkawung
Desa Kalibodas, Kecamatan Bumiayu: Fosil manusia purba (Homo erectus) yang ditemukan di Kalibodas
Museum Purbakala Bumiayu merupakan museum arkeologi dan paleontologi yang terletak di Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah. Museum ini berdiri sekitar tahun 2015-2016. Museum Purbakala Bumiayu dibangun sebagai salah satu tempat penyimpanan koleksi benda-benda peninggalan sejarah yanng ditemukan di Situs Bumiayu.
E-Katalog Museum Purbakala Bumiayu
Klik gambar di atas untuk mengakses e-katalog Museum Purbakala Bumiayu
Galeri Situs Bumiayu
Kegiatan Kunjungan di Museum Purbakala Bumiayu
Kegiatan One Day Trip: Jelajah Lautan Purba Situs Bumiayu