Buka tautan ini untuk mengakses flipbook
PROFIL SEKOLAH
Identitas Sekolah
Nama Sekolah : SMA Negeri 1 Magelang
Nomor Pokok Sekolah Nasional : 20327563
Nomor Statistik Sekolah : 301036001011
Jenjang Akreditasi : A
Status : Negeri (Rintisan SMA Bertaraf Internasional)
Sertifikasi ISO : 9001:2008
Alamat :
Jalan : Jalan Cempaka 1 Magelang
Kelurahan, Kecamatan, Kota : Kemirirejo, Magelang Tengah, Kota Magelang
Provinsi : Jawa Tengah
Telepon/Faximili : (0293) 362531
Kode Pos : 56122
Waktu Penyelenggaraan : Pagi
Sekolah Berdiri Tahun : 1950
Kontak Lengkap SMA N 1 Kota Magelang
Alamat:
Jl. Cepaka No.1
Magelang
Jawa Tengah
56113
Indonesia
E-mail: smansa_mgl@yahoo.co.id
Telephone: (0293) 362531
Fax: (0293) 362531
http://sman1-mgl.sch.id
Sejarah Singkat
Menurut buku Kenang-kenangan Dasa Warsa SMA Negeri 1 Magelang tahun 1960 (diriwayatkan oleh B. Soemarto, mantan guru sekolah tersebut), setelah kemerdekaan pendidikan berkembang dengan pesatnya dan sekolah-sekolah didirikan, baik SR, SMP, SMA dan bahkan Universitas. Kota Magelang pun tidak ketinggalan. Pada tahun 1947 didirikan SMA Persiapan di bawah pimpinan Soedarsono (mantan Kepala Jawatan Kebudayaan Pusat) bertempat di gedung Christelijke MULO.
Pengajar-pengajar dipinjam dari berbagai kantor. Kebetulan Magelang memiliki banyak kaum intelektual, karena pada waktu itu Kementrian Kemakmuran dan Kementrian Keuangan dengan segala bagiannya berkedudukan di kota ini. Untuk menarik pemuda-pemuda, pada bulan Juli 1949 oleh pemerintah didirikan SMP dan SMA bertempat di gedung SMP 1 sekarang dengan Ir. Soeroto sebagai direktur. Pada bulan September 1949 didirikan SMA Darurat dengan menempati gedung SMA Al-Iman sekarang, di Jalan Bayeman di bawah pimpinan Siregar. Akhirnya, pada bulan Januari 1950 kedua SMA disatukan, SMA bagian B menempati bekas Ambachtsschool dan bagian C di RST.
Tahun 1952 bagian C tersebut ditutup, sehingga wilayah Karesidenan Kedu hanya mempunyai SMA bagian B. Pada bulan Agustus 1955 SMA bagian C dibuka kembali dilengkapi bagian A yang menempati gedung SMP. Kegiatan belajar mengajar berlangsung pada sore hari. Barulah pada tahun 1959 dengan resmi SMA Negeri Magelang mempunyai gedung sendiri di Jalan Cepaka. Bagian A, B, dan C bersama-sama masuk pagi dengan jumlah 23 kelas dan sekolah ini memiliki 835 orang siswa dan 36 orang guru. Pemimpin pada waktu itu adalah R. Tedjana.
SMA Negeri 1 Magelang disamping menghasilkan siswa-siswinya yang kemudian mendapat kepercayaan masyarakat maupun Pemerintah untuk diserahi jabatan tertentu, juga berhasil pula membina guru-gurunya yang dipercaya pemerintah menjadi Kepala SMA di berbagai tempat. Sekolah ini juga berperan dalam mendirikan SMA-SMA yang lain di Karesidenan Kedu. Pada tahun 1983, Kepala SMA Negeri 1 Magelang saat itu mendapat tugas untuk mengelola berdirinya SMA Negeri UGB di Kota Mungkid yang terletak di Jalan Letnan Tukiyat Kota Mungkid dan sekarang bernama SMA Negeri 1 Kota Mungkid. Salah satu guru SMA Negeri 1 Magelang juga menjadi Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Kota Mungkid tersebut. Sedangkan pada tahun 1985, salah seorang guru SMA Negeri 1 Magelang juga mendapat tugas mengelola berdirinya SMA Negeri UGB di Kota Magelang yang menempati bekas gedung SPG Negeri Magelang di Jalan Medang 17 Kota Magelang yang selanjutnya hingga kini disebut SMA Negeri 3 Magelang.
Sumber : https://sman1-mgl.sch.id/profil/sejarah-singkat/
CULTURE
Secara umum, budaya atau kebudayaan merupakan cara hidup yang berkembang dan dimiliki oleh bersama serta diwariskan dari generasi ke generasi berikutnya. Contohnya seperti adat ‘ngunduh mantu’ yang ada di Jawa yang akan dilaksanakan ketika seseorang menikah. Secara etimologi, kata culture atau budaya berasal dari bahasa latin yaitu colere yang berarti mengolah atau mengerjakan. Kata culture dalam bahasa inggris juga dapat diartikan sebagai kultur dalam bahasa Indonesia dan berarti kebudayaan.
CIRI-CIRI :
Budaya yang hadir di masyarakat akan dipelajari oleh generasi selanjutnya karena budaya bersifat turun-temurun dari generasi sekarang hingga ke generasi selanjutnya.
Budaya dapat disampaikan oleh individu pada individu maupun kelompok lain, serta diwariskan dari generasi ke generasi selanjutnya.
Budaya dapat berubah sepanjang waktu, budaya dapat mengalami akulturasi atau asimilasi dengan budaya lain sehingga budaya dapat berubah seiring waktu.
Budaya dapat mencerminkan perilaku manusia.
Budaya dapat terbentuk dari kebiasaan manusia. Kebiasaan manusia yang dilakukan secara terus-menerus dapat menjadi budaya, seperti gotong royong.
Budaya memiliki unsur kepercayaan di dalamnya yang dipercayai oleh anggota masyarakat yang memiliki kebudayaan tersebut.
Setiap kebudayaan memiliki ciri khasnya masing-masing yang dapat menjadi identitas atau pembeda dengan kebudayaan dari daerah lain.
Budaya merupakan produk yang diciptakan oleh manusia atau sekelompok manusia.
PELESTARIAN BUDAYA
Sebagai pelajar kita dapat berkontribusi dalam melestarikan budaya Indonesia, kita dapat memulainya dari budaya lokal yang dimiliki oleh daerah tempat kita tinggal. Melestarikan budaya dapat dimulai dari hal yang sederhana misalnya menggunakan pakaian khas daerah/suku kita. Saat ini sudah digencarkan di berbagai sekolah program memakai pakaian adat setiap hari Kamis. Dengan memakai pakaian adat dapat menumbuhkan rasa memiliki, rasa bangga, dan sebagai identitas budaya. Jangan sampai kita menjadi generasi muda yang tidak tahu atau bahkan melupakan budaya daerahnya sendiri.
Sebagai pelajar kita juga dapat membuat pameran atau festival budaya, sehingga nantinya kita dapat lebih mengenal budaya-budaya yang ada di Indonesia sehingga budaya tersebut tidak akan hilang.
Di era digital sekarang ini, teknologi berkembang sangat pesat. Kita dapat memanfaatkannya untuk mengenalkan budaya ke sosial media. Kita dapat membuat konten tentang budaya daerah kita atau bahkan explore budaya Indonesia. Misalnya kita membuat konten tentang tari Saman atau kita menyanyikan lagu daerah seperti cublak-cublak suweng. Melalui media sosial, konten yang kita unggah dapat tersebar luas hingga ke mancanegara. Selain itu, kita juga dapat membuat website yang interaktif yang berisi data-data budaya di Indonesia. Kita dapat mengubah cerita rakyat menjadi komik cerita rakyat. Sebagai pelajar di era teknologi saat ini, kita dapat membuat game edukasi tentang budaya Indonesia.
Kita dapat membiasakan menggunakan bahasa daerah di kehidupan sehari-hari. Kita dapat menggunakannya ketika berbicara dengan teman atau dengan keluarga. Sebagai pelajar kita harus menghidupkan ekstrakurikuler di sekolah yang berkaitan dengan pelestarian budaya, seperti ekstrakurikuler seni tari. Dengan kita mengikuti ekstrakurikuler tersebut, kita dapat mempelajari tarian-tarian tradisional sehingga akan terus lestari.