NAMA LENGKAP : Lembaga Bela Diri SINAR PUTIH
TANGGAL BERDIRI : 2 Mei 1980
NAMA PENDIRI : Drs. H. Mudhoffar Ash Shidieq (Alm)
NAMA GURU : Drs. Suharto
Lembaga Bela Diri Sinar Putih dalam berlatihnya dibagi dalam dua bagian, yaitu :
- Bagian A : di khususkan untuk gerak fisik/Pencak Silat
- Bagian B : di khususkan untuk olah pernapasan dengan persyaratan umur harus lebih dari 19 Tahun.
Orientasi latihan olah pernapasan Sinar Putih bukan untuk mencari kesaktian, tetapi ditekankan pada pemanfaatan untuk kesehatan.
Lembaga Bela Diri SINAR PUTIH Unit Cianjur - Jawa Barat
Sekretariat : Jln Cisalak Girang
Desa Cisalak girang
Ketua :
Tempat Pelatihan : Halaman SMK AN NAHL
Waktu Pelaksanaan : Minggu Pukul 80.00 - Selesai
===================================================================================================
Tanggal berdirinya dilambangkan oleh : Jumlah sinar 5 buah setiap kelompoknya, menandakan 2 dan5 artinya : tanggal 2 bulan 5
Jumlah kelompok sinar : 8 buah menandakan tahun 8, lingkaran paling luar menandakan angka 0 jadi bila digabungkan menjadi angka 8 dan 0, menandakan tahun 80 (tanggal 2 bulan 5 tahun 1980)
Gambar Orang : Menandakan setiap anggota sinar putih selalu siap menghadapi segala rintangan .
Baju Merah (Warna Merah): Artinya berani menghadapi segala rintangan berdasarkan kebenaran
Warna Celana Hitam (Warna Hitam) : Artinya keteguhan hati
Biru (Background) : Artinya kesejukan jiwa aggota sinar putih
Sinar Putih : Artinya setiap anggota LBD Sinar Putih harus mampu menyinari kebaikan untuk dirinya sendiri, keluarga dan masyarakat sekitarnya
TINGKATAN
01. Dasar Kasaran
02. Tingkahan Kasaran 1
03. Tingkahan Kasaran 2
04. Tingkahan Kasaran 3
05. Dasar Halusan
06. Tingkahan Halusan 1
07. Tingkahan Halusan 2
08. Tingkahan Halusan 3
09. Persiapan Pantek
10. Pantek
11. Mahdi
12. Persiapan Syahbandar
13. Syahbandar Lengkap
14. Syahbandar Rangkap
15. Persiapan Payung
16. Payung
Setelah menyelesaikan tingkat Payung, barulah seseorang dianggap sebagai anggota Sinar Putih secara resmi. Tingkatan jurus setelah Payung, tidak lagi diberikan secara berurutan.
17. Syahbandar Kara Mahdi
18. Hui In
19. Bayu Pamungkas (12 Tingkat)
20. Payung Rasul
21. Jurus Tanah
22. Al Manazil (7 Tingkat)
23. Sungkup
24. Panglayungan
FILOSOFI JURUS 1 - 10
Jurus 1
Asal kita tidak ada dan dengan izin Allah SWT, bertemunya ovum dari Ibu dibuahi sperma dari Ayah maka jadilah janin yang dikandung oleh Ibu selama sembilan bulan, maka tidak boleh melupakan Ibu karena ridho Allah SWT itu merupakan ridhonya Ibu.
Jurus 2
Dengan izin Allah SWT, setelah kita dikandung sembilan bulan dilahirkan ke dunia.
Jurus 3
Setelah lahir kita bertebaran ke seluruh penjuru dunia, guna mencari nafkah yang Allah SWT berikan dan dengan jalan yang diridhoi-NYA, yaitu dengan menggunakan ilmu yang kita pelajari dan ilmu yang kita punya mencari karunia-NYA.
Jurus 4
Dalam menjalani kehidupan manusia selalu dihimpit oleh hambatan-hambatan. Hambatan kesengsaraan dan hambatan kebahagiaan. Cara untuk mengatasi berbagai hambatan itu kita harus berlapang dada, segala masalah pasti ada jalan keluarnya, jalani dengan penuh kesabaran.
Jurus 5
Sebelum mengambil keputusan perhitungkan dulu jati diri kita, dalam diri ada kelebihan dan kelemahan, yang tahu adalah diri kita sendiri, bukan orang lain.
Jurus 6
Semua masalah kehidupan akan selesai, dan sebelum masuk kubur hendaknya masalah-masalah hidup sudah terselesaikan.
a. Minta maaf atas kesalahan-kesalahan terhadap sesama mahluk Allah SWT.
b. Minta maaf atas kesalahan-kesalahan terhadap Allah SWT, yaitu :
b1. Melanggar perintah-NYA.
b2. Melakukan larangan-NYA.
Jurus 7
Dalam kehidupan ini ternyata tidak hanya dihimpit oleh berbagai masalah tapi juga dililit oleh masalah tersebut. Maka ada pepatah yang mengatakan semakin berada di tempat yang tinggi, maka semakin sakit terasa saat jatuh, semakin banyak masalah yang harus di hadapi.
Jurus 8
Semua masalah yang dihadapi bisa diatasi dengan pandangan jauh ke depan dan berpikir panjang, bertawakal kepada Allah SWT sambil berusaha.
Jurus 9
Dalam hidup ini banyak gosip dan kita harus mengatasinya dengan sabar, lapang dada, tawakal dan berusaha serta mau memaafkan kesalahan orang lain. Walaupun berusaha menutup diri untuk tidak ikut campur urusan orang lain kita tidak bisa terlepas dari gosip.
Jurus 10
Setelah berbagai masalah kehidupan dihadapi, pada akhirnya kita akan meninggal dan diusung oleh orang lain menuju alam kubur.
Inti dari SINAR PUTIH adalah memiliki kesabaran dan ketenangan jiwa melalui pengosongan diri.
Tidak ada kekuatan apapun selain karena Allah (la hawla wa la quwwata illa billah).
.
SEJARAH ORGANISASI LBD SINAR PUTIH
Lembaga Beladiri Sinar Putih dirintis dan didirikan oleh: Drs. H. Mudhofar Ash-Shidiq, H. Djurami Bakri BA., Ponco Diharjo.
Ilmu beladiri yang dikembangkan di Lembaga Beladiri Sinar Putih adalah ilmu beladiri silat dan ilmu pernafasan. Silat yang diajarkan banyak diwarnai oleh silat dari daerah Kalimantan Selatan dan silat dari Pasundan Jawa Barat. Sehingga silat yang diajarkan dan dikembangkan oleh Lembaga Beladiri Sinar Putih adalah merupakan hasil budaya nenek moyang bangsa Indonesia.
Awal kegiatan Lembaga Beladiri Sinar Putih, hanya latihan ilmu beladiri silat yang terbatas pada kalangan kampung Tegalmulyo Wirobrajan Yogyakarta dan sekitarnya, yang dibimbing langsung oleh Bapak Drs. H. Mudhofar Ash-Shiddiq. Kegiatan ini kemudian diorganisir dalam suatu lembaga yang diberi nama “ SINAR PUTIH ”, yang kemudian diresmikan pada tanggal 2 Mei 1980.
Para pendiri Lembaga Beladiri Sinar Putih menyadari dan merasa bertanggung-jawab, sebagai bangsa Indonesia yang wajib turut serta meningkatkan keselamatan, kesejahteraan bangsa Indonesia. Serta didorong oleh keinginan luhur untuk dapat membantu keinginan pemerintah membantu melaksanakan pembangunan bangsa dan negara seutuhnya. Terutama dalam pendidikan jasmani dan rohani khususnya bagi generasi muda untuk mempersiapkan jiwa dan raga agar dapat turut serta dalam pembangunan negara. Maka para pendiri Lembaga Beladiri Sinar Putih merasa perlu untuk mengembangkan dan menyebarluaskan kegiatan. Sehingga tidak hanya terbatas pada kalangan kampung Tegalmulyo, akan tetapi meliputi seluruh daerah Republik Indonesia.
Pada perkembangan selanjutnya Lembaga ini ditingkatkan menjadi sebuah Yayasan, yang juga diberi nama Yayasan Sinar Putih secara resmi dibentuk pada tanggal 20 Oktober 1987, dengan akte notaris No. 62/X/1987, memperoleh nomor badan hukum yang dikeluarkan oleh Pengadilan Negeri Yogyakarta No. 136/87/X/Y.
Yayasan ini bergerak dalam empat bidang kegiatan yaitu :
a. Kegiatan Beladiri.
b. Kegiatan Koperasi.
c. Kegiatan Pendidikan
d. Kegiatan Sosial.
Untuk merealisasikan kegiatannya maka Yayasan ini melakukan usaha sebagai berikut :
a. Mengusahakan dan mendirikan perguruan beladiri.
Karena adanya dukungan dan pengakuan dari masyarakat yaitu dengan semakin
banyaknya para peminat, khususnya dari anak muda dan orang tua untuk mengikuti
latihan di Lembaga Beladiri Sinar Putih, sebagian dari kalangan masyarakat Yogyakarta
mendorong Lembaga Beladiri Sinar Putih untuk membuka dan mendirikan cabang / unit
latihan. Sehingga sejak berdirinya sampai sekarang telah mencakup hampir semua
provinsi di Indonesia.
Sejalan dengan kemajuan dan perkembangan kegiatan, sejak tahun 1989 Lembaga
Beladiri Sinar Putih telah diakui sebagai anggota IPSI Cabang Kotamadya Yogyakarta
No. 01/IPSI/KY/V/89. Kemudian nomor ini diperbaharui menjadi No.02/IPSI/KY/III/90.
b. Mendirikan sekolah dari tingkat TK sampai Perguruan Tinggi dan kursus keterampilan.
Pada saat ini telah mengadakan kegiatan formal yaitu berupa sekolah dasar, dan non
formal yaitu berupa TK Al-Qur’an, kursus komputer, Pondok pesantren Al-Amin,
Lembaga Bimbingan Haji dan Umrah. Saat ini sudah berdiri sekolah SD, dan dalam
waktu dekat akan mendirikan SMP di lokasi yang berdekatan.
c. Mendirikan koperasi.
Terdapat berbagai macam jenis barang kebutuhan masyarakat, sekolah, keperluan
kantor, fotokopi, obat-obatan, wartel, bus pariwisata dan lain-lain.
d. Melakukan kegiatan sosial.
Untuk bidang sosial telah melaksanakan beberapa kegiatan yang bersifat rutin maupun
insidental, yaitu pemberian beasiswa kepada anggota yang kurang mampu, pemberian
bantuan kepada masyarakat, donor darah, bakti sosial dan sunatan masal.
Kegiatan dalam bidang sosial ini telah mendapat peninjauan dan terdaftar di Dinas
Sosial Kotamadya Yogyakarta.
Dari uraian di atas tentang sejarah dan perkembangan Lembaga Beladiri Sinar Putih pusat, tampaklah bahwa perkembangan lembaga ini cukup pesat, baik dari jumlah cabangnya yang tersebar di beberapa daerah maupun dari jumlah kegiatannya.
Kantor "Sinar Putih" didirikan di Jl. Imogiri KM 5 Wojo, Bangunharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta, dan berfungsi sebagai pengendali atau pengatur jalannya kegiatan baik di Pusat Yogyakarta maupun di cabang.
Syarat menjadi pendidik/pelatih
Dalam mengangkat dan menentukan seseorang menjadi pendidik/pelatih, bahwa Lembaga Beladiri Sinar Putih telah menentukan kriteria dan syarat antara lain:
a) Akhlak baik
Sifat dan watak dari peserta didik akan banyak dipengaruhi oleh mereka yang menjadi pendidik, walaupun hal ini tidaklah dominan. Akan tetapi apa yang menjadi watak dan sifat yang tercermin dalam ucapan, perbuatan dan sikap dari seorang pendidik akan banyak mempengaruhi atau ditiru olah mereka yang menjadi anak didik.
b) Punya kelebihan ilmu
Pendidik atau Pelatih adalah orang yang akan memberikan pengetahuan, maka sudah seharusnya mereka adalah yang mempunyai kelebihan ilmu. Dalam hal ini untuk menjadi pelatih atau asisten pelatih beladiri pernafasan minimal mereka telah mencapai tingkat halusan. Di samping itu dari segi keagamaan mereka juga baik.
c) Dewasa
Kedewasaan meliputi dewasa jasmani dan rohani, dewasa jasmani yaitu telah mencapai tingkat pertumbuhan atau perkembangan jasmani secara maksimal, dan dewasa rohani yaitu mereka dalam menjalankan pembinaan penuh kesadaran dan bertanggung-jawab.
d) Kesinarputihan baik
Sinar Putih adalah suatu lembaga atau organisasi, oleh karenanya orang yang menjalankan aktifitasnya haruslah mereka yang telah mempunyai pengetahuan atau pengertian akan maksud dan tujuan dari Sinar Putih. Baik yang menyangkut aktifitas ke dalam maupun aktifitas keluar, serta tahu akan dasar dari Lembaga itu.
e) Lulus ujian
Lulus ujian untuk menjadi pendidik atau pelatih. Pada dasarnya mereka harus memenuhi persyaratan di atas. Namun untuk menjadi pelatih tidak hanya diukur dari lima kriteria tersebut, tetapi juga didukung oleh kepribadiannya yang hanya bisa dinilai oleh petugas yang berwenang dalam Lembaga Beladiri Sinar Putih.
Latihan Jurus Ilmu pernafasan
1. Dasaran Baru (melatih olah nafas dahulu)
Yang pertama harus diajarkan adalah jurus dasar, diajarkan berulang sampai anggota
benar-benar faham gerak dasar yang diajarkan minimal satu kali pertemuan.
2. Dasar Kasaran
Jurus 1 : 60 – 80 langkah (setiap satu nafas 6 langkah).
Jurus 2 s/d 10 : Jumlah langkah disesuaikan dengan waktu.
Untuk jurus yang terakhir jumlahnya diperbanyak.
3. Tingkahan Kasaran
Jurus 1 : 60 – 80 langkah (setiap satu nafas 6 langkah).
Jurus 2 s/d 10 : masing-masing 12 langkah.
Tingkahan 1 Kasaran : 16 kali tanpa henti istirahat 10 menit. Di mulai lagi dan jumlah
jurus disesuaikan dengan waktu.
Tingkahan 2 Kasaran : Setelah menggerakkan jurus Dasar Kasaran dilanjutkan gerakan
jurus Tingkahan 1 Kasaran 16 kali. Istirahat 10 menit. Dimulai lagi dengan Tingkahan 2
Kasaran.
Tingkahan 3 Kasaran : Setelah menggerakkan jurus dasar kasaran, dilanjutkan dengan
Tingkahan 1 dan Tingkahan 2 Kasaran masing-masing 10 kali. Lanjut dengan
Tingkahan 3 Kasaran disesuaikan dengan waktu.
4. Halusan
Jurus 1 dilakukan : 60-80 langkah (setiap satu nafas 6 langkah)
Jurus 2 s/d 10 : Masing-masing 12 langkah.
Tingkahan Kasaran : Masing-masing 6 kali
Halusan Dasar : Masing-masing 6 langkah. Istirahat 10 menit.
Tingkahan 1 Halusan : Digerakkan setelah istirahat jurus Dasar Kasaran 1-10, dengan
jumlah jurus disesuaikan waktu.
Tingkahan 2 Halusan : Setelah menggerakkan jurus sampai dengan Tingkahan 1
Halusan. Istirahat 10 menit. Lanjut Tingkahan 2 Halusan sampai selesai.
Tingkahan 3 Halusan : Setelah menggerakkan jurus sampai dengan Tingkahan 2
Halusan. Istirahat 10 menit. Lanjut Tingkahan 3 Halusan sampai selesai.
5. Pantek
Jurus 1 dilakukan : 60-80 langkah ( setiap satu nafas 6 langkah)
Jurus 2 s/d 10 : Masing-masing 12 langkah.
Tingkahan Kasaran : Masing-masing 6 kali.
Persiapan Pantek : Minimal 16 kali. Istirahat 10 menit.
Pantek : Minimal 8 kali pola halusan. Istirahat 10 menit.
6. Mahdi
Jurus 1 dilakukan : 60-80 langkah (setiap satu nafas 6 langkah).
Jurus 2 s/d 10 : Masing-masing 12 langkah.
Tingkahan Kasaran : Masing-Masing 6 kali.
Pantek : Minimal 4 kali pola halusan.
Mahdi : Minimal 8 kali pola halusan. Istirahat 10 menit.
7. Syahbandar
Jurus 1 dilakukan : 60-80 langkah (setiap satu nafas 6 langkah).
Jurus 2 s/d 10 : Masing-masing 12 langkah.
Tingkahan Kasaran : Masing-Masing 6 kali.
Pantek : Minimal 4 kali pola halusan.
Mahdi : Minimal 4 kali pola halusan.
Persiapan Syahbandar : Minimal 16 kali. Istirahat 10 menit.
Syahbandar : Minimal 16 kali. Istirahat 10 menit.
Syahbandar Rangkap : Minimal 4 kali pola halusan. Istirahat 10 menit.
8. Payung
Gerakan jurus Dasar Kasaran sampai Syahbandar Rangkap.
Persiapan Payung 1 : Digerakkan berulang 10,2,4,3.
Persiapan Payung 2 : Digerakkan berulang 10,2,4,3 – 7,7,4,3.
Persiapan Payung 3 : Digerakkan berulang 10,2,4,3 - 7,7,4,3 – 9,9,6,3.
Persiapan Payung 4 : Digerakkan berulang 10,2,4,3 - 7,7,4,3 – 9,9,6,3 – 8,8,6,3.
Persiapan Payung 5 : Digerakkan berulang 10,2,4,3 - 7,7,4,3 – 9,9,6,3 – 8,8,6,3 -
10,2,4,6, dan tutup dengan jurus 1.
Persiapan Payung 6 : Digerakkan berulang dengan kuncinya sekaligus.
10,2,4,3 - 7,7,4,3 – 9,9,6,3 –10,2,4,6 dan di tutup dengan jurus 1.
Persiapan Payung 7 : Langkah segi tiga. Setelah hafal langkah gerak segi tiga. Maka
cara mulai latihan gerakkan terlebih dahulu PP6 sampai 6 kali.
Lalu melatih langkah segi tiga dengan membalik arah, sampai
kembali lagi di posisi awal. Disertai dengan pengaturan nafas
sebagai berikut :
Langkah ke-1 tarik dan tahan nafas, Langkah ke-4 berdiri jurus
delapan lepas nafas, bergerak terus sehingga membentuk segi
tiga.
Persiapan Payung 8 : Merangkai langkah segi tiga kemudian menjadi satu kesatuan
jurus.
Cara mulai latihannya dengan menggerakkan seluruh rangkaian
jurus PP 8.
Persiapan Payung 9 : Jurus angka delapan. Melatih gerak jurus angka delapan sampai
hafal. Cara mulainya dengan menggerakkan terlebih dahulu
jurus PP8 seperti di atas minimal 4 kali kemudian melatih gerak
jurus angka delapan. Disertai dengan pengaturan nafas sebagai
berikut :
- Latihan awal 4 langkah satu nafas.
- Latihan ke-2, 8 langkah awal.
- Latihan ke-3, 16 langkah satu nafas.
Persiapan Payung 10 : Merangkai gerak jurus angka 8 yang kemudian menjadi satu
kesatuan jurus. Cara latihannya dengan menggerakkan seluruh
rangkaian jurus PP 10.
Persiapan Payung 11 : Jurus 7 rangkap, 10 rangkap. Melatih gerak jurus tersebut
sampai hafal. Gerakkan jurus PP 10 minimal 3 kali, lalu gerak
jurus 7 rangkap, 10 rangkap. Pengaturan nafas sebagai berikut :
jurus 7 rangkap : lepas nafas, Jurus 7 rangkap tarik nafas.
Persiapan Payung 12 : Merangkai jurus 10 rangkap yang kemudian menjadi satu
kesatuan. Gerakkan seluruh rangkaian jurus PP 12.
Persiapan Payung 13 : Jurus tangkai. Gerakkan jurus PP 12 minimal 2 kali, lalu melatih
gerak jurus tangkai. Disertai dengan pengaturan nafas
sebagai berikut:
Jurus satu tarik tahan nafas dan lepaskan pada saat pelepasan
jurus tangkai.
Persiapan Payung 14 : Merangkai gerak jurus tangkai yang kemudian menjadi satu
kesatuan jurus. Mulai gerakkan seluruh rangkai jurus PP1 s/d
PP14, semua dalam satu kesatuan (digerakkan dengan kasar
baik jurus maupun nafas).
Persiapan Payung 15 : Menggerakkan PP 14 dengan cara halus dan penuh konsentrasi.
ASAL MULA ILMU PERNAFASAN SINAR PUTIH
Asal mula ilmu ini diyakini berasal dari salah seorang Walisanga yaitu Syech Syarief Hidayatullah atau lebih dikenal sebagai Sunan Gunung Jati. Beliau belajar ilmu pernafasan suci murni pada awalnya tanpa bacaan maupun amalan ritual tertentu dari pamannya yang bernama Raden Kian Santang atau Pangeran Cakrabuana, putra dari Prabu Siliwangi raja Pajajaran. Prabu Kian Santang setelah masuk Islam bergelar Sunan Rakhmat Suci Godog Garut. Sunan Gunung Jati adalah putra dari Nyi Mas Rara Santang adik dari Kian Santang hasil pernikahannya dengan Sultan Abdullah, salah seorang khalifah dari Mesir. Pada awalnya ilmu ini diajarkan kepada para Walisanga dalam rangka penyebaran agama Islam . Dengan ilmu ini para Walisanga bisa menghadapi ilmu sihir dan kekuatan jahat. Sehingga banyak para raja dan pemuka agama lain secara sukarela menyatakan diri memeluk agama Islam, kemudian diikuti oleh rakyatnya.
Dikarenakan penyebarannya dilakukan secara rahasia dan tidak mudah, maka keberadaan ilmu ini tidak diketahui lagi setelah jaman Walisanga. Baru dikemudian hari muncul lagi melalui Abah Andadinata (1893 - 30 Januari 1969) yang memiliki darah menak Sumedang lahir di kampung Rancabayawak - Majalaya 30 KM arah tenggara dari Bandung. Ilmu hikmah ini diperoleh dari para ulama terutama dari Mama Ajengan Syeh Haji Abdul Kahpi seorang ulama di wilayah Petaruman Tarogong Garut. Ilmu Hikmah yang didapat adalah ilmu Haqmaliyah.
Sedangkan Ilmu pencak silat pertama yang dikuasai adalah Silat jurus Peksi Muih sebagai warisan dari keluarganya. Kelak kemudian hari inti dari jurus peksi muih ini menjadi jurus Payung Rasul. Ilmu hikmah lainya didapat dalam pengajian ta’lim di tempat Ajengan Asep Samsuddin di Kasepuhan Cirebon. Berbekal petunjuk dari Mama Ajengan Asep Samsudin, Abah Andadinata datang ke Padepokan Silat Juragan Rd Haji Ibrahim, yang dikenal sebagai pendiri dan pencetus Maenpo Cikalong. Belajar gerak jurus 10 dari Rd. Hasan - yang masih keluarga Rd. Ibrahim. Abah Andadinata, Rd. Hasan, beserta Mama Endin dari Samarang Garut merupakan tiga serangkai murid Rd. H. Abdul Kahpi.
Tokoh Maenpo Cikalong lainnya yang menjadi guru Abah Andadinata adalah juragan Rd Haji Abullah yang mewarisi ilmu pencak silat Sabandar dari gurunya Moh. Kosim yang berasal dari Pagaruyung Minangkabau Sumatera Barat.
Pengaruh silat Bugis dan Madura didapat sewaktu abah Andadinata berpetualang di pesisir pantai utara Cirebon, dimana para keturunan prajurit Bugis dan Madura yang bergabung dengan Dipati Anom (Amangkurat Amral) yang menyingkir untuk meminta suaka kepada Sultan Cirebon, ketika Dipati Anom berseteru dengan ayahnya sendiri Raja Mataram Sinuwun Dalem Gusti Amangkurat I.
Lalu ditambah dengan ilmu silat murni Maenpo Selah Eurih, Paleredan warisan dari juragan Rd Haji Soma. Pengaruh silat Tiongkok Kuntaw dan Mande diperoleh dari Mbah Khaer. Sedangkan pengaruh silat Betawi diperoleh dari Abang Madi dan Abang Kari yang tak lain adalah guru dari Juragan Rd Haji Ibrahim, digabungkan dengan ilmu silat yang beliau miliki dan terciptalah jurus-jurus yang ada seperti sekarang. Meski jurus-jurusnya berbasis pada gerak pencak silat, retapi sesungguhnya adalah ilmu beladiri pernapasan yang berkharomah tenaga dalam.
Abah Andadinata kemudian mengangkat beberapa murid yaitu Mang Suhendi, Mang Uwen, Mang Ulis, Sukabdjo, dan Pak Dan Suwaryono seorang wartawan sebuah surat kabar mingguan merangkap dosen di Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI) Yogyakarta.
Pak Dan melakukan pengajaran keilmuan ini hanya sebagai silat kampung dan kegiatan pengajian di masjid. Baru kemudian di antara muridnya mendirikan perguruan silat yang terkenal, yaitu : Prana Sakti (Drs. Aspanudin Panjaitan tahun 1975), Prana Sakti Jayakarta (Ir. H.Andi Lala Baso, Sam Sumanta dan Mukhtar Effendi tahun 1989), Sinar Putih (Drs. H. Mudhoffar Assidieq tahun 1980), Satria Nusantara (pendirinya sekitar 15 orang tapi yang terkenal adalah Drs. Maryanto), Al Baroqah, Indonesia Perkasa, Al Ikhlas, Senam Nafas Indonesia, Cahaya Suci, dan lain-lain. Pada perkembangan inilah beberapa murid beliau beriktihaj menggabungkan ilmu pernafasan murni ini dengan zikir, dan penyebarannya masih dari mulut ke mulut. Prana Sakti merupakan perguruan pertama yang didirikan oleh Drs. Aspanudin pada tahun 1975, walaupun beliau bukanlah murid yang diajarkan langsung oleh Pak Dan.
Pak Dan mengangkat Drs. H. Mudhoffar Assidieq sebagai murid terakhir. Sebelum akhir hayatnya Pak Dan memberikan kunci dan cara pengembangan keilmuan kepada Pak Mudhoffar, karena kesetiaan dan keikhlasan mengurus gurunya. Hingga terbukalah bahwa ilmu 'Payung Rasul' yang bersifat semi bertahan-aktif bukanlah ilmu tertinggi akan tetapi merupakan Jurus Awal Keilmuan menuju Ilmu-ilmu selanjutnya yang bersifat menyerang-aktif, dan dapat dilontarkan tanpa lawan harus emosi. Pada tahun 1980, Pak Mudhoffar mendirikan Lembaga Bela Diri Sinar Putih. Selain keilmuan yang diperoleh dari Pak Dan, Sinar Putih juga mengembangkan jurus silat dan beladiri Kuntaw yang berasal dari Kalimantan.
Tingkatan jurus dalam ilmu pernafasan Sinar Putih cukup banyak, dan membutuhkan waktu lama hingga puluhan tahun untuk menyelesaikannya.
Sesuai dengan keputusan Lembaga Beladiri Sinar Putih, bahwa secara ilmiah hanya diperbolehkan meneliti sampai tingkat jurus Payung. Sedangkan untuk mempelajari ilmu Sinar Putih, dasar awalnya adalah menguasai jurus Payung terlebih dahulu, baru kemudian bisa mempelajari tingkatan jurus ilmu Sinar Putih selanjutnya yaitu Bayu Pamungkas (12 tingkat), Al Manazil (7 tingkat), Sungkup, Panglayungan, dan seterusnya. Panglayungan adalah jurus khusus yang hanya diberikan kepada orang terpilih, karena jurus ini berfungsi untuk membuka lapisan cakra energi dalam tubuh jika seorang murid naik jurus tingkatannya.
Secara sederhana, ilmu beladiri ini diutamakan menuju pada kesabaran dan ketenangan jiwa, karena itu yang terjadi adalah pengosongan diri. Jadi, untuk memperoleh tingkat teratas dari ilmu ini mutlak harus memiliki kedua sifat diatas.
Latihan Khusus
Latihan khusus adalah penjelasan dari pelatih yang ada kaitannya dengan keilmuan pernafasan Sinar Putih dan pengetahuan tentang agama. Dalam latihan khusus ini biasanya dilakukan setiap selesai kenaikan tingkat.
Keilmuan pernafasan Sinar Putih diantaranya adalah pengertian jurus-jurus pernafasan Sinar Putih secara filosofis, metode latihan ilmu pernafasan Sinar Putih, hasil latihan ilmu pernafasan, sepuluh dasar pokok dan lain sebagainya. Ilmu pernafasan Sinar Putih dijelaskan oleh para pelatih agar anak didik faham dan mampu menerapkan dalam hidup mereka.