SMP Negeri 6 Sidoarjo menorehkan terobosan dalam dunia pendidikan melalui pengembangan Sistem Informasi Literasi Online (SILION 2020), sebuah platform digital yang dirancang untuk mengakselerasi budaya literasi di kalangan siswa dan guru. Sistem ini lahir dari kolaborasi antara visi sekolah dalam menjawab tantangan era digital dan keahlian Agus Rahmat Yuniar, S.Kom., M.Pd., guru informatika sekaligus pegiat teknologi yang memadukan kompetensi ilmu komputer dengan pendekatan pedagogis.
Dibangun dengan memanfaatkan Google Sites sebagai antarmuka utama dan Blogger sebagai mesin publikasi, SILION menawarkan ekosistem literasi yang dinamis. Google Sites berfungsi sebagai "gerbang digital" yang menampilkan karya-karya pilihan dengan tampilan visual menarik, sementara Blogger menjadi repositori konten yang terstruktur untuk mengarsipkan artikel, esai, dan laporan secara sistematis. Integrasi kedua platform ini memungkinkan siswa dan guru tidak hanya menulis, tetapi juga belajar mengelola konten digital secara profesional.
Proses operasional SILION dirancang dengan alur kerja yang terukur. Dimulai dari tahap kreasi, di mana peserta didik dan pendidik menuangkan ide dalam bentuk tulisan deskriptif atau informatif, dilanjutkan dengan kurasi ketat oleh tim literasi sekolah untuk memastikan kualitas konten. Karya yang lolos seleksi kemudian mengalami transformasi digital—dipublikasikan di halaman Google Sites yang terhubung dengan website sekolah, sekaligus diarsipkan di Blogger untuk memudahkan akses jangka panjang. Diseminasi hasil literasi ini diperkuat dengan tautan ke media sosial sekolah, menciptakan efek domino dalam perluasan audiens.
Keunggulan sistem ini terletak pada kemampuannya mengakomodasi beragam jenis konten. Tidak hanya teks, SILION juga mendukung publikasi multimedia seperti infografis, foto dokumentasi, bahkan video edukatif yang di-embed dari platform lain. Fitur klasifikasi konten memisahkan artikel berdasarkan kategori (karya siswa, guru, atau materi khusus), sementara statistik pengunjung yang terintegrasi memberikan data real-time tentang minat baca komunitas sekolah. Kolaborasi antaranggota pun difasilitasi melalui fitur komentar dan forum diskusi di Blogger, menciptakan ruang dialog interaktif seputar konten yang dipublikasikan.
Dampak SILION terhadap ekosistem pendidikan SMPN 6 Sidoarjo terlihat nyata. Dalam kurun satu tahun implementasi, partisipasi literasi sekolah melonjak 40%, dengan ratusan karya terpublikasi secara digital. Guru dan siswa kini tidak hanya terampil menulis, tetapi juga mahir mengelola konten digital, mulai dari optimasi SEO sederhana hingga analisis traffic pengunjung. Sistem ini juga menjadi jembatan antara literasi konvensional dan digital—sebuah lompatan besar dalam mewujudkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Ke depan, SILION terus berevolusi dengan rencana integrasi aplikasi mobile untuk akses yang lebih fleksibel, pengembangan sistem penilaian literasi berbasis AI, dan penghubungan dengan perpustakaan digital nasional. Inisiatif ini tidak hanya sekadar proyek teknologi, tetapi bukti nyata bagaimana institusi pendidikan dapat menjadi pelopor transformasi digital dengan sumber daya terbatas. Melalui SILION, SMPN 6 Sidoarjo tidak hanya mencetak generasi literat, tetapi juga membentuk duta-duta digital yang siap menghadapi tantangan abad 21.
Agus Rahmat Yuniar
SMPN 6 Sidoarjo menyediakan sarana literasi online dengan menulis artikel mingguan pada situs www.smpn6sda.sch.id.
Menuliskan / mepublikasikan buku yang telah di baca atau yang pantas orang lain mengetahui sehingga dapat membuat budaya membaca pada siswa.