SilverQueen adalah merek cokelat legendaris di Indonesia yang telah menemani berbagai momen kebahagiaan sejak puluhan tahun lalu. Dikenal dengan cita rasa cokelat yang khas dan berkualitas tinggi, SilverQueen menjadi pilihan favorit untuk dinikmati sendiri maupun dibagikan kepada orang-orang terdekat.
Pada dekade 1950-an, Chuang mengganti nama NV Ceres dengan PT Perusahaan Industri Ceres dengan produk biskuit wafer Ritz. Sayangnya, biskuit tersebut diklaim oleh Nabisco Foods karena merek Ritz sudah ada lebih dulu sejak tahun 1949 yang juga didirikan oleh orang Belanda. Tidak tinggal diam, PT Perusahaan Industri Ceres kemudian memperjuangkan hak nama Ritz dan untungnya membuahkan hasil. Akhirnya Ritz menjadi merek wafer kepunyaan Ceres. Perusahaan Idustri Ceres ini kemudian memproduksi cokelat batangan dengan nama SilverQueen, pada dekade 1950-an.
Dalam Program Benteng, orang pribumi berhak memegang saham perusahaan sebanyak 70 persen. Hal tersebut menjadi tantangan Ming Chee Chuang yang bukan orang pribumi. Meski Chuang tidak mendapatkan kesempatan itu, namun ia tak kehabisan akal untuk melakukan inovasi terhadap produknya. Salah satu upayanya adalah Chuang mencampurkan coklat dengan kacang mede. Kemudian dikemas menjadi cokelat batangan, dan kemudian menjadi ciri khas cokelat SilverQueen pada masa itu. Produk cokelat milik Chuang ini menjadi sangat populer saat Konferensi Asia Afrika (KAA) yang diselenggarakan di Bandung pada 1955.
Saat itu, Chuang mendapatkan pesanan dari Presiden Soekarno untuk memproduksi cokelat acara KAA. Presiden Soekarno diketahui juga menyukai cemilan manis dari kakao ini, Memiliki rasa cokelat yang lezat, Ming Chee Chuang dipuji oleh Sang Proklamator. Hal itu juga lah yang membuat Chuang memindahkan perusahaanya dari Garut ke Bandung.
Perusahan ini kemudian dilanjutkan oleh anak-anak Chuang, John dan Joseph yang kemudian mendirikan perusahaan bernama PT Petra Food pada 1984. Pasar yang terus berkembang, perusahaan ini akhirnya membuka kantor di Singapura, dan menjalin hubungan perdagangan dengan beberapa negara, seperti Thailand, Filipina, dan Jepang. PT Perusahaan Industri Ceres pun menjadi satu bagian dengan PT Petra Food. Bersama dengan PT Petra Food, Ceres mengeluarkan produk dan merek andalan lainnya, seperti Delfi, SilverQueen, Ritz, Biskuit Selamat, Chunky Bar, hingga cokelat tabur (meises) Ceres.💘
Silver Queen populer di Singapura terutama, karena ketersediaannya yang luas di pasar Asia Tenggara, kualitas produk yang konsisten, dan hubungan historis perusahaan induknya dengan Singapura. Silver Queen terkenal di Singapura karena merupakan produk dari perusahaan yang berbasis di sana dan menawarkan kombinasi rasa serta kualitas yang menarik bagi konsumen lokal dan internasional.
Harga Terjangkau: Dibandingkan dengan beberapa merek cokelat internasional premium, Silver Queen menawarkan perpaduan rasa dan kualitas yang baik dengan harga yang relatif terjangkau, menjadikannya pilihan camilan harian yang populer bagi berbagai kalangan.
Kualitas dan Inovasi Produk: Reputasi Silver Queen dibangun atas kualitasnya, terutama kombinasi cokelat susu dengan kacang mete utuh, yang menjadi ciri khasnya. Inovasi ini, awalnya untuk mengatasi tantangan iklim tropis Indonesia, ternyata sukses dan disukai konsumen di seluruh Asia Tenggara, termasuk Singapura.
Jaringan Distribusi yang Kuat: Perusahaan induk Silver Queen, Petra Foods (sekarang Delfi Limited), mendirikan kantor pusatnya di Singapura pada tahun 1984 dan memiliki jaringan distribusi yang mapan di sana. Hal ini memastikan produk Silver Queen mudah ditemukan di berbagai toko dan supermarket di Singapura.