Bakteri TBC menular melalui udara lewat percikan dahak (droplet) saat pasien batuk, bersin, atau berbicara. Meskipun Anda merasa sehat, masker adalah penghalang utama agar bakteri tersebut tidak masuk ke paru-paru Anda. Ini adalah langkah perlindungan diri agar Anda tetap sehat untuk merawat pasien.
Masker Bedah (3-ply): Cukup efektif untuk penggunaan umum.
Masker N95/KN95: Sangat disarankan jika Anda berada di dalam ruangan tertutup atau kamar isolasi dengan ventilasi yang minim, karena mampu menyaring partikel yang sangat kecil.
Masker Kain: Tidak disarankan untuk pendamping pasien TBC karena pori-porinya terlalu besar untuk menahan bakteri.
Masker bedah harus diganti maksimal setiap 4 jam sekali atau segera ganti jika masker terasa lembap, basah, atau kotor. Jangan pernah menggunakan kembali masker sekali pakai yang sudah dilepas.
Ya, sangat disarankan tetap memakai masker jika Anda berada di ruangan yang sama dengan pasien, terutama jika sirkulasi udara di ruangan tersebut tidak berputar dengan baik (menggunakan AC tanpa jendela terbuka).
Jangan membuang masker di tempat sampah umum. Lipat masker dengan bagian dalam berada di dalam, lalu buang ke Tempat Sampah Infeksius (kantong plastik kuning) yang telah disediakan oleh pihak rumah sakit untuk mencegah penularan ke petugas kebersihan.
Anak-anak memiliki sistem imun yang lebih rentan. Meskipun memakai masker, sangat disarankan untuk tidak membawa anak-anak ke area perawatan pasien TBC kecuali atas izin dan arahan khusus dari dokter.
Masker hanyalah salah satu bagian. Anda wajib:
Rutin mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer.
Memastikan jendela kamar pasien terbuka agar sinar matahari masuk dan sirkulasi udara lancar (bakteri TBC mati oleh sinar matahari langsung).
Mengingatkan pasien untuk juga selalu memakai masker atau menutup mulut dengan tisu saat batuk.